Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
11Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pert Am in A

Pert Am in A

Ratings: (0)|Views: 2,509|Likes:
Published by naga_motor

More info:

Published by: naga_motor on Oct 31, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/11/2012

pdf

text

original

 
EditorialMedia Pekan Ini
POJOK MANAJEMEN
Ferederick ST Siahaan : Aset Penunjang UsahaDikelola Secara Terpusat
TRANSFORMASI
Meningkatkan Kompetensi SDM Melalui HCI Forum
KIPRAH ANAK PERUSAHAAN
PEP Improvement & Innovation Awards 2009 
2
SELEKTIF, LUGAS , & INFORMATIF
TERBIT SETIAP SENIN
No. 43, Tahun XLV, 26 Oktober 2009
4
Foto: Kun/Dok. Pertamina
Mutualisma Natuna
Dana Pensiun PertaminaRaih ADPI Award 2009
Untuk kategori aktiva bersihdi atas Rp 1 triliun ini, DanaPensiun Pertaminamengalahkan DanaPensiun Bank Mandiri Duadan Dana Pensiun Pusri.
Presiden Direktur Dana Pensiun Pertamina Torang M. Napitupulu (kanan) menerima ADPI Award 2009 dari Kepala Biro Dana Pensiun Bapepam LK MulabasaHutabarat Djodi, (5/10). Dana Pensiun Pertamina memperoleh penghargaan dari Asosiasi Dana Pensiun Indonesia untuk kategori Dana Pensiun Pemberi Kerja-Program Pensiun Manfaat Pasti (DP-PK-PPMP) yang memiliki aktiva bersih di atas Rp 1 triliun.
Bersambung ke halaman 7 
JAKARTA - Sebagai wujudkinerja terbaik dalam penge-lolaan dana pensiun, Perta-mina meraih penghargaan juara pertama dalam acaraAsosiasi Dana Pensiun In-ADPI Djoni Rolindrawan.Acara berlangsung di SumbaRoom Hotel Borobudur –Jakarta, Senin (5/10).Sebanyak 230 Dana Pen-siun yang ikut serta dalamADPI Award ini dibagi da-lam delapan kategori. Yaitu,kategori DPPK-PPMP ak-tiva bersih di atas Rp. 1 tri-liun, DPPK-PPMP di atasRp 500 miliar s.d Rp 1 tri-liun, DPPK-PPMP di atasRp 200 miliar s.d Rp 500milyar, DPPK-PPMP di atasRp 100 miliar s.d Rp 200milyar, DPPK-PPMP di atasRp 50 miliar s.d Rp 100 mi-liar, DPPK-PPMP di bawahRp 50 miliar, DPPK-Pro-gram Pensiun Iuran Pasti(PPIP) di atas Rp 100 miliardan DPPK-PPIP di bawahRp 100 miliar.Adapun aspek yang di- jadikan penilaian yaitu,
 Re-turn on Investment 
(ROI),
 Return on Asset 
(ROA),donesia (ADPI) Award 2009untuk kategori Dana PensiunPemberi Kerja-ProgramPensiun Manfaat Pasti (DP-PK-PPMP) yang memilikiaktiva bersih di atas Rp 1 tri-liun.Penghargaan ini diterimaPresiden Direktur DanaPensiun Pertamina TorangM. Napitupulu yang dise-rahkan oleh Kepala Biro Da-na Pensiun Bapepam LKMulabasa Hutabarat Djodi,didampingi Ketua UmumPemerintah sudah memutuskan pengalihan hakpengelolaan Blok Natuna kepada Pertamina setelahberakhirnya