Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
21Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PERJANJIAN KERJA

PERJANJIAN KERJA

Ratings: (0)|Views: 5,150|Likes:
Published by denny moshi

More info:

categoriesBusiness/Law, Finance
Published by: denny moshi on Oct 30, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/22/2013

pdf

text

original

 
Diposkan oleh PURWADI, SHPrologDalam pelaksanaan ketenagakerjaan di Idonesia telah diatur dalam Undang-UndangNomor 13 tahun 2003 Tentang ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 2 tahun2004 Penyelesaian Perselisihan Hubungan ndustrial.Sehubungan dengan banyaknya permintaan dari kawan-kawan saya di seluruhIndonesia untuk membuat tulisan khusus tentang persoalan-persoalan perjanjiankerja antara buruh/pekerja dengan Pengusaha, maka saya sebagai seorang advokatakan mencoba memaparkan tentang seluk beluk hukum perjanjian kerja. Tentunyatulisan ini dilatarbelakangi Pengalaman penulis sendiri dalam menanngani kasus-kasus ketenagakerjaaan. Semoga Tulisan ini bermanfaat. Amin.SYARAT-SYARAT PERJANJIAN KERJAMenurut ketentuan pasal 52 UU No. 13 Tahun 2003 syarat syahnya perjanjian kerjadibuat atas dasar:a. Kesepakatan kedua belah pihakb. Kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan hukumc. Adanya pekerjaan yang diperjanjikand. Pekerjaan yang diperjanjikan tidak bertentangan dengan ketertiban umum,kesusilaan, dan peraturaan perundang-undangan yang berlaku.Kesepakatan para pihak yang mengikatkan diri ini sesuai dengan ketentuan Pasal 52ayat (a) UU. no.13 Tahun 2003 yang berawal dari konsesualisme sehinggamenimbulkan adanya perjanjian. Dengan perkataan lain perjanjian dan perikatan itutelah lahir sejak terjadinya kata sepakat. Oleh karena itu perjanjian ini telah sah.Dalam pasal 52 ayat (b) Undang-Undang 13 tahun 2003 ini juga, mempersyaratkanpara pihak yakni pengusaha sebagai pemberi kerja dan pekerja sebagai penerimakerja mempunyai kemampuan dan kecakapan melakukan perbuatan hukum. Danpada penjelasan pasal 52 Undang-undang No 13 tahun 2003 di jelaskan bahwa yangdimaksud kemampuan atau kecakapan adalah para pihak yang mampu atau cakapmenurut hukum untuk membuat perjanjian.Perjanjian kerja tertulis
 
Perjanjian kerja harus tertulis diatur dalam pasal 51 UU/13/2003, harusdilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sepertihalnya ketentuan mengenai perjanjian kerja waktu tertentu dibuat harus tertulissesuai ketentuan pasal 57/UU NO.13/2003.Pasal 54 UU No. 13/2003, mengatur hal-hal yang diatur dalam perjanjian kerjatertulis :a. Nama, alamat perusahaan, jenis usahab. Nama,jenis kelamin, dan alamat pekerja/buruhc. Tempat Pekerjaand. Jabatan atau jenis pekerjaane. Besarnya upah dan cara pembayarannyaf. Syarat-syarat kerja yang memuat hak dankewajiban pengusaha dan pekerjag. Mulai dan jangka waktu perjanjian kerja.h. Tempat dan tanggal perjanjian kerja di buat.i. Tanda tangan para piahak.Perjanjian kerja yang dibuat tida memuat /memenuhi ketentuan sebagaimana diaturdalam pasal 52 UU No. 13/2003 butir (a) dan (b), dapat dibatalkanJENIS-JENIS PERJANJIAN KERJAMenurut pasal 56 UU No.13/2003 jenis-jenis perjanjian kerja dapat dibedakan :1. PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU (PKWT)Yang dimaksud dengan PKWT adalah perjanjian kerja antara buruh/pekerja danpengusaha unutk menngadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu ataupekerjaan tertentu ( pasal 1 KEP 100/MEN/VI/2004)a. Isi perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWTSyarat kerja dan ketentuan yang memuat hak dan kewajiban antara pengusaha danpekerja/buruh yang diperjanjikan dalam PKWT, dipersyaratkan sesuai ketentuanpasal 54 ayat 2 Undang-Undang NO. 13 Tahun 2003Dalam penjelasan pasal 54 ayat (2) UU No.13/2003 dinyatakan bahwa PeraturanPerusahaan Tida boleh bertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersam (PKB),peraturan perundag-undangan yang berlaku dan apabila diperusahaantelah adakualitas maupum kuantitas tidak boleh lebih rendah dari peraturan perusahaan atauperjanjian kerja bersama.b. Persyratan Pembuatan PKWT
 
