• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Nama : Wahyu Nhira UtamiNIM : PS/05291
WHO AM I ?
Nama lengkap saya Wahyu Nhira Utami, tapi sejak kecil saya biasadipanggil Nhira. Saya lahir pada tanggal 20 Agustus 1988, jadi sekarang sayaberumur 19 tahun. Saya lahir dan besar di sebuah kota di kalimantan timuryang bernama Samarinda. Papa saya bernama Ir. H. Ibrahim M.P dan ibu sayabernama Ir. Hj. Noor Hartati M.P. Saya mempunyai seorang adik bernamaMeilia Nhadia Amalia, yang biasa dipanggil Nhadia. Jarak antara saya dan adiksaya cukup jauh, kami terpaut sekitar 7 tahun. Saat ini Nhadia duduk di kelas 1SMP. Dulu saya merasa terpautnya umur yang cukup jauh antara adik saya dansaya cukup menjadi masalah, karena di kebanyakan situasi harus selalu sayayang mengalah. Tapi sekarang, saya merasa hal ini wajar dan lumrah, bahkansekarang saya merasa sangat dibutuhkan oleh adik saya. Karena saya sudahdewasa dan ia pun mulai beranjak dewasa, tipe pemikiran kami hampir samadan ia pun menganggap saya orang yang bisa ia percaya untuk curhat jikamama saya tidak di rumah. Dan sejauh ini hubungan kami cukup baik dan kamipun merasa nyaman antara satu dan yang lainnya.Saya tinggal di tengah-tengah keluarga besar. Sejak kecil saya selaluberada di tengah-tengah keluarga besar saya, mulai dari nenek, kakek, omtante dan sepupu-sepupu saya selalu ada dan saling memperhatikan antara satudengan yang lain. Dengan merasakan kekeluargaan yang seperti ini sayamerasakan bahwa keluarga telah menjadi suatu bagian yang terpenting bagidiri saya. Dan karena itulah sejak kecil saya biasa dekat dengan keluarga saya,saya menampilkan diri saya apa adanya kepada keluarga saya dan mereka punmenerima saya apa adanya.Kata nenek saya, sejak kecil saya adalah seorang anak yang pendiam dantenang. Ketika saya dipakaikan ikat rambut di pagi hari, sampai sore pun ikatrambut itu akan tetap berada di kepala saya dengan posisi yang sama. Katatante saya, saya cukup cepat dalam menangkap suatu hal yang baru. KataMama saya, saya termasuk orang yang cengeng dan mudah terharu. Katasahabat saya, saya adalah orang yang cukup bisa diandalkan dalam banyak hal,baik dan loyal terhadap orang yang disayang.Hal-hal diatas hanyalah sebuah opini orang, tapi perlu disadari jugabahwa opini tersebut keluar dari mulut orang-orang yang telah bersama sayasekian tahun. Saya melihat dan sepenuhnya menyadari bahwa apa yang merekakatakan itu benar, tapi tentunya masih ada beberapa hal yang belum merekaketahui tentang saya. Perasaan yang hanya saya yang tahu dan mungkin belummereka tahu.Perkataan bahwa saya adalah seorang yang pendiam, bisa dikatakanbenar. Saya banyak bicara hanya disaat-saat tertentu, karena saya bukanlahtipe orang yang bisa untuk terus berbicara. Saya merasa orang yang mampuuntuk terus menerus berbicara adalah orang yang hebat, tapi bila itu saya
 
lakukan saya sadar bahwa itu bukanlah saya. Saya tipe orang yang berkataseperlunya dan lebih banyak mendengarkan orang lain. Dan saat saya merasasaya perlu angkat bicara, disaat itulah saya bicara.Saya bukanlah orang yang susah untuk belajar. Tidak seperti orang tuakebanyakan, orang tua saya tidak pernah menyuruh dan tidak pernahmemaksakan saya untuk belajar. Saya sendiri yang mempunyai kesadaran untukbelajar. Orang tua saya juga tidak pernah mempunyai ekspektasi yangberlebihan mengenai akademis saya. Yang selalu mereka tekankan hanyalah”Yang penting nilai kamu tidak merah dan kelakuan kamu baik-baik saja”. Danmemang selama ini saya tidak pernah (dan semoga tidak akan pernah)menghadiahi mereka nilai merah. Bilapun saya mendapatkan nilai jelek, seakanada perasaan bersalah karena saya tidak bisa memberikan yang terbaik bagimereka. Sehingga selama ini saya selalu berusaha membuat orang tua sayabangga akan apa yang saya lakukan. Dan saya selalu ingin membuat merekatahu bahwa apa yang mereka lakukan, usahakan dan juga materi yang merekakeluarkan selama ini tidak sia-sia.Saya juga termasuk orang yang cengeng dan mudah tersentuh. Jikamenonton suatu tayangan yang mengharukan dan sangat menyentuh hati, bisadipastikan bahwa saat itu saya sudah menitikkan air mata. Jika saya berada disuatu keadaan yang menyayat hati pun saya akan sangat mudah menangis.Mendengar cerita orang yang sedih, saya bisa jadi orang pertama yangmenitikan air mata. Tapi yang mengherankan bahkan bagi saya sendiri,terkadang sangat susah bagi saya untuk menangis bila saya yang menjadi tokohsentral dari suatu permasalahan. Kehidupan pribadi saya juga tak luput darihal-hal sedih. Dan bila hal sedih itu terjadi, saya sangat susah untuk menangis.Entah karena apa air mata itu tidak dapat keluar. Banyak yang bilang,menangis itu dapat membuat perasaan lebih baik. Tapi