kontrak dengan Exxon Mobil. KeputusanPemerintah sudah final. Pertamina saat ini sedang me-nyeleksi pihak mana yang akan menjadi mitra kerjanyadalam mengelelola Blok Natuna. Ada Exxon Mobil,Shell, Statoil, Chevron, Total, CNPC, Eni, dan Petronasyang akan dipilih salah satunya.Ada yang patut dihormati dan diperhatikan semuapihak dari pernyataan Direktur Utama Pertamina KarenAgustiawan sebagai syarat mitra kerja Pertamina di BlokNatuna. Di antaranya harus mau melepaskan hak ope-ratornya di Natuna setelah 10 tahun Natuna beroperasi.Mitra itu harus mau memberikan penguatan agar Per-tamina menjadi perusahaan kelas dunia. Dan mitra ituharus memberikan kesempatan kepada Pertamina ikutmengelola wilayah kerja sang mitra.Persyaratan Pertamina seperti diungkapkan KarenAgustiawan wajar belaka. Karena yang dituntut Perta-mina bukan sesuatu yang berlebihan selain sebatas tun-tutan adanya simbiosis mutualisma, sebuah hubunganyang saling menguntungkan,
win-win relationship
. Kalauperusahaan seumpama Exxon Mobil, Shell, Chevron, danTotal sudah sedemikian lama berkiprah di bumi Nu-santara, tentu tak berlebihan kalau perusahaan Nusantaramenginginkan perusahaan-perusahaan itu memberikankesempatan kiprahnya di wilayah kerja perusahaan-per-usahaan itu.Kalau perusahaan-perusahaan seumpama CNPC, Eni,StatOil, dan Petronas memperoleh kesempatan masukke wilayah Nusantara, menggarap ladang minyak ataulahan bisnis migas di negeri ini adalah wajar belaka kalauPertamina masuk ke China, Italia, Norwegia, dan Malay-sia. Atau setidaknya ikut serta dalam wilayah ekspansiperusahaan-perusahaan itu.Pertamina telah mendapatkan manfaat besar beker- jasama dengan perusahaan-perusahaan migas asing danperusahaan-perusahaan swasta nasional. Beraliansi stra-tegis akan menjadi jalan terbaik Pertamina dalam me-nempuh perjalanan bisnisnya ke depan. Mitra untukaliansi strategis tak sembarang dipilih Pertamina kecualimembawa sesuatu yang diperlukan Pertamina dan belumada di Pertamina, seumpama, teknologi, investasi, atau
skill
dan
experience
. Misalnya Pertamina sedang gencar-gencar bergiat di
offshore,
maka Pertamina memerlukanmitra strategis yang berkompetensi di bidang
offshore
.Termasuk mengoperasikan Natuna, di mana Per-tamina memerlukan mitra yang berkemampuan teknologipenanganan CO2; kemampuan finansial; dan siapmenjadi mentor Pertamina dalam pembenahan mana- jemen proyek Pertamina hingga terwujud sebagai
world class national oil company
. Tentu saja memberikan pro-posal kerjasama saling menguntungkan, terbuka untukproses alih teknologi kepada Pertamina.•
 
