Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
10 Golongan Yang Tidak Masuk Surga

10 Golongan Yang Tidak Masuk Surga

Ratings: (0)|Views: 952 |Likes:
Published by dzaky-achmad-339

More info:

Published by: dzaky-achmad-339 on Oct 29, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/07/2011

pdf

text

original

 
10 Golongan yang Tidak Masuk Surga
Oleh:Mochamad BugiIbnu Abas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Ada sepuluh golongan dariumatku yang tidak akan masuk surga, kecuali bagi yang bertobat. Mereka itu adalah
al-qalla’,al-jayyuf, al-qattat, ad-daibub, ad-dayyus, shahibul arthabah, shahibul qubah, al-’utul, az- zanim, dan al-’aq li walidaih
.Selanjutnya Rasulullah saw. ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah
al-qalla’ 
itu?” Beliau menjawab,“Orang yang suka mondar-mandir kepada penguasa untuk memberikan laporan batil dan palsu.”Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah
al-jayyuf 
itu?” Beliau menjawab, “Orang yang sukamenggali kuburan untuk mencuri kain kafan dan sebagainya.”Beliau ditanya lagi, “Siapakah
al-qattat 
itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mengadudomba.”Beliau ditanya, “Siapakah ad-daibub itu?” Beliau menjawab, “Germo.”Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah
ad-dayyus
itu?” Beliau menjawab, “
 Dayyus
adalah laki-lakiyang tidak punya rasa cemburu terhadap istrinya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.”Rasulullah saw. ditanya lagi, “Siapakah
 shahibul arthabah
itu?” Beliau menjawab, “Penabuhgendang besar.”Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah
 shahibul qubah
itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendangkecil.”Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah
al-’utul 
itu?” Beliau menjawab, “Orang yang tidak maumemaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf atas dosa yang dilakukannya, dan tidak mau menerima alasan orang lain.”Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah
az-zanim
itu?” Beliau menjawab, “Orang yang dilahirkandari hasil perzinaan yang suka duduk-duduk di tepi jalan guna menggunjing orang lain. Adapunal-’aq, kalian sudah tahu semua maksudnya (yakni orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya).”Mu’adz bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, bagaimana pandangan engkautentang ayat ini:
 yauma yunfakhu fiish-shuuri fata’tuuna afwaajaa
, yaitu hari (yang pada waktuitu) ditiup sangkakala, lalu kalian datang berkelompok-kelompok?” (An-Naba’: 18)“Wahai Mu’adz, engkau bertanya tentang sesuatu yang besar,” jawab Rasulullah saw. Keduamata beliau yang mulia pun mencucurkan air mata. Beliau melanjutkan sabdanya.“Ada sepuluh golongan dari umatku yang akan dikumpulkan pada Hari Kiamat nanti dalamkeadaan yang berbeda-beda. Allah memisahkan mereka dari jama’ah kaum muslimin dan akanmenampakkan bentuk rupa mereka (sesuai dengan amaliyahnya di dunia). Di antara mereka adayang berwujud kera; ada yang berwujud babi; ada yang berjalan berjungkir-balik dengan mukaterseret-seret; ada yang buta kedua matanya, ada yang tuli, bisu, lagi tidak tahu apa-apa; adayang memamah lidahnya sendiri yang menjulur sampai ke dada dan mengalir nanah darimulutnya sehingga jama’ah kaum muslimin merasa amat jijik terhadapnya; ada yang tangan dankakinya dalam keadaan terpotong; ada yang disalib di atas batangan besi panas; ada yang aromatubuhnya lebih busuk daripada bangkai; dan ada yang berselimutkan kain yang dicelup aspalmendidih.”
 
“Mereka yang berwajah kera adalah orang-orang yang ketika di dunia suka mengadu domba diantara manusia. Yang berwujud babi adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan barangharam dan bekerja dengan cara yang haram, seperti cukai dan uang suap.”“Yang berjalan jungkir-balik adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan riba. Yang buta adalah orang-orang yang ketika di dunia suka berbuat zhalim dalam memutuskan hukum.Yang tuli dan bisu adalah orang-orang yang ketika di dunia suka ujub (menyombongkan diri)dengan amalnya.”“Yang memamah lidahnya adalah ulama dan pemberi fatwa yang ucapannya bertolak-belakangdengan amal perbuatannya. Yang terpotong tangan dan kakinya adalah orang-orang yang ketikadi dunia suka menyakiti tetangganya.”“Yang disalib di batangan besi panas adalah orang yang suka mengadukan orang lain kepada penguasa dengan pengaduan batil dan palsu. Yang tubuhnya berbau busuk melebihi bangkaiadalah orang yang suka bersenang-senang dengan menuruti semua syahwat dan kemauan merekatanpa mau menunaikan hak Allah yang ada pada harta mereka.”“Adapun orang yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih adalah orang yang sukatakabur dan membanggakan diri.” (HR. Qurthubi)Saudaraku, adakah kita di antara 10 daftar yang dipaparkan Rasulullah saw. di atas? Bertobatlah,agar selamat!
Jalan Menuju Surga
Oleh:Rikza Maulan, M.Ag Dari Abdullah Jabir bin Abdillah Al-Anshari r.a. bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepadaRasulullah saw.: “Bagaimana pendapatmu jika aku melaksanakan shalat-shalat fardhu, berpuasadi bulan ramadhan, menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram serta aku tidak menambah dengan sesuatu apapun selain itu, apakah (dengan hal tersebut) bisa menjadikan akumasuk surga?” Rasulullah saw. menjawab, “Ya.” (HR. Muslim)
Tarjamatur Rawi
· Jabir bin Abdillah bin Amru bin HaramBeliau adalah Jabir bin Abdillah bin Amru bin Haram Abu Abdillah Al-Anshari, salah seorangsahabat Rasulullah saw. Tinggal di Madinah dan wafat pula di Madinah pada tahun 78 H. Beliautermasuk sahabat yang terbanyak meriwayatkan hadits Rasulullah saw. Tercatat hadits riwayat beliau sekitar 1.540-an hadits. Beliau juga termasuk sahabat terakhir yang wafat di Madinah.Beliau wafat dalam usia 94 tahun.· Abu Al-Zubair Beliau adalah Muhammad bin Muslim Abu Al-Zubair Al-Azady, salah seorang di bawah
wushtaminat tabiin
. Wafat tahun 136 H. Beliau mengambil hadits dari sahabat dan juga dari tabiin, diantaranya adalah Anas bin Malik, Aisyah ra, Umar bin Khatab, Abdullah bin Umar bin Khatab,Abdullah bin Zubair, Ibnu Abbas, dan Thawus bin Kaisan. Sedangkan murid-murid beliauadalah Hammad bin Salamah bin Dinar, Sufyan bin Uyainah, Sulaiman bin Mihran, Syu’bah binHajjaj, dan Malik bin Anas. Adapun dalam derajat
 jarh wa ta’dil 
-nya, sebagianmengkategorikannya
tisqah
, sebagian lainnya
 shaduq
. Ibnu Hajar Al-Atsqalani mengkategorikan beliau sebagai
Shaduq
.
 