saya sulit untukmenangis bila suatu permasalahan menimpa saya. dari 10 masalah, mungkinhanya 2 masalah yang mampu membuat saya menangis, itupun jika masalah itusudah bertumpuk-tumpuk dan sudah tidak bisa lagi saya tangani.Saya cukup terbuka kepada orang lain atas masalah-masalah yang sayahadapi. Tapi perlu diketahui bahwa tidak semua masalah selalu saya ceritakanpada orang lain, bahkan kepada sahabat saya sekalipun. Memang sahabat itumerupakan tempat kita berbagi semua cerita suka dan duka, tapi saya tetapmerasa ada hal-hal yang memang itu untuk konsumsi saya pribadi dan saat sayamerasa permasalahan itu perlu saya bagi kepada orang lain, orang tua dansahabat adalah orang pertama yang saya hubungi. Kebanyakan teman dansahabat berkata saya kurang terbuka kepada mereka, hal ini separuh benarseparuh salah. Karena memang saya tidak pernah terlalu memusingkan sesuatu.Saya menyadari bahwa dulu saya orang yang sangat perasa. Dan dengan sifatyang seperti itu, dulu saya hidup dengan perasaan yang kurang menyenangkandan selalu tidak percaya diri. Saya selalu merasa ”Jangan-jangan...” dan itusangat tidak enak. Dan akhirnya 3 tahun belakangan ini saya menyadari bahwaperasaan itu hanya membawa ketidaknyamanan bagi diri saya sendiri. Akhirnyasaya pun mulai berubah dan apabila saya merasakan sesuatu yang tidaknyaman, tidak semua perasaan itu saya masukkan dalam hati. Hal ini baik, tapi
 
saya jadi menyadari mungkin karena hal inilah saya jadi biasa menganggapbahwa permasalahan itu biasa dan mudah ditangani atau mungkin dalambahasa psikologis disebut merepres perasaan. Sehingga apa yang saya rasakanitu selalu saya tekan, saya tumpuk dan tanpa sadar permasalahan itu menjadibom waktu yang bisa saja meledak kapan saja dan saat perasaan itu telahmenggunung, barulah saya bisa merasakan perasaan yang sangat sakit danakhirnya bisa menangis sejadi-jadinya.Mungkin karena perasaan yang mudah tersentuh itulah, saya suka sekalidengan kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial. Selain karena saya tertarikdengan karakter manusia dan ingin mengetahui tentang manusia danproblemanya secara lebih mendalam, saya juga ingin melakukan banyak haldemi kebaikan orang banyak. Saya ingin memberdayakan apa yang ada di dirisaya semaksimal mungkin demi kebaikan banyak pihak. Karena saya pernahmendengar kata bijak ”Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bisamemberi manfaat bagi orang lain”. Saya tidak mau menjadi orang yang egois,yang hidup hanya demi dirinya sendiri, saya ingin kebahagiaan yang sayarasakan juga bisa mereka rasakan. Karena itu saya suka mengikuti kegiatan-kegiatan sosial dan kunjungan ke tempat-tempat orang yang kurang beruntung,karena dengan begitu saya harap saya bisa memikirkan sesuatu yang dapatmeringankan beban penderitaan mereka dan secara tidak langsung saya bisalebih mensyukuri berkah yang diberikan oleh Allah selama ini.Bila orang melihat saya, mungkin mereka akan langsung menangkapkesan bahwa saya adalah orang yang ramah, karena memang saya sangatmudah tersenyum bahkan kepada orang baru sekalipun. Sejak saya kecil, orangtua saya selalu mengajarkan saya untuk bersikap sopan kepada orang lain. Jaditersenyum kepada orang lain memang sudah menjadi kebiasaan saya sejak duludan biasanya secapek dan sekesal apapun saya, saya masih bisa tersenyum. Dankebiasaan sopan itu terus saya bawa sampai sekarang, bahkan kenalan saya diAustralia pun menyebut saya sangat sopan untuk ukuran orang Indonesia padaumumnya. Padahal saya merasa apa yang saya lakukan itu biasa saja, hanyasaja saya memang menghormati orang yang lebih tua. Saya berusaha tidakberbicara kasar dan berbicara dengan nada tinggi kepada mereka. Saya jugamemiliki sense of humour yang cukup bagus. Memang saya tidak bisa untukselalu menjadi penceria suasana, tapi bila ada suatu hal yang lucu saya akantertawa terbahak-bahak dan saya tergolong orang yang cukup mudah untuktertawa.Bisa dikatakan pertengahan tahun 2005 sampai pertengahan tahun 2006lalu merupakan tahun yang tidak akan saya lupakan seumur hidup saya. Ditahun itulah saya diberi kesempatan oleh Allah untuk melihat dunia selaindunia yang saya tahu sejak saya kecil. Saya diberi amanah oleh organisasi BinaAntarbudaya-AFS untuk menjadi salah satu duta Indonesia di Australia. Sayaditempatkan di Albany-Australia Barat, selama kurang lebih 11 bulan sayatinggal dan berinteraksi dengan orang-orang asli Australia. Selama itu saya jadibanyak belajar dan mempelajari banyak hal yang nantinya akan saya terapkandalam kehidupan saya supaya nantinya saya bisa menjadi orang yang lebih baik.Dari pengalaman saya itu, saya menyadari bahwa di luar sana ada dunia luar
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...