pelaksanan puasa, pelaksanaan zakat, kepatuhan kepada orangtua,hubungan antara sesama dan banyak lagi yang lain. Setiap jenis gejala pada‘pengamalan agama’ adalah satu variabel, karena itu sangat kompleks dansulit untuk diuji dengan metoda statistik. Karena itu, konsep multidimensionalhanya mungkin dijadikan variabel dalam penelitian yang berskala besar danbermaksud untuk menperoleh hasil yang mendalam.Variabel dimensi dapat dibedakan pada dua jenis;
diskret
dan
kontinu
.Secara umum, perbedaan antara kedua jenis variabel ini adalah bahwa,variabel diskret merupakan hasil perhitungan sedangkan variabel kontinumerupakan hasil pengukuran. Secara literal, diskret berarti tidak mempunyaipecahan (utuh). Maksudnya, dalam variabel kuantitatif diskret (
discretequantitative variables),
tiap nilai variabel dipisahkan oleh satu kesatuantententu. Jadi, variabel diskret hanya dapat dinyatakan dalam satuan-satuan(satu, dua, enam), dan satuan-satuan itu tidak dapat dibagi lagi ke dalamsatuan yang lebih kecil. Dengan demikian, data yang diperoleh dari variabelini adalah data nominal. Sedangkan variabel kuantitatif kontinu (
continuousquantitative variables)
adalah variabel yang bersambungan, artinya di antaradua unit ukuran masih terdapat unit-unit ukuran lain yang secara teoritiktidak terhingga banyaknya. Contohnya, di antara 1,5 meter dan 1,6 metermasih terdapat ukuran 1,51, 1,52 dan seterusnya. Data yang diperoleh darivariabel kontinu ini terdiri dari data skala rasio, skala interval, dan skalaordinal. Kerlinger menyatakan; bahwa variabel kontinu itu memilikisehimpunan harga yang teratur dalam suatu cakupan (range) tertentu. Inimenunjukkan;
pertama,
harga-harga suatu variabel kontinu mencerminkansuatu urutan peringkat (
rank order
). Harga yang lebih besar menunjukkanlebih banyak sifat tertentu yang dimilikinya dibanding dengan harga yanglebih kecil, dan
kedua,
ukuran-ukuran kontinu termuat dalam suatu range dansetiap individu mendapat skor yang ada dalam range itu.Dalam penelitian kuantitatif, variabel yang paling baik adalah konsepdimensi. Alasannya, adalah karena 1) konsep dimensi dapat diterapkan untuksemua budaya, dan 2) konsep dimensi akan menghasilkan data berbentukskala sehingga lebih mungkin untuk dianalisis dengan metode-metodestatistik yang lebih akurat. Hal ini bukan berarti konsep kategori tidakberguna, sebab konsep ini juga masih dapat dianalisis dengan statistik non-prametrik dengan hasil perhitungan kasar atau dapat juga diubah dengancara-cara tertentu menjadi konsep dimensi.