· Ma’qil bin UbaidillahBeliau adalah Ma’qil bin Ubaidillah, Abu Abdullah Al-Harani Al-Abasy, salah seorang Atba’Tabiin. Wafat pada tahun 166 H. Beliau mengambil hadits di antaranya dari Atha’ bin AbiRibah, Ikrimah bin Khalid, Amru bin Dinar, dan Ibnu Syihab Al-Zuhri. Sedangkan murid-muridnya adalah Makhlad bin Yazid, Muhammad bin Abdullah bin Zubair bin Umar binDirham, dan Abdullah Muhammad bin Ali bin Nufail. Dalam
 jarh wa ta’dil 
beliau dikategorikansebagai
 shoduq.
Gambaran Umum Tentang Hadits
Para ulama hadits mengemukakan bahwa hadits ini memberikan gambaran penting tentangkaidah beramal secara umum dalam Islam. Oleh karenanya sebagian bahkan mengatakan bahwahadits ini mencakup seluruh ajaran Islam. Kaidah yang digambarkan hadits ini adalah bahwasesungguhnya segala “amal perbuatan” itu boleh dilaksanakan selagi terpatri dengan kewajiban-kewajiban syariat serta tidak melanggar prinsip umum hukum Islam, yaitu menghalalkan yanghalal dan mengharamkan yang haram.Terkait dengan hal ini, ulama ushul fiqh bahkan memberikan satu kaidah tersendiri mengenai“bolehnya” melakukan segala perbuatan dalam muamalah dengan kaidah: Hukum asal dalam bermuamalah adalah “boleh”, kecuali ada dalil yang melarang perbuatan tersebut.
Makna Hadits
Hadits ini memberikan gambaran sederhana mengenai cara untuk masuk ke dalam surga.Dikisahkan bahwa seseorang sahabat (dalam riwayat lain disebutkan bahwa sahabat ini adalahAn-Nu’man bin Qauqal) datang dan bertanya kepada Rasulullah saw. dengan sebuah pertanyaansederhana, “Ya Rasulullah saw, jika aku melaksanakan shalat yang fardhu, puasa yang wajib(puasa ramadhan), kemudian melakukan yang halal dan meninggalkan yang haram, apakahdengan hal tersebut dapat mengantarkanku ke surga?” Pertanyaan sederhana ini dijawab olehRasulullah saw. dengan jawaban sederhana, yaitu “ya”.Hadits di atas secara
dzahir 
menggambarkan “kesederhanaan” amalan yang dilakukannyasebagai seorang sahabat, yaitu hanya melaksanakan shalat dan puasa serta melakukan perbuatanyang dihalalkan dan meninggalkan perbuatan yang diharamkan. Dan ketika perbuatannyatersebut “ditanyakan” kepada Rasulullah saw., beliau pun tidak mematahkan “keterbatasan” yangdimiliki sahabat tersebut, namun justru menyemangatinya dengan membenarkan bahwa denganhal sederhana tersebut insya Allah dapat membawa dirinya masuk ke dalam surga.Itu artinya, Rasulullah saw dapat memahami bahwa tidak semua muslim memiliki kemampuanyang “lebih”, sehingga ia dapat maksimal melakukan berbagai aktivitas ibadah secara bersamaansekaligus, seperti ibadah, jihad, tilawah, shaum, shadaqah, haji, birrul walidain dan sebagainya. Namun di antara kaum muslimin terdapat juga yang hanya memiliki kemampuan terbatas; hanyadapat mengimplementasikan Islam sebatas amaliyah fardhu, namun tetap menghalalkan yanghalal dan mengharamkan yang haram. Dan Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuaidengan kemampuannya (Al-Baqarah: 286).
Menghalalkan Yang Halal Dan Mengharamkan Yang Haram
Kesederhanaan amalan yang dilakukan seorang muslim hingga dapat membawanya ke dalamsurga, dibingkai dengan bingkai “menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram”.Menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram artinya bahwa dirinya ataukeinginannya mengikuti apa yang dihalalkan oleh Allah swt. serta menjauhi apa yang

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Abdul Choliq AsSonggoni added this note
terima kasih ... bagus artikel ni renungan di bulan Sya'ban sangat bermanfaat
thes0uljahgirl liked this
Ayie Story liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->