Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
61Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perspektif Behavioristik Dalam Kurikulum Pendidikan Di Indonesia

Perspektif Behavioristik Dalam Kurikulum Pendidikan Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 4,165 |Likes:
Published by pawitmy

More info:

Published by: pawitmy on Oct 31, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2013

pdf

text

original

 
Perspektif Kritis terhadap Implementasi PandanganBehavioristik dalamKurikulum Pendidikan di IndonesiaOleh:
1
Pawit M. YusupStruktur Tulisan (Daftar Isi):A.Pendahuluan: perspektif filosofis
Landasan Filosofis Kurikulum
B.Fakta di balik realita Pembelajaran berkarakterbehavioristik: Seputar warna behaviorisme dalampraksis pendidikanC.Pembahasan: Perspektif Implementatif teori-teoribelajar behavioristik 
a)Teori belajar SR:b)Operant conditioning:c)Teori belajar sosial dari A. Bandurad)Teori pengembangan sosial dari L. Vygotsky e)Teori belajar struktural dari J. Scandura
A.Kritik terhadap pandangan behaviorisme dalampendidikan
a)
Pandangan Tentang Pengetahuan, Belajar danPembelajaran
:
b)Masalah Belajar dan Pembelajaran:c)Masalah Belajar dan Pembelajaran: StrategiPembelajaran:d)Masalah Belajar dan Pembelajaran: Evaluasi:
A.
Kesimpulan dan Rekomendasi:B.Daftar Pustaka:A.Pendahuluan
Perspektif filosofis
Berbicara tentang ppsikologi termasuk psikologi belajarsebagaimana orang telah mengenalnya, sebenarnya bersandarpada konsepsi tertentu sifat dasar manusia. Ia banyakmenjelaskan tentang hakekat manusia dalam hidup dankehidupannya. Oleh karena itu psikologi banyak kaitannyadengan filsafat tentang manusia. Tentang keberadaan manusia dipandang dari segi fisik, darisegi mental, atau dari segi keduanya sekaligus. Atau mungkin juga dari segi-segi yang lain, seperti misalnya manusia adalah
1 Dosen pada Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi UnpadBandung 2009
 
hewan dengan ciri-ciri tertentu, manusia adalah makhluk yangunik, dll. Pokoknya banyak teori tentang manusia yang hinggakini masih terus berlangsung.Mulai dari pandangan-pandangan yang bersifat introspektif filsafati yang banyak dikembangkan di masa lalu sebelumpengetahuan yang bersifat
ilmiah-empiris
lahir, hinggaberkembang menjadi beragam teori yang bersifat empiris. Baikpandangan tersebut mengarah kepada
situasional centered 
atau
situasional oriented 
seperti tergambar dalam banyak penganutteori behavioristik, maupun pada yang bersifat
 person oriented 
.Semua itu digali dan kemudian dikembangkan oleh para ahlibidang-bidang psikologi pada umumnya. Beberapa ahli yangmengembangkan teori ini seperti Kurt Lewin, E.C. Tolman, JohnDewey, dan beberapa orang lainnya, banyak digunakan konsep-konsepnya sebagai bahan penjelasan. (Bigge, 1982).Manusia menurut visi beberapa teori belajar berbeda satusama lain, bahkan ada yang tampak saling bertentangan antarayang satu dengan yang lainnya. Mereka ada yang tampak salingmenjatuhkan, meskipun apabila disadari secara bijak, tidak adasatu teori pun yang benar-benar ingin atau bertujuanmerobohkan teori lainnya. Hakekat adanya teori sebenarnyasaling melengkapi satu sama lain. Hal ini demikian karena tidakada satu buah teori yang bisa berlaku umum di semua situasi dankondisi dan semua bidang masalah. Yang ada hanyalah bahwateori yang satu lebih cocok dan sesuai untuk diterapkan dalambidang permasalahan tertentu, sedangkan teori lainnya kurangcocok, misalnya.Salah satu teori belajar yang belakangan muncul adalah yangberbasis pada psikologi kognitif, yang merupakan rival atausetidaknya tidak sama pandangan-pandangannya dengan konseppsikologi behavioristik, konsep introspektif, atau teori nonempirislainnya. (Lihat, Bigge, 1984; dan Littlejohn, 1988: 68-94).Sebelum sampai kepada masalah pokoknya, orang perlupaham lebih dahulu akan konsep dasarnya, bahwa manusiasecara psikologis bisa dianggap sebagai makhluk yang bercirisebagai berikut:
Manusia mempunyai instink dan kebutuhan
. Pandangan inimendasari banyak teori tentang konsep manusia itu sendirisebagai makhluk yang berinteraksi dengan lingkungannya.Karena dasarnya instink dan kebutuhan, maka segala halyang bergerak atau digerakkan oleh kedua dasar itulah yangakan menjadi kenyataannya. Orang melakukan sesuatu ituatas dasar instink, atau atas dasar kebutuhan untukmemenuhinya. Jelasnya hal ini merupakan pandangan
2
 
