Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
32Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ekonomi Syariah Sebagai Solusi Kelemahan Ekonomi Kapitalis

Ekonomi Syariah Sebagai Solusi Kelemahan Ekonomi Kapitalis

Ratings: (0)|Views: 2,464 |Likes:
Published by E.Kosmayadi

More info:

Published by: E.Kosmayadi on Oct 31, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2012

pdf

text

original

 
 1
EKONOMI SYARIAH SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENGATASIKELEMAHAN EKONOMI KAPITALIS
OlehE.Kosmayadi
A. PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang Masalah
Saat ini banyak didengar tentang globalisasi ekonomi yang merupakanperkembangan system ekonomi liberal kapitalis. Globalisasi ekonomi yang terjadibermula dari konsep domestikisasi yang merujuk kepada pemikiran John Naisbitt,yang menyatakan “perlu diubah menjadi sebuah konsep baru, yaitu domainisasi”.Domain, merupakan sistem cluster sektor ekonomi tertentu dan khas. Dalamhal ini yang dimaksud dengan domain bukan negara (misalnya Indonesia, Jepang,dll)melainkan jenis-jenis produk, misalnya Toyota, Honda, dsb. Maka, Toyota merupakandomain manufaktur otomotif. Batas-batas negara telah menjadi tidak nyatanamun tetap ada. dan inilah yang disebut sebagai globalisasi ekonomi. Domainekonomi adalah sebuah kenyataan riil yang tidak bisa kita pungkiri saat ini.Kenyataannya, bukanlah negara yang menciptakan perekonomian, melainkanwarga yang berada di dalamnya. Seharusnya pemerintah menciptakan kondisiyang kondusif dimana pertumbuhan dan optimalisasi domain ekonomi bisatumbuh subur. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah percaturan ekonomi duniasaat ini bukanlah globalisasi negara-negara, melainkan globalisasi aktivitasekonomi.Kondisi demikian mestinya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di suatunegara, karena terdapat peluang untuk masuk ke negara tetangga tanpa merusakbatas. Tetapi yang terjadi dimanfaatkan oleh kaum kapitalis. Secara historis,kapitalisme yang telah berkembang sejak abad ke-16 berpandangan bahwaindividu atau kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapatmemiliki atau melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang modalpada sebuah pasar bebas dimana harga ditentukan oleh permintaan dan penawaran,bertujuan untuk menghasilkan keuntungan yang statusnya dilindungi oleh negaramelalui hak pemilikan serta tunduk kepada hukum Negara atau pihak yangsudah terikat kontrak.Pola pikir kapitalisme adalah usaha pemilikan sarana produksi barang dan
 
 2
 jasa oleh
individu 
untuk kepentingan
i
ndividu 
.
Karena erat kaitannya denganpaham materialisme, maka perberkembangannya berorientasi materi yangdianggap akan mensejahterakan masyarakat.Oleh karena itu, penulis menggarisbawahi bahwa setelah mengetahuifenomena globalisasi ekonomi dan domain ekonomi ini bekerja, muncul pemikiran:”Bagaimana sebagai muslim, kita bisa menjadi pemain utama dalam domaintertentu, dan bagaimana kita membuat domain kita sendiri?” Harapan penulis,mengisi globalisasi ini bukan dengan logika kapitalis-materialistis, namun denganlogika masyarakat madani yang berpijak pada ekonomi syariah.Sebagai landasan berpikir, kita cermati pendapat Bernard Shaw yang dikutipSayyid Quthb dalam Amri (2008), yang menyatakan ”Sesungguhnya dunia Barat kinisudah mulai bergeser dan sedang mendekati Islam. Telah diramalkan bahwaagama Muhammad kelak di kemudian hari akan diterima oleh bangsa Eropa,dan kini gejala itu sudah mulai terlihat. Para tokoh gereja abad pertengahansengaja memberi gambaran yang kelam tentang ajaran Islam. Hal itu disebabkankarena kebodohan dan fanatisme yang ketat. Padahal kenyataannya merekasesungguhnya tidak mau bersikap jujur dengan membenci Muhammad dan agamabeliau serta menganggapnya sebagai musuh. Adapun saya sendiri, maka sayawajib mengatakan bahwa Muhammadlah penyelamat kemanusiaan. Saya yakinsepenuhnya, bahwa bila orang seperti dia ini memimpin dunia modern saat ini pastidapat memecahkan segala kemusykilannya dan dapat menciptakan perdamaian bagialam semesta.”Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk mengamati lebihmendalam dan dituangkan ke dalam makalah yang berjudul :
Ekonomi SyariahSebagai Solusi untuk mengatasi kelemahan Ekonomi Kapitalis”.
2.
Masalah
Secara filosofis, perekonomian yang berkembang di Indonesia adalah ekonomisyari’ah atau ekonomi Islam, karena dilihat dari sudut demografi penduduk Indonesiamayoritas beragama Islam. Di samping itu, “kebenaran” yang dijadikan acuan dalamtata kehidupan bersumber dari ajaran
agama, hukum, budaya 
dan
filsafat.
Olehkarena itu, seharusnya perekonomian Indonesia mengacu kepada ajaran Islam(Ekonomi Syariah).
 
