menyaksikan Gn.Merapi yang kelihatan sangat dekat dengan puncak yang selalu mengeluarkan Asap.Kita akan menuruni dan mendaki beberapa gunung kecil yangdilapisi rumput hijau tanpa pepohonan untuk berlindung darihempasan angin. Disepanjang jalur tidak terdapat mata air dan pos peristirahatan. Kabut dan badai sering muncul dengantiba-tiba, sehingga sangat berbahaya untuk mendirikan tenda.Jalur menuju Selo ini sangat banyak dan tidak ada rambu penunjuk jalan, sehingga sangat membingungkan pendaki.Banyak jalur yang sering dilalui penduduk untuk mencarirumput dipuncak gunung, sehingga pendaki akan sampaidiperkampungan penduduk. Sambutan yang sangat ramah danmeriah diberikan oleh penduduk Selo bagi setiap pendakiyang baru saja turun Gn.Merbabu. Apabila Anda tidak bisa berbahasa jawa ucapkan saja terima kasih.Dari Selo dapat dilanjutkan dengan bus kecil jurusanBoyolali-Magelang, bila ingin ke yogya ambil jurusanMagelang, dan bila hendak ke Semarang atau Solo ambil jurusan Boyolali.
Jalur Wekas
Tim Skrekanek yang berjumlah lima orang ( Steve, Sigit,Bowo, Hari, Bayu) pertengahan Maret 2005 melakukan pendakian Gunung Merbabu melalui Jalur Wekas. Untuk menuju ke Desa Wekas kita harus naik mobil Jurusan Kopeng- Magelang turun di Kaponan, yakni sekitar 9 Km dariKopeng, tepatnya di depan gapura Desa Wekas. DariKaponan pendaki berjalan kaki melewati jalanan berbatusejauh sekitar 3 Km menuju pos Pendakian.Jalur ini sangat populer dikalangan para Remaja dan PecintaAlam kota Magelang, karena lebih dekat dan banyak terdapatsumber air, sehingga banyak remaja yang suka berkemah diPos II terutama di hari libur. Wekas merupakan desa terakhir menuju puncak yang memakan waktu kira-kira 6-7 jam. Jalur wekas merupakan jalur pendek sehingga jarang terdapatlintasan yang datar membentang. Lintasan pos I cukup lebar dengan bebatuan yang mendasarinya. Sepanjang perjalananakan menemui ladang penduduk khas dataran tinggi yangditanami Bawang, Kubis, Wortel, dan Tembakau, juga dapatditemui ternak kelinci yang kotorannya digunakan sebagai pupuk. Rute menuju pos I cukup menanjak dengan waktutempuh 2 jam.Pos I merupakan sebuah dataran dengan sebuah balai sebagaitempat peristirahatan. Di sekitar area ini masih banyak terdapat warung dan rumah penduduk. Selepas pos I, perjalanan masih melewati ladang penduduk, kemudianmasuk hutan pinus. Waktu tempuh menuju pos II adalah 2 jam, dengan jalur yang terus menanjak curam.Pos II merupakan sebuah tempat yang terbuka dan datar, yang biasa didirikan hingga beberapa puluhan tenda. Pada hariSabtu, Minggu dan hari libur Pos II ini banyak digunakanoleh para remaja untuk berkemah. Sehingga pada hari-haritersebut banyak penduduk yang berdagang makanan. Padaarea ini terdapat sumber air yang di salurkan melalui pipa- pipa besar yang ditampung pada sebuah bak.Dari Pos II terdapat jalur buntu yang menuju ke sebuahsungai yang dijadikan sumber air bagi masyarakat sekitar Wekas hingga desa-desa di sekitarnya. Jalur ini mengikutialiran pipa air menyusuri tepian jurang yang mengarah kealiran sungai dibawah kawah. Terdapat dua buah aliran sungaiyang sangat curam yang membentuk air terjun yang bertingkat-tingkat, sehingga menjadi suatu pemandanganyang sangat luar biasa dengan latar belakang kumpulan puncak - puncak Gn. Merbabu.Selepas pos II jalur mulai terbuka hingga bertemu dengan persimpangan jalur Kopeng yang berada di atas pos V (WatuTulis), jalur Kopeng. Dari persimpangan ini menuju posHelipad hanya memerlukan waktu tempuh 15 menit.Perjalanan dilanjutkan dengan melewati tanjakan yang sangatterjal serta jurang disisi kiri dan kanannya. Tanjakan inidinamakan Jembatan Setan. Kemudian kita akan sampai di persimpangan, ke kiri menuju Puncak Syarif (GunungPregodalem) dan ke kanan menuju puncak Kenteng Songo( Gunung Kenteng Songo) yang memanjang.
Jalur Kopeng Cunthel
Tim Skrekanek yang berjumlah lima orang (Maulana, Steve,Iwi, Ardy, Sigit) pertengahan September 2004 melakukan pendakian Gunung Merbabu berangkat melalui jalur Kopeng -Cunthel, dan turun mengambil jalur Kopeng Thekelan.Untuk menuju ke desa Cuntel dapat ditempuh dari kotaSalatiga menggunakan mini bus jurusan Salatiga Magelangturun di areal wisata Kopeng, tepatnya di Bumi perkemahanUmbul Songo. Perjalanan dimulai dengan berjalan kakimenyusuri Jalan setapak berbatu yang agak lebar sejauh 2,5km, di sebelah kiri adalah Bumi Perkemahan Umbul Songo.Setelah melewati Umbul Songo berbelok ke arah kiri, disebelah kiri adalah hutan pinus setelah berjalan kira-kira 500meter di sebelah kiri ada jalan setapak ke arah hutan pinus, jalur ini menuju ke desa Thekelan.Untuk menuju ke Desa Cuntel berjalan terus mengikuti jalan berbatu hingga ujung. Banyak tanda penunjuk arah baik disekitar desa maupun di jalur pendakian. Di Basecamp DesaCuntel yang berada di tengah perkampungan ini, pendakidapat beristirahat dan mengisi persediaan air. Pendaki jugadapat membeli berbagai barang-barang kenangan berupastiker maupun kaos.Setelah meninggalkan perkampungan, perjalanan dilanjutkandengan melintasi perkebunan penduduk. Jalur sudah mulaimenanjak mendaki perbukitan yang banyak ditumbuhi pohon pinus. Jalan setapak berupa tanah kering yang berdebuterutama di musim kemarau, sehingga mengganggu mata dan pernafasan. Untuk itu sebaiknya pendaki menggunakanmasker pelindung dan kacamata.Setelah berjalan sekitar 30 menit dengan menyusuri bukityang berliku-liku pendaki akan sampai di pos Bayangan I. Ditempat ini pendaki dapat berteduh dari sengatan mataharimaupun air hujan. Dengan melintasi jalur yang masih serupayakni menyusuri jalan berdebu yang diselingi dengan pohon- pohon pinus, sekitar 30 menit akan sampai di Pos Bayangan
Leave a Comment
trims