Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konflik Antar Perguruan Silat Di Madiun

Konflik Antar Perguruan Silat Di Madiun

Ratings: (0)|Views: 2,248 |Likes:
Published by Setyo Bimo

More info:

Published by: Setyo Bimo on Oct 31, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2012

pdf

text

original

 
PERGURUAN TINGGI ILMU KEPOLISIANMAHASISWA ANGKATAN LV
KONFLIK ANTAR PERGURUANPENCAK SILAT DI MADIUN
A. LATAR BELAKANG
Kasus perkelahian antar perguruan silat yang di motori oleh PersaudaraanSetia Hati Terate (PSHT) dan Setia Hati winongo atau di sebut STK (Sedulur tunggal kecer) di karesidenan madiun akhir-akhir ini sangat marak danmelibatkan masa pendukung secara massif dan di sertai dengan pengerusakanserta jatuhnya korban jiwa. Konflik yang berpangkal dari perbedaan penafsirandan klaim kebenaran tentang ideologi ke-SH-an merambat hampir seluruhkarisedanan Madiun. Hadirnya konflik tersebut juga menimbulkan keresahan danketidaknyaman berbagai lapisan masyarakat. Arkeologi Kekerasan SH Terate VSSH Winongo.Perkelahian secara turun temurun antar SH Terate dan SH Winongo tidaklepas dari sejarah yang melatarbelakangi. Kedua perguruan tersebut awalnyamerupakan satu perguruan yaitu “Joyo Gendilo Cipto Mulyo” yang berdiri dikampung Tambak Gringsing Surabaya oleh KI Ngabehi Soerodiwiryo dari Madiunpada tahun 1903. Pada tahun tersebut KI Ngabehi hanya dengan 8 orang siswa,didahului oleh 2 orang saudara yaitu Noto/Gunadi (adik kandung KI Ngabehisendiri) dan kenevel Belanda. Organisasi silat tersebut mendapat hati dikalangan masyarakat sekitar tahun 1917, yang mana Joyo Gendilo Cipto Mulyomelakukan demonstrasi silat secara terbuka di alun–alun Madiun danmenjadikannya sebagai perguruan yang popular di kalangan masyarakat karenagerakan yang unik penuh seni dan bertenaga. Pada tahun 1917 Joyo GendiloCipto Mulyo bergati nama dengan Setia Hati.Pendiri perguruan tersebut meninggal pada tanggal 10 November 1944dalam usia 75 tahun, dengan meninggalkan wasiat supaya rumah danpekarangannya diwakafkan kepada Setia Hati dan selama bu Ngabehi
 
Soerodiwiryo masih hidup tetap menetap di rumah tersebut dengan menikmatipensiun dari perguruan tersebut. KI Ngabehi dimakamkan di Desa WinongoMadiun dengan batu nisan garnit dengan dikelilingi bunga melati. Dan olehberbagai kalangan makam Ki Ngabei dijadikan pusat dari perguruan Setia Hati.Dan pada Tahun 1922 Murid KI Ngabei Soerodiwiryo mendirikan Setia HatiTeratai sebagai respon untuk mengembangkan Pencak silat dengan ideologi ke-SH-an. Pertentangan ideologi memulai memuncak ketika pendiri SH meninggalyang mana konflik tersebut di motori oleh dua murid kesayangan Ki NgabehiSoerodiwiryo yang mengakibatkan pecahnya SH dan terbagi dalam 2 wilayahteritorial yaitu SH Winongo yang tetap berpusat di Desa Winongo dan SH Teratedi Desa Pilangbangau Madiun. Konflik kedua murid merambat sampai akarumput sampai sekarang yang di penuhi rasa kebencian satu sama lain.
B. SUBSTANSI
Konflik antar kelompok perguruan pencak silat tersebut di perparahkepentingan politik dan perebutan basis ekonomi. Basis pendukung antar keduaperguruan di bedakan oleh perbedaan kelas juga. SH Winongo berkembangdalam alam perkotaan dan basis pendukungnya adalah para bangsawan ataupriyayi sedangkan SH Teratai berkembang diwilayah pedesaan dan pinggirankota. Perpecahan kedua perguruan tadi juga terletak dalam strategipengembangan ideologi yang satu bersifat ekslusif, sedangkan Hardjo Utomoingin membangun SH yang lebih bisa diterima masyarakat bawah gunamelestarikan perguruan. Melihat dari latar belakang tersebut konflik yang tejadiadalah konflik identitas yang mana kedua perguruan tersebut saling mengklaimkebenaran pembawa nilai ideologi SH yang orisinil dan menganggap dirinyayang paling baik dan benar.Klaim kebenaran terus menerus di reproduksi sehingga membentukpraktek–praktek diskursif yang saling meyalahkan satu sama lain. Konflik yang digerakkan oleh klaim kebenaran pemegang otoritas tunggal ideologi ke-SH-an juga di dukung oleh kultur agraris masyarakat setempat yang dalam kehidupansehari-hari tidak mempunyai kegiatan selain bertani untuk memenuhi kebutuhansehari–hari. Tumbuh suburnya perguruan silat di karesidenan Madiun juga di
 