• KETUA PENGARAH
Vice President Corporate Communication
• WAKIL KETUA PENGARAH
/
PENANGGUNG JAWAB
Manajer Media
• PIMPINAN REDAKSI
B. Trikora Putra
• WK. PIMPINAN REDAKSI
 WiandaArindita Pusponegoro
REDAKTUR PELAKSANA 
 Printed Publication Officer
• TIM REDAKSI
 Nandang Suherlan, Urip Herdiman K., Nilawati Dj., Irli K.
• ARTISTIK 
 Rianti Octavia
 
FOTOGRAFER PUSAT
DadangRachmat Pudja, Kuntoro, Burniat Fitrantau
• SIRKULASI
Ichwanusyafa
• KONTRIBUTOR 
 Seluruh Hupmas Unit, Anak Perusahaan & Joven
• ALAMAT REDAKSI
  Jl. Perwira No. 2-4, Jakarta Telp. 3815946, 3815966,3816046 Faks. 3815852, 3815936
• HOME PAGE
http://www.pertamina.com
• EMAIL 
 bulletin@pertamina.com, mediapertamina@gmail.com
• PENERBIT
Divisi Komunikasi - Sekretaris Perseroan
No. 43
Tahun XLV, 26 Oktober 2009
2
POJOK
MANAJEMEN
Direktur Keuangan
Ferederick ST Siahaan
Aset Penunjang Usaha DikelolaSecara Terpusat
Pengantar Redaksi :Menindaklanjuti SuratKeputusan Direktur UtamaPertamina tahun 2006 tentangpengelolaan Aset Non Operasi(Aset Penunjang Usaha)secara terpusat, Pertaminamelaksanakan serah terima Aset Penunjang Usaha (APU)Refinery Unit (RU) III Plajuyang akan dikelola secaraterpusat oleh Kantor PusatPertamina. Berikut paparandari
Direktur KeuanganPertamina Ferederick STSiahaan
dalam acarapenandatanganan serahterima aset di Kantor PusatPertamina, Rabu (30/9).Dalam kesempatantersebut, kami akanmemberikan penjelasanmengenai aset penunjangusaha Refinery Unit III Plaju. Aset tersebut berupa tanahsebanyak 42 bidang tanah danbangunan sebanyak 388 unit.Dengan terwujudnya SKDirektur Utama tentang APUini, diharapkan dapat dijadikanmodel atau
 pilot project 
untukditerapkan juga pada unit-unityang lain.Selama ini kita memangterbebani oleh APU yangsudah tidak memberikanmanfaat dan tetap memberikanbeban biaya. Mudah-mudahanmelalui penandatanganan iniakan membersihkan daribiaya-biaya yang sebetulnyatidak memberi manfaat lagikepada kami, secara
 performance
keuangan akanmenjadi lebih baik dimasing-masing kilang Pertamina.Setiap aset yang tidakmemberi manfaat ekonomisdan nilai keekonomiannyaturun maka akan dilakukan
impairment 
sebesar kuranglebih Rp 275 miliar. Artinya,setiap aset yang tidakmemberikan manfaat ekonomisakan melakukan
impairment 
.Dan saya kira, kedepan
impairment 
akan menjadi salahsatu
key performance indicator 
KPI)
Management Asset 
untukmenjamin bahwa apa yangdiserahterimakan benar-benar membawa manfaat atau tidakmenjadi beban baru bagiPertamina.
Kedua,
aset penunjangusaha buat saya terus terangmasih belum bisa didefinisikansecara benar. Apa yangdisebut dengan AsetPenunjang Usaha.Menurut saya setiapfasilitas yang tidak terkaitlangsung dengan kegiatanoperasional itu adalahpenunjang usaha, sedangkan Aset Penunjang Usaha yangsifatnya
open acces
itumestinya dikelola oleh
management asset 
.Bisnis model seperti iniakan kita coba, apakah
Capital Transfer 
ini bisa berjalandengan baik. Karena ada jugaaset-aset penunjang usahayang ada di unit-unit operasiyang juga dipakai oleh pihakumum misalnya, rumah sakitatau lapangan golf. Yangmenyebabkan adanyapemasukan dari masyarakatyang menggunakan fasilitasPertamina. Siapa yang harusmemonitor dan menjaminkualitas bahwa aset yang adadisana bisa dimanfaatkansesuai dengna fungsiekonomis.
Ketiga,
