• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 1
    CommentGo Back
Download
 
Kultur KehidupanVSKultur Kematian
Aborsi (mengugurkan kandungan)
Meninjau makna dari aborsi ditinjau dari sudut pandang KeDokteran,Hukum dan agama
 
 
(isi dengannama & nmp)
 
(isi dengannama & nmp)
 
Bastantavicario.sNmp:200973090042
 
Namakelompok5 :
 
(isi dengannama & nmp)
 
(isi dengannama & nmp)
 
2009
 
Dosen : (isi dengan nama dosen)
Mata Kuliah : Etika10/31/2009
 
BAB I
Pengertian Dari Arbosi
= Menggugurkan Kandungan
Ditinjau dari Segi Kedoteran
 
Definisi
Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah “abortus” adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia 20 minggu kehamilan atau berat bayi kurang dari 500 g(ketika janin belum dapat hidup di luar kandungan).1 Angka kejadian aborsi meningkat dengan bertambahnya usia dan terdapatnya riwayat aborsi sebelumnya. Proses abortus dapat berlangsungsecara :1.Spontan / alamiah (terjadi secara alami, tanpa tindakan apapun)2.Buatan / sengaja (aborsi yang dilakukan secara sengaja),3.Terapeutik / medis (aborsi yang dilakukan atas indikasi medik karena terdapatnya suatu permasalahan atau komplikasi).
 
Gambar 1.Menurut anda, Apa yang dipikirkan bayi pada gambar di atas ?
Penyebab
Penyebab abortus spontan bervariasi meliputi infeksi, faktor hormonal, kelainan bentuk rahim,faktor imunologi (kekebalan tubuh), dan penyakit dari ibu. Penyebab abortus pada umumnyaterbagi atas faktor janin dan faktor ibu.
Faktor Janin
Pada umumnya abortus spontan yang terjadi karena faktor janin disebabkan karena terdapatnyakelainan pada perkembangan janin [seperti kelainan kromosom (genetik)], gangguan pada ari-ari,maupun kecelakaan pada janin. Frekuensi terjadinya kelainan kromosom (genetik) pada triwulan pertama berkisar sebesar 60%.
Faktor ibu
Beberapa hal yang berkaitan dengan faktor ibu yang dapat menyebabkan abortus spontan adalahfaktor genetik orangtua yang berperan sebagai
carrier 
(pembawa) di dalam kelainan genetik;infeksi pada kehamilan seperti herpes simpleks virus, cytomegalovirus, sifilis, gonorrhea;kelainan hormonal seperti hipertiroid, kencing manis yang tidak terkontrol; kelainan jantung;kelainan bawaan dari rahim, seperti rahim bikornu (rahim yang bertanduk), rahim yang bersepta(memiliki selaput pembatas di dalamnya) maupun parut rahim akibat riwayat kuret atau operasirahim sebelumnya. Mioma pada rahim juga berkaitan dengan angka kejadian aborsi spontan.Faktor risiko yang berhubungan dengan terjadinya abortus adalah :1.Usia ibu yang lanjut2.Riwayat kehamilan sebelumnya yang kurang bai3.Riwayat infertilitas (tidak memiliki anak)4.Adanya kelainan atau penyakit yang menyertai kehamilan5.Infeksi (cacar, toxoplasma, dll)6.Paparan dengan berbagai macam zat kimia (rokok, obat-obatab, alkohol, radiasi)7.Trauma pada perut atau panggul pada 3 bulan pertama kehamilan8.Kelainan kromosom (genetik)
Tanda dan Gejala
1.Nyeri perut bagian bawah2.Keram pada rahim3.Nyeri pada punggung4.Perdarahan dari kemaluan5.Pembukaan leher rahim6.Pengeluaran janin dari dalam rahim
Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan USG, pemeriksaan darah, dan pemeriksaan hormonal kadar B-hCG.
Tatalaksana pasca abortus
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...

kk makalah na bgs,,,tp gw ga tw ni cr bwt ngambil na bwt d masukn k flasdis,,,bs ga ksh cr na bwt bs copy tu makalh??

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...