De-Signs of the Times:
Paradigma-paradigma Posmodern
Strukturalisme dan Semiotika
Ilmu yang mempelajari kehidupan tentang tanda-tanda dalam masyarakat
adalah masuk akal; ini akan menjadi sebuah bagian dari psikologi sosial dan,sebagai konsekuensinya, menjadi bagian dari psikologi umum; aku akanmenyebutnya
semiologi
(dari bahasa Yunani
semeion
= “tanda”). Semiologi akanmenunjukkan apa saja yang menjadi unsur-unsur dari tanda-tanda, apa hukum-hukum yang mengatur mereka. Ketika ilmu ini belum eksis, tak seorang pundapat mengatakan tentangnya; tapi, ia mempunyai hak untuk eksis, sebuah wilayah yang mendapat pengawasan terlebih dahulu.Ferdinand de Saussure,
Course in General Linguistics
(1916)Strukturalisme (studi tentang struktur-struktur budaya) dan ilmu-ilmu yang berhubungan dengan semiotika (ilmu tentang tanda-tanda), keduanya terlahiroleh sebuah teks tunggal, yaitu,
Course in General Linguistics
, yang ditulis olehpakar linguistik Swiss, Ferdinand de Saussure (1857-1913), setelah kematiannya.Dalam praktek, dua karya Saussure ini sulit untuk dibedakan, tapi padagaris besarnya, keduanya dapat didefinisikan sebagai berikut:
•
Strukturalisme adalah istilah yang lebih inklusif. Ia mengacu padapenelitian untuk sturktur-struktur “mendalam” umum, yang melandasiranah yang luas dari ekspresi-ekspresi budaya. Sebuah contoh dariantropologi adalah analisa Claude Levi-Strauss tentang mitos: banyak mitos yang tampak berbeda, sebenarnya mempunyak “makna” yang sama(menyediakan fungsi yang sama) ketika mereka beroperasi dengan cara yang sama (mempunyai struktur yang sama). Para strukturalis dari satu jenis atau jenis lain mungkin juga ditemukan di kalangan para filosuf,sejarawan, psikolog, dan kritikus sastra, disamping pakar linguistik.
Leave a Comment