saya jugamengatakan ini di unit-unit,bahwa kita perlu melakukanstandarisasi yang disebutdengan Aset Penunjang Usaha(APU). Karena dibeberapakilang di pemasaran misalnyasaya menemukan rumahpekerja bisa berbeda-bedastandarnya. Atau bahkanberbagai fungsi di unit,misalnya fungsi SDM punyarumah berbeda dengan fungsikeuangan dan fungsi operasi.Padahal sama-sama rumahuntuk pekerja.Hal-hal seperti inilah, yangmenurut saya harusdidefinisikan dengan jelas. Danitu dilakukan ketika pertamakali membuat Aset PenunjangUsaha, mulai dari kualitasnya,manfaatnya, hinggastandarnya seperti apa. Itusemuanya harus jelas, karenasekarang ini Pertamina bukanlagi jamannya
cost and fee
,dimana semua biaya-biayaasset diganti oleh Pemerintahdalam hal subsidi.Karena sekarang ini, kitaberjalan dengan
independent refinery 
. Dimana kita yangmemutuskan aset apa yangdiperlukan dan aset apa yangdipakai untuk mengalirkan
margin
secara wajar.Saya yakin, selamadilakukan secara fokus setiapasset akan memberikanmanfaat ekonomis, jika inimenjadi tujuannya makaakan terlaksana denganbaik.Saya mendorongsupaya kita bisa lebihagresif lagi khususnyadipangkalan Berandantahun lalu pada saat kePangkalan Berandan itulebih menyedihkan lagiuntuk mengurangi PajakBumi dan Bangunanterpaksa atapnya dibongkar supaya PBB-nya lebihmurah.Jadi saya kira itumenyedihkan jika kitamemiliki aset tapi kita tidakpakai, dan kelola sepertipangkalan Berandan kitamelakukan 100 persen
impairment.
Karena kitatidak melihat lagi manfaatekonomisnya sepanjangkita bisa membuktikanbahwa ada rencana untukaset tersebut bisa memberimanfaat.Dan saya terusberharap bahwa aset harusmemberikan manfaat bagiPertamina dan janganmenjadikan beban dalamhal pengelolaannya. Untukselama masa transisi apayang bisa kita lakukan danapa yang didapatkan secarasinergi, harus terusdilakukan.Karena semakin kitasadar biaya, maka semakinkita
costumer facus
danmudah-mudahan kita bisamenjadi lebih efisien danmenjadi lebih baik.•
NDJ/IK 
Aset Penunjang Usaha RU III Dikelola Secara Terpusat
JAKARTA –Menindaklan-- juti Surat Keputusan Di-rektur Utama Pertamina ta-hun 2006 tentang penge-lolaan Aset Non Operasi(Aset Penunjang Usaha) se-cara terpusat, Pertaminamelaksanakan serah terimaAset Penunjang Usaha(APU) Refinery Unit (RU)III Plaju yang akan dikelolasecara terpusat oleh KantorPusat Pertamina.Panandatanganan BeritaAcara
Capital Transfer
AsetPenunjang Usaha (
Captrans
APU) RU III Plaju ditanda-tangani oleh Direktur Pe-ngolahan Rukmi Hadihartiniselaku pihak pertama pem-bina aset di lingkungan Di-rektorat Pengolahan dan Di-rektur Umum & SDM Wa-luyo (saat menjabat,
red 
)yang disaksikan oleh Direk-tur Keuangan Ferederick STSiahaan di Gedung UtamaKantor Pusat Pertamina Ja-karta, Rabu (30/9).Aset tersebut berupa ta-nah sebanyak 42 bidang ta-nah dan 388 unit bangunan.Dengan terwujudnya SK Di-rektur Utama tentang APUini, Rukmi berharap ini bisadijadikan model atau pilot
 project 
untuk diterapkan ju-ga pada unit-unit yang lain.“Selama ini kita memangterbebani oleh APU yangsudah tidak memberikanmanfaat dan tetap membe-rikan beban biaya. Mudah-mudahan penandatangananini akan membersihkan daribiaya-biaya yang sebetulnyatidak memberi manfaat lagikepada kami. Sehingga
 per- formance
keuangan menjadilebih baik di masing-masingkilang kita,” kata Rukmi.Dalam kesempatan yangsama, Ferederick menyam-paikan bahwa setiap asetyang tidak memberi manfaatekonomis dan nilai keekono-miannya turun maka akandilakukan
impairment 
sebe-sar sekitar Rp. 275 miliar.”Ke depan
impairment 
akan menjadi salah satu KPIManajemen Aset untuk men- jamin bahwa apa yang di-serahterimakan benar-benartidak menjadi beban baru ba-gi Pertamina. Saya mendo-rong supaya kita bisa lebihagresif dan fokus lagi agarsetiap aset memberikanmanfaat yang ekonomis,”kata Ferederick.•
 IK 
 
