Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hasyim Asyari

Hasyim Asyari

Ratings: (0)|Views: 1,540|Likes:
Published by moulyadee

More info:

categoriesTypes, Resumes & CVs
Published by: moulyadee on Oct 30, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/17/2010

pdf

text

original

 
 1
KONSOLIDASI DEMOKRASI MELALUI AMANDEMENKONSTITUSI :PENGALAMAN INDONESIA
(Hasyim Asy’ari)
Universitas Diponegoro 
 Abstrak
Demokratisasi memiliki dua aspek, yaitu transisidemokrasi dan konsolidasi demokrasi. Transisidimulai dari keruntuhan rezim otoritarian lama, yangkemudian diikuti atau berakhir dengan pengesahanlembaga-lembaga politik dan aturan politik baru dibawah payung demokrasi. Proses konsolidasidemokrasi mencakup peningkatan secara prinsipilkomitmen seluruh elemen masyarakat pada aturanmain demokrasi. Konstitusi baru yang telahterbentuk akan memberikan jaminan bagi prosedurtetap pembuatan keputusan politik. Implementasidari konstitusi baru merupakan dasar bagi formatbaru sistem politik dan institusi politik. Tulisan iniakan membahas tentang konsolidasi demokrasimelalui amandemen konstitusi di Indonesia
.
Keywords
: 1. Konsolidasi Demokrasi-- 2. Amandemen Konstitusi-- 3.Indonesia.
Pengantar
Arus demokratisasi di Indonesia agaknya berjalan begitu cepat. Terhitungsejak turunnya Soeharto dari kursi kepresidenan pada 21 Mei 1998,serangkaian peristiwa politik menandai transisi menuju demokrasi diIndonesia. Pengalaman Indonesia yang berada dalam kungkungan rezimotoriter selama kurang lebih 32 tahun tentu saja sedang mencari polademokratisasi yang tepat untuk dipraktekkan. Penyelenggaraan Pemilu 1999di bawah kepemimpinan Presiden B.J. Habibie sebagai awal dimulainyatransisi demokrasi. Hasil Pemilu 1999 berupa lahirnya kelembagaanperwakilan rakyat (MPR) yang kemudian melanjutkan agenda demokratisasi
 
 2
ini melalui serangkaian amandemen konstitusi terhadap Undang-UndangDasar (UUD) 1945.
1
 Sejak amandemen konstitusi UUD 1945 yang secara tegasmeneguhkan eksistensi kedaulatan rakyat sebagai prinsip umum demokrasi,implementasi ke dalam pasal-pasal UUD 1945 hasil amandemen juga turutmenyertainya.
2
Nomenklatur dan gagasan tentang pemilihan umum (pemilu)sebagai aspek demokratisasi juga menjadi hal baru dalam khazanah konstitusiIndonesia.Tulisan ini akan membahas tentang konsolidasi demokrasi di Indonesiamelalui amandemen konstitusi. Konsolidasi demokrasi yang dikaji dalamtulisan ini akan memfokuskan diri pada institusionalisasi politik melalui strategirekonstitusi atau amandemen konstitusi. Studi ini relevan dilakukan, karenaIndonesia sebagai negara yang memiliki populasi penduduk tertinggi ketiga didunia potensial menjadi negara besar yang mempraktekkan demokrasisetelah Amerika Serikat dan India. Pola demokratisasi di Indonesia dapatmenjadi model transisi dan konsolidasi demokrasi dalam ranah studi-studidemokratisasi.
Konsolidasi Demokrasi
Dalam khazanah studi-studi demokratisasi, Samuel Huntington dalamstudinya tentang “gelombang demokratisasi ketiga”,
3
menggambarkan bahwademokratisasi pada tingkatan yang paling sederhana mensyaratkan terjadinyatiga hal, yaitu (1) berakhirnya sebuah rezim otoriter; (2) dibangunnya sebuahrezim demokratis; (3) pengkonsolidasian rezim demokratis itu. Alfred Stepanmenyebutkan bahwa transisi demokrasi dari rezim otoriter ada tiga model
1
Lihat : R. William Liddle, 2002, “Indonesia’s Democratic Transition : Playing by the Rules”, dalamAndrew Reynolds (ed.), 2002,
The Architecture of Democracy : Constitutional Design, Conflict  Management, dan Democracy
, ((Oxford : Oxford University Press), hlm. 373-399.
2
Hendarmin Ranadireksa, 2002,
 Amandemen UUD 45 Menuju Konstitusi yang Berkedauatan Rakyat 
,(Jakarta : Yayasan Pancur Siwah), hlm. 105-107.
3
Samuel P. Huntington, 1995,
Gelombang Demokratisasi Ketiga
, (Jakarta : Grafiti).
 
 3
kemungkinan
4
: (1) penjajahan dari luar dan peperangan internal; (2)tranformasi internal dari elit rezim otoriter menuju rezim demokratis; (3)kekuatan internal kelompok oposisi yang menumbangkan kekuasaan otoriteryang berkuasa.Sementara Samuel Huntington menyebutkan bahwa ada tigakemungkinan model demokratisasi, yaitu (1) transformasi (
reforma 
), yaitudemokratisasi terjadi ketika elit yang berkuasa mempelopori prosesperwujudan demokrasi. (2) Replacement (
ruptura 
), yaitu demokratisasi terjadiketika kelompok oposisi mempelopori proses perwujudan demokrasi, danrezim otoriter tumbang atau digulingkan. (3) Transplacement (
ruptforma 
), yaitudemokratisasi terjadi sebagai sebuah hasil tindakan bersama antara kelompokpemerintah dan kelompok oposisi.Dengan demikian, demokratisasi memiliki dua aspek, yaitu transisidemokrasi dan konsolidasi demokrasi.
5
Transisi demokrasi adalah titik awalantara rezim otoritarian dengan rezim demokratis. Transisi dimulai darikeruntuhan rezim otoritarian lama, yang kemudian diikuti atau berakhir denganpengesahan lembaga-lembaga politik dan aturan politik baru di bawah payungdemokrasi.Proses konsolidasi demokrasi mencakup peningkatan secara prinsipilkomitmen seluruh elemen masyarakat pada aturan main demokrasi.
6
 Konsolidasi demokrasi juga dipahami sebagai sebuah proses panjang yangmengurangi kemungkinan pembalikan demokratisasi, mencegah erosidemokrasi, menghindari keruntuhan demokrasi, yang diteruskan denganmelengkapi demokrasi, pendalaman demokrasi dan mengorganisir demokrasisecara berkelanjutan.
7
 Dalam konsolidasi demokrasi diawali dengan negosiasi (transaksi)
4
Alfred Stepan, 1993, “Berbagai Jalur Menuju Demokratisasi : Sejumlah Pertimbangan Teoritis danKomparatif”, dalam Guillermo O’Donnell, Philippe C. Schmitter and Laurence Whitehead (eds.), 1993,
Transisi Menuju Demokrasi : Tinjauan Berbagai Perspektif 
, (Jakarta : LP3ES), hlm. 104-143.
5
Giuseppe di Palma, 1997,
Kiat Membangun Demokrasi : Sebuah Esai tentang Transisi Demokrasi
,(Jakarta : Yayasan Sumber Agung).
 
6
Laurence Whitehead, 1989, “The Consolidation of Fragile Democracy”, dalam Robert Pastor (ed.),
 Democracy in the Americas
, (New York : Holmes), hlm.30.
7
Andreas Schedler, 1998, “What is Democratic Consolidation?”,
 Journal of Democracy
, No. 2.

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
'Idris Afandi liked this
Mario Afrizikina liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->