Sesuai ketentuan pasal 56 j0 pasal 59 Umdang-Undang Nomor 13 Tahun 2003pembuatan PKWT harus memenuhi unsur-unsur sebagai berikut :1. Didasarkan atas jangka waktu atau selesainya suatu pekerjaan tertentu yangmenurut jenis pekerjaan dan sifat pekerjaan akan selesai dalam waktu tertentu.2' Pekerjaan bersifat musiman3. Pekerjaa yan diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lamadan paling lama tiga (3) tahun.4. Harus dibuat secra tertulis dan menggunakan bahasa Indonesia5. Tidak boleh ada masa percobaan.6' Hanya dapat dibuat untuk pekerjaan yang menurut jenis dan sifat untuk kegiatanpekerjaannya akan selesai dala watu tertentu.7. Tidak dapat diadakan untuk pekerjaan yang bersifat tetap.Dalam penjelasan pasal 59 ayat (2) UU No 13/2003 dinyatakan bahwa yangdimaksud dengan pekerjaaan yang bersifat tetap dalam ayat ini adalah pekerjaanyang sifatnya terus menerus,tidak terputus-putus, tidak dibatasai waktu danmerupakan bagian dari suatu proses produksi dalam satu perusahaan atau pekerjaanyang bukan musiman.Adapun pekerjaan yang bukan musiman adalah pekerjaan yang tidak bergantungpada cuaca atau suatu kondisi tertentu. Apabila pekerjan itu merupakan pekerjaanyang terus-menerus, tidak terputus-putus tidak dibatasi oleh waktu dan merupakanbagian dari proses produksi, tetapi bergantung pada cuaca atau pekerjaan itudibutuhkan karena adanya kondisi tertentu, pekerjaan tersebut merupakanpekerjaan musiman yang tida termasuk pekerjaan tetap menjadi obyek perjanjiankerja waktu tertentu.c. Perpanjanagan dan pembaruan PKWTPada dasarnya PKWT yang didasarkan atas jangka waktu tertentu dapat diadakanuntu paling lama 2 tahun (PKWT) dan hanya boleh di perpanjang satu kali untuk jangka waktu paling lama 1 tahun sesuai ketentuan pasal 59 ayat (4) Undang-Undang No.13/2003Dalam hal pengusaha ingin melakukan perpanjangan PKWT, maka paling lama 7(tujuh) hari sebelm PKWT berakhir perusahaan telah memberikan pemberitahuansecara tertulis mengenai perpanjangan PKWT tersebut kepada yang bersangkutan(pasal 59 ayat (5) UU 13/2003Pembaruan PKWT (PKWT II) hanya boleh satu kali paling lama dua tahun danpembaruan PKWT ini baru dapat diadakan setelah melebihi masa tenggang waktu 30hari berakhirnya perjanjian kerja waktu tertentu yang lama. Dalam masa tenggangwaktu itu tigapuluh hari tidak boleh ada hubungan kerja apapun antara pengusahadan pemberi kerja (pasal 59 ayat (6) UU No. 13/2003

Activity (21)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
nurafniibos liked this
Herman Slalu Ada liked this
Rìdhö Añtèk liked this
Tian Tiaan liked this
marlis rosa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->