3
No. 43
Tahun XLV, 26 Oktober 2009
arung Kopi 
Hijau
SUARA
PEKERJA
Kompensasi dan
Benefit
Rubrik Suara Pekerja dilahirkan untuk menampung aspirasi pekerja Pertamina. Melalui rubrik ini diharapkan dapat tercipta komunikasi dua arah antarapihak manajemen dan pekerja. Rubrik ini terbuka bagi seluruh pekerja yang hendak menyampaikan aspirasinya dan tidak didominasi oleh pihak manapun.Aspirasi disampaikan dalam bentuk artikel dengan ukuran huruf 12, spasi 1,5 maksimal 2,5 halaman A4. Artikel dikirimkan ke redaksi melalui email:bulletin@pertamina.com. Artikel yang dikirim menjadi milik redaksi dan pemuatannya menjadi kewenangan redaksi. Artikel yang dikirimkan tidak bolehmemuat makian dan hujatan. Kritik dan saran yang dilontarkan demi kebaikan Pertamina disampaikan secara sopan dan elegan.•(
Red 
)
Mari kita berdiri di bawah pohon-pohon besar yang ada di lahanparkir Kantor Pusat, walaupun panas terik matahari, aihh sejuknya.Tapi jalan sedikit ke tengah, waaahhhh…. Gerrraaahhhh……
Pak Hendro
: Enak kali ya kalau kompleks Kantor Pertamina hijaukayak di kompleks Kampus UI Depok? Sejuk,nyaman, dan adeeeem banget.
Pak Purwa
: Kita mah selalu nggak jelas. Coba deh, lihat pohonyang dulu ada di parkiran motor depan Jalan Pejam-bon, kenapa tuh ditebang, hanya karena untuk la-pangan basket? Dulu kan adem banget di situ.Sekarang, waduuuh panasnya.
Pak Hendro
: Orang-orang Indonesia, kebanyakan neh ya, nggakdi mana, nggak di mana senangnya nebang pohon,sampai nggak ada tempat teduh. Senangnya nem-bok tanah, sampai nggak ada lahan resapan air.Hutan ditebangi pohonnya, sampai gundul.
Mang Warta
: Makanya banjir ya Pak?
Pak Karim
: Lha, iya, kalau lagi hujan air gak meresapk ke tanah,karena tanah ditutup semua pake tembok. Banjirlah. Kalau lagi musim kering, kesulitan air karenadi dalam tanah tidak ada simpanan air.
Ujang
: Sebenarnya orang-orang kita itu pintar tidak sih?
Mang Warta
: Pintar-pintar, tapi tanggung jawabnya yang kurang.
Pak Karim
: Memang, nggak mikir akibat.
Pak Hendro
: Kita usulkan saja, biar antar gedung dipasangCanopy yang di atasnya ada tumbuhan rambat, kanhijau, indah, serta sejuk.
Pak Karim
: Betul. Masak sih harus ada SK Dirut untuk seluruhorang Pertamina menjaga pohon yang ada danmenanam pohon di lahan-lahan kering dan gersang?
Pak Marsi
: Harus kalau demi kebaikan. Apalagi Pertaminamendukung program sejuta pohon. Ada pohonrambat dan pot-pot bunga di jembatan Kantor Pusatyang menuju Pejambon itu kan bagus, tuh.
Ujang
: Kalau begitu, menghijaukan Kantor Pusat Perta-mina, lanjutkan! Lebih cepat lebih baik hehehe…•
 NS 
Pengantar Redaksi :
Masalah kompensasidan
benefit 
selalu menjaditopik yang menarik untukdibahas. Mengapa? Karenadua hal itulah yang menjadibarometer sebuahperusahaan untuk
go public 
.Hal tersebut tidak hanyaberlaku bagi orang-orangyang berada diluar perusahaan, tetapi jugaberlaku untuk orang-orangyang berada di dalamperusahaan tersebut.Berikut tanggapan seorangpekerja dari
DirektoratHulu Sugiarto
, kepada
Media Pertamina
.
Bagaimana tanggapanAnda tentang kompensasidan benefit?
Kalaumenurut saya pribadi,pemberian kompensasiyang diberikan perusahaanbeberapa waktu lalu cukuprelevan. Artinya, kalaumemang bertujuan untukkemajuan perusahaan dansecara financial mendukungsudah sewajarnyakeputusan tersebut diambil.Tapi yang perlu diingat,adalah yang pentingkenaikan tersebut memberidampak terhadap sasaransesuai dengan yangdiinginkan perusahaan.
Maksudnyabagaimana?
Begini,pemberian kompensasisekarang ini sudahsignifikan jika dilihat daridua sisi yakni secaraobjektif maupun subjektif.Jika dilihat secaraobjektif, terus terang dilihatdari nominalnyapeningkatan cukup terasadan sangat signifikan,walaupun apabiladibandingkan denganperusahaan-perusahaansejenis masih belum yangtertinggi.Sedangkan dilihat secarasubjektif pun cukup apalagibila dibandingkan dengansebelumnya.
Bagaimana dengankeberlangsungan daripemberian kompensasi, bisadijelaskan?