aktualisasi diri. Juga pandangan-pandangan humanismepsikedelik dan apersepsi yang dikembangkan oleh Herbartdan para pengikutnya. Pandangan-pandangan ini mengarahkepada perbuatan-perbuatan manusia yang bisa diterkamelalui teori introspeksi. Dengan merenung dan mengamatipola kerja dan pola pikir yang ada pada diri sendiri,kemudian direfleksikan untuk kejelasan-kejelasan sebuahgagasan, termasuk untuk menjelaskan tentang manusialainnya dalam perilaku kehidupannya.
Pandangan kedua adalah bahwa manusia dianggap sebagaiorganisme yang pasif-reaktif terhadap lingkungannya
.Segala perilaku kehidupannya banyak dipengaruhi olehlingkungan tempat tinggalnya. Orang berbuat itusebenarnya ia sedang mereaksi suatu stimulus yang datangdari luar. Jadi perubahan perilaku yang terjadi pada manusiasebenarnya merupakan adanya hubungan yang lancarantara stimulus dan respons (
S-R bond 
). Konsep ini diawalioleh Pavlov; dan teorinya dikenal dengan behaviorismePavlovian, yang tampak dalam cabang danpengembangannya seperti koneksionisme, pembiasaanklasik, dan pembiasaan berinstrumen. Untuk ini pandanganfilsafatnya adalah
realisme saintifik 
atau
empirikisme logis.
Pandangan yang ketiga adalah bahwa manusia itumempunyai kemauan, berinteraksi dengan lingkungannyasecara aktif. Ia tidak dianggap sebagai makhluk yang secarautuh dipengaruhi oleh lingkungannya, akan tetapi justru iaberusaha untuk membentuk lingkungannya sesuai dengankemauannya dan seleranya. Ia berusaha untuk memahamilingkungannya, dan oleh karena itu ia berpikir (
homosapiens
). Pandangan ini dikenal dengan kognitif; danteorinya disebut dengan psikologi kognitif. Pandanganfilsafatnya adalah
 pragmatisme
atau
relativisme ruangkognitif.
Pandangan yang ketiga ini yang kelak berkembangmenjadi teori belajar konstruktivisme yang dikembangkanoleh psikologi kognitif, psikologi gestalt, dengan parapelopornya antara lain adalah EC Tollman, Piaget, Koffka,dan ML Bigge. (Bigge, 1982).Sebenarnya baik empirikisme logis maupun relativismepositif, keduanya bersifat empirikistis, karena mereka berpusatpada pengetahuan yang diperoleh dari atau melalui pengalaman.Namun untuk relativisme positif adalah berkenaan denganempirikisme psikologis. Pengalaman manusia tumbuh danberkembang keluar mengikuti kemauan-kemauannya. Disebut juga dengan empirikisme ruang kognitif karena ia berpandangan
3

Activity (61)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
fifit liked this
Alive Ichicqiwir liked this
Anton Nugroho liked this
Safrizal Izal liked this
Asep Ahmad Sukandar added this note
sungguh bemrmanfaat untukku, allohummanfa'na

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->