 3
Maka, idealnya falsafah eknomi yang digunakan oleh umat Islam adalahekonomi Syari’ah atau ekonomi Islam. Prinsip “halal” merupakan acuan utama,karena bagi umat Islam memenuhi kebutuhan hidup tidak berorientasi materi,melainkan lebih mementingkan nilai spiritual (ukhrowi) dalam arti berlandaskan tauhid.Di samping itu, zakat dan sadaqah merupakan bagian yang tak terpisahkan denganaktivitas ekonomi.Tetapi dalam kenyataan, umat Islam Indonesia seperti tidak berdaya, karenadalam aktivitas ekonominya terjerat oleh sistem liberal kapitalis. Sebagai contoh,falsafah ekonomi masih ada yang menganut teori Adam Smith yang menyatakanbahwa “dengan modal yang sekecil-kecilnya diharapkan dapat memperolehkeuntungan yang sebesar-besarnya” sehingga dalam prakteknya akan menghalalkansegala cara, termasuk praktek ekonomi non halal yang merugikan banyak pihak.Kemudian, di sektor perbank-an, menggunakan prinsip “waktu adalah uang”sehingga muncul istilah bunga yang berbau riba. Di level masyarakat bawah, praktek jual beli dengan sistem ijon sampai saat ini masih banyak digunakan, padahal sudah jelas tidak sesuai dengan ajaran Islam, karena besar kemungkinan adanya salah satupihak yang dirugikan. Jual beli yang terlarang pun banyak dilakukan, seperti menjualbarang haram (minuman keras, daging babi, dan sebagainya). Bahkan akhir-akhir inimarak berita yang mengemukakan fakta tentang adanya produk makanan yangdiawetkan dicampur dengan barang atau zat yang haram, misalnya dendeng dan abonsapi bercampur dengan daging babi, atau makanan dicampur zat kimia yangmembahayakan. Dan masih banyak lagi praktek ekonomi liberal kapitalis yang dianutoleh sebagian umat Isam. Dengan demikian, masalah yang penulis rumuskan adalah”Bagaimana praktek sistem Ekonomi Syariah sebagai Solusi untuk mengatasikelemahan Ekonomi Kapitalis”.
3.
Tujuan
Berpijak kepada latar belakang dan rumusan masalah di atas, penulisanmakalah ini bertujuan untuk mengetahui praktek sistem Ekonomi Syariah sebagaiSolusi untuk mengatasi kelemahan Ekonomi Kapitalis”.
4.
Pendekatan
Untuk memecahkan masalah penulis menggunakan pendekatan analisisempiris dan studi kepustakaan. Dengan cara ini, penulis dapat membandingkan antara

Activity (32)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Marisa Wibowo liked this
Ririn Eku liked this
Ika Izatul Umami liked this
Masyatin Rais liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->