Saya rasa begini,dengan diubahnya sistempemberian kompensasi yangsaya tangkap dari konseptersebut adalah manajemenakan menjadikan Pertaminasebagai perusahaan yangmempunyai daya saing, dalamhal kompensasi terhadappekerjanya.Perusahaan berharapakan bisa menarik tenaga-tenaga profesional yang saatini bekerja di perusahaanpesaing Pertamina, dansekaligus mempertahankanpara pekerja yang mempunyaikompetensi.Dengan mempunyai dayasaing tinggi, Pertamina akandengan mudah untuk mencaritenaga kerja baru yangberkualias.Hal ini bisa dilakukanapabila kompensasi bagipekerja Pertamina masuk didalam perhitungan paratenaga profesional.Dengan demikian, sayakira perusahaan di luar Pertamina juga akanmeningkatkan kompensasinyauntuk mempertahankanpekerjanya, dan seterusnyasesuai dengan tuntutanzaman.Hal yang tidak kalahpenting adalah dengan terusmeningaktkan kompensasiterhadap pekerjanya,Pertamina akan bisamempertahankan pekerjanyayang berkompeten.
Apakah dengannumerasi sekarang dapatmenahan pekerja Pertaminauntuk tetap loyal padaperusahaan?
Bisa saja.Karena dari pengalamanselama ini kompensasi danbenefit menjadi pertimbanganutama bagi para pekerja untuktetap loyal di Pertamina, disamping faktor lainnya. Apalagi jika sekarangsistem baru sudahdiberlakukan, yakni pemberiankompensasi dan benefit sesuaidengan kinerja. Meskipunbelakangan kita juga tidakmenutup mata masih adapekerja yang mengundurkandiri dengan alasan berkaitandengan kompensasi danbenefit di luar masih lebih baik.Tapi sekarang sayamelihat bahwa niatnyamanajemen sudah bagus,yaitu dengan menaikkan danmensejajarkan upah pekerjaPertamina dengan perusahaansejenis.
Bagaimana di DirektoratHulu?
Kalau dilihat secarakorporat mungkin hulu lebihbaik. Tapi kalau dibandingkandengan anak-anakperusahaan hulu, tingkatrenumerasi hulu lebih rendah.Demikian halnya diantara Anak Perusahaan -AnakPerusahaan Hulu, jugaterdapat perbedaan indekrenumerasi ini.Namun hal ini menurutsaya wajar, karena kamimelihat dari tingkat resikodan beban pekerjaannya,misalnya untuk pekerja yangbekerja di lokasi pemboranatau
rig 
akan tidak adilapabila diberikan
reward 
sama dengan yang resikopekerjaan dan bebanpekerjaannya lebih kecil.Misalnya kantor pusat.Untuk hal itu dikalanganpekerja hulu saya rasasudah paham. Semua itudilakukan sesuai dengantujuan awal, yakni untukmempertahankan danmenarik pekerja agar tetapmau bekerja di Pertaminaterutama yang mempunaikeahlian.
Sejauhmanakeefektifan dari programtersebut?
Sejauh ini cukupefektif. Sebagai contohmungkin dulu untuk mengisi jabatan di direktorat hulusangat sulit, sekarangdengan kompensasi yanglebih bagus relative akanlebih banyak tenagaprofesional yangmempunyai kompetensiyang tertarik untukbergabung ke Pertamina.Di sisi lain denganmasih adanya perbedaantingkat renumerasi diaantara Anak Perusahaan- Anak Perusahan Hulu,memberi dampak terhadappembinaan sumber dayamanusia.Terdapatkecenderungan pekerjaakan menolak untukdipindahkan ke AnakPerusahaan atau fungsi diDirektorat Hulu yang indekrenumerasinya lebihkecil.•
NDJ 
SURABAYA – Untuk meningkat-kan efektifitas penggunaanMySAP, Tim
Integrated ChangeManagement 
(ICM) Pertamina(Persero) melaksanakan MySAPKaizen Workshop yang diikutioleh seluruh depot di Jawa Ti-mur, Refinery Unit IV Cilacap,serta
user-user 
diwilayah Pema-saran BBM Retail Region V Su-rabaya. Acara berlangsung dikantor Pemasaran BBM RetailRegion V Surabaya, (12/10).Latar belakang diadakannyaworkshop MySAP ini karenaadanya suatu kendala dan ham-batan dalam operasionalisasiMySAP sehingga masih terjadi-nya
backlog,
sehingga Tim ICMmendiagnosa dan mendeteksihambatan apa saja yang terjadidilapangan. Problem dan solusiyang telah berhasil dirumuskanitu kemudian disosialisasikan
Mengoptimalkan Sistem MySAP Melalui Kaizen Workshop
dan didiskusikan bersama parapeserta workshop untuk mening-katkan adopsi dan utilisasi sis-tem MySAP.Menurut
ICM Team Leader 
Djarot Hadi P., berdasarkan diag-nostik ditemukan 3 faktor utamayang menjadi hambatan dalamimplementasi MySAP yaitu:
Per-tama,
faktor 
will 
atau kemauandari para pengguna MySAP; Ke-dua
,
 