topang oleh idelogi pencak silat yang di olah kebatinan kejawen yang sangatfamiliar dalam kehidupan sehari–hari. Implikasinya kelompok silat menjadi suatuyang integral dalam kehidupan masyarakat dan masyarakat juga ikutmelestarikan konflik di sebabkan tingkat partisipasinya dalam kelompok silatsangat tinggi. Hadirnya kelompok silat dalam masyrakat agraris adalah sebuahmedia sosial untuk melepaskan rutinitas sehari –hari dan sebagai pelepastekanan kemiskinan yang sering di derita masyarakat petani. Partisipasimasyarakat yang tinggi dalam kelompok silat dan di barengi sentimen ideologisyang kuat dan cenderung emosional dalam bertindak seringkali di manfaatkanoleh kelompok kepentingan yaitu oleh para politisi lokal untuk mendukung parpolyang di pimpinnya.Fenomena tersebut bisa di lihat Mantan Bupati Ponorogo Markum padatahun 1998 lalu bergabung menjadi anggota kehormatan SH Terate. Makakelompok silat yang jumlahnya ribuan sangat potensial untuk mendukungkepentingan parpol tertentu. Hadirnya nuansa politisasi dalam sebuah organisasisilat yang menambah rantai konflik semakin panjang dan sangat sulit untuk diselesaikan. Pertarungan eksistensi antara SH Winongo dan SH Terate jugaberimbas pada perekutan anggota sebanyak–banyaknya. Dalammemperebutkan anggota juga sebagai perebutan basis ekonomi. Hasil Penelitianyang di lakukan oleh
E. Probo
dia mengambil contoh SH Terate (
2002 :6 makalah diskusi 
), untuk satu kali pelantikan setiap bulan Sura (bulan pertamadalam kalender Jawa), Terate melakukan pelantikan sejumlah 1000-2000anggota baru, jika satu anggota membayar 700 ribu rupiah, maka uang yangakan masuk ke organisasi dalam satu tahun adalah 700 juta hingga 1,4 milyar rupiah!!! Jumlah yang fantastis. Ini menarik sekali, sebuah organisasi silatdengan jumlah anggota 35.000 orang dan pemasukan 700 juta hingga 1,4 milyar rupiah per tahun. Maka bila salah satu perguruan silat menguasai satu daerahmaka dengan sekuat tenaga akan mempertahankan, karena di situlah eksitensisebuah perguruan silat di pertaruhkan di lain itu mereka juga tidak maukehilangan basis ekonominya.
C. ANALISA

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Tri Yuna liked this
Ratna Dwipa liked this
funrock liked this
Arisa Isabella liked this
Ultramen War liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->