skill 
yaitu keterampilan da-lam menggunakan MySAP dan
Ketiga,
adalah pemahaman pro-ses secara keseluruhan atau
end to end processes
.Hal yang baru dalam work-shop MySAP ini adalah diperke-nalkannya
MySAP Online Forum
yaitu fasilitas
online
yang bisadigunakan user dalam mencariinformasi mengenai masalahoperasional MySAP serta berba-gi pengalaman tentang bagai-mana mengatasi masalah-masalah yang muncul. Dalamperkembangannya kedepan,
MySAP Online Forum
tersebutdiharapkan bisa menjadi komu-nitas belajar bagi para penggunaMySAP (
self learning commu-nity 
) yang mampu mendorongpeningkatan utilisasi dan efek-tifitas sistem MySAP.
MySAP Online Forum
ber-fungsi pula sebagai
knowledgebase
dimana para Penggunabisa menggali berbagai infor-masi mengenai MySAP.
User 
 juga bisa melontarkan masalahoperasional untuk didiskusikandengan
MySAP user 
yang lain,para narasumber dan
 processowner 
sampai solusinya bisadisimpulkan. Setelah tuntas,rangkaian diskusi tersebut akandisimpan sebagai paket
 problemand cure
tersendiri ke dalam
knowledge base
” kata DjarotHadi.Workshop yang berlangsungselama 3 hari ini merupakanbagian dari kegiatan IntegratedChange Management yangmenerapkan metoda
Kaizen
.Pada hari keempat diadakan
MySAP Clinic 
untuk membantuuser dalam mengatasi masalahyang lebih spesifik dan dilan- jutkan dengan
on site coaching 
dan
MySAP Online Forum
.Materi yang dibahas dalamworkshop diawali dengan pen- jelasan tentang tujuan penggu-naan MySAP dan pemrosesanterpusat,
Shared Processing Center 
(SPC),
Treasury Center 
(TC), dan dilanjutkan denganaktifitas kelompok yang difo-kuskan pada pembahasan pro-ses bisnis
Purchase-to-Pay 
(P2P) dan
Order-to-Cash
(O2C).Workshop MySAP yangberlangsung di Surabaya dibukaoleh
Head of Business Demand 
Pertamina Gustini dan workshopini merupakan
roll out 
yang ke-dua setelah di Bandung padabulan Agustus lalu. MySAPKaizen Workshop berikutnyaakan dilaksanakan di wilayahPemasaran BBM Retail RegionVI Balikpapan dan di wilayahPemasaran BBM Retail RegionI Medan.•
KUN/ IK 
SEREMONIA
Foto: Kun/Dok. Pertamina
PAMIT.
Menteri ESDM Kabinet Indonesia Bersatu I (2004-2009)Purnomo Yusgiantoro memberikan konferensi pers terakhirnya pada Jumat (16/10) di lobi Gedung Utama Departemen ESDM. Dalamkesempatan itu Purnomo menyampaikan permohonan maafnyaselama ia bertugas sebagai Menteri ESDM sejak tahun 2000.Purnomo didampingi Dirjen Migas Evita Legowo, Kepala BP MigasR. Priyono, Dirut Pertamina Karen Agustiawan, dan pejabat-pejabateselon I Departemen ESDM.•
UHK 

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Adie Kurniadi liked this
Prawito Bisono liked this
Yudi Pramana liked this
soemarhadi liked this
Rayuni Firanika liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->