Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
63Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah

Makalah

Ratings: (0)|Views: 7,181|Likes:
Published by azhar ramadhan

More info:

Published by: azhar ramadhan on Oct 31, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/08/2013

pdf

text

original

 
Karakteristik Bioflokulan MBFA9dan Penggunaannya dalam Pengolahan Limbah Tepung KanjiI. Pendahuluan
Bioflokulan (flokulan mikroba) merupakan polimer yang dihasilkan olehmikroorganisme selama pertumbuhannya. Dalam beberapa tahun terakhir, studi bioflokulantelah mendapatkan perhatian yang luas. Beberapa mikroorganisme, seperti
 Rhodococcuserythropolis
(Takeda, dkk. 1991; Kurane, dkk. 1994),
 Paecilomyces
(Hiroaki dan Kiyoshi1985),
 Klebsiella pneumoniae
(Nakata dan Kurane 1999),
Citrobacter 
(Ike, dkk. 2000),telah diteliti dapat menghasilkan bioflokulan. Akan tetapi, kemampuan flokulasi yangrendah dan dosis pemakaian yang tinggi menjadi masalah utama dalam pengembangan bioflokulan-bioflokulan tersebut pada pengolahan limbah.Dalam pengolahan limbah, koagulasi dan flokulasi adalah metode yang efektif danmudah untuk menghilangkan zat padat tersuspensi. Banyak koagulan/flokulan, meliputialuminium sulfat, feri klorida, dan poliakrilamida (PAM), telah digunakan secara luas,meskipun untuk menghilangkan zat-zat organik, zat-zat tersebut bersifat toksik khususnyadalam industri fermentasi dan makanan. Bioflokulan berpotensi besar untuk digunakandalam industri-industri tersebut karena bersifat nontoksik, tidak berbahaya, dan tidak menimbulkan polusi sekunder .Limbah tepung kanji adalah salah satu limbah cair yang lazim dalam industrimakanan. Selama produksi tepung kanji, limbah tepung kanji dihasilkan dalam proses pemisahan kanji dari kulit jagung dengan cara mengayak, yang mengandung banyak suspensi hasil ayakan dan hampir semua protein jagung tertahan di dalam limbah.Pemerolehan kembali zat padat tersuspensi tidak hanya mengurangi jumlah polutan ketika pembuangan, tetapi juga meningkatkan pendapatan bagi pabrik karena zat padat yangdiperoleh kembali dapat digunakan sebagai makanan tambahan bagi hewan. Padakebanyakan pabrik tepung kanji, pemisahan dengan cara pengendapan biasanya bertujuanuntuk memperoleh kembali zat padat tersuspensi, tetapi waktu pengendapan biasanyasangat lama dan efisiensi pemisahan rendah. Oleh karena itu, flokulan biasanya digunakanuntuk meningkatkan atau mempercepat proses pengendapan zat padat tersuspensi dalamlimbah tepung kanji. Penggunaan flokulan konvensional menimbulkan beberapa efemerugikan pada hewan dan lingkungan, sehingga aplikasinya dalam masalah ini tidak 1
 
dianjurkan. Dalam makalah ini, dijelaskan mengenai pengembangan bioflokulan MBFA9dan aplikasinya dalam pengolahan limbah tepung kanji.
II.Kajian TeoritisKoagulasi dan Flokulasi
Koagulasi dan flokulasi merupakan dua cara yang digunakan untuk menghilangkan partikel-partikel yang dapat menimbulkan warna pada sumber air, menyebabkankekeruhan, dan menyebabkan adanya bakteri dan virus, juga ada yang bersifat patogen bagiorganisme. Proses koagulasi dan flokulasi digunakan untuk mengolah partikel-partikelkecil (koloid) dalam rentang ukuran 0,001-1,0 µm. Partikel-partikel koloid ini secarakhusus mempunyai luas permukaan yang besar dan biasanya bermuatan negatif.Koagulasi adalah proses destabilisasi partikel-partikel koloid berukuran kecilmelalui reaksi (gaya) kimia sehingga partikel-partikel terkumpul dalam ukuran yang lebih besar dan dapat terendapkan. Sedangkan flokulasi adalah proses pengumpulan partikel- partikel menjadi ukuran yang lebih besar lagi sehingga partikel terendapkan lebih cepat.Zat-zat yang digunakan untuk keperluan proses koagulasi/flokulasi tersebut dinamakankoagulan/flokulan.
 Koagulan/Flokulan
Fungsi utama koagulan adalah untuk mendestabilkan partikel-partikel koloid danmemperkuat flok-flok untuk menghindari pecahnya flok. Berbagai zat kimia yang dapatdigunakan sebagai koagulan/flokulan digolongkan ke dalam koagulan anorganik dankoagulan organik.Koagulan anorganik yang paling banyak digunakan adalah aluminium sulfat (alum,Al
2
(SO
4
)
3
), polialuminium klorida, feri sulfat, fero sulfat, feri klorida, natrium aluminat,kapur (Ca(OH)
2
). Sementara koagulan organik digolongkan menjadi koagulan organisintetik dan koagulan organik alam. Koagulan organik sintetik meliputi koagulan polimer nonionik seperti poliakrilamida, koagulan polimer kationik seperti polivinilamina, dankoagulan polimer anionik. Sedangkan koagulan organik alam diantaranya adalah koagulan protein, karbohidrat, dan tannin yang sering disebut sebagai bioflokulan.2
 
 Bioflokulan
Bioflokulan adalah flokulan yang berasal dari organisme hidup yakni dari tumbuhandan bakteri. Berdasarkan komposisinya terdapat beberapa bioflokulan diantaranya bioflokulan polisakarida, bioflokulan protein, dan bioflokulan glikoprotein.
Metode Analisis Komposisi Bioflokulan
Adapun komposisi kimia dalam bioflokulan dapat ditentukan dengan metode-metode tertentu. Berikut ini adalah metode-metode yang dapat digunakan dalam penentuankarbohidrat dan protein secara umum.
a. Penentuan Karbohidrat Total 
1.Metode Kromatografi dan ElektroforesisMetode kromatografi adalah metode analitis dalam penentuan jenis dan konsentrasikarbohidrat. Kromatografi Lapis Tipis (TLC), kromatografi gas (GC), danKromatografi Cair Tekanan Tinggi (HPLC) biasa digunakan untuk memisahkan danmengidentifikasi karbohidrat (monosakarida dan oligosakarida). HPLC dan GC biasanya digunakan bersama-sama dengan NMR atau Spektrometri Massa sehinggastruktur kimia molekul dapat ditentukan.Karbohidrat juga dapat dipisahkan melalui metode elektroforesis setelah sebelumnyadiderivatisasi untuk membuatnya bermuatan, contohnya melalui reaksi dengan borat.2.Metode TitrasiMetode Lane-Eynon adalah salah satu contoh metode titrasi yang dapat digunakanuntuk menentukan konsentrasi gula pereduksi. Metode ini menggunakan pereaksilarutan CuSO
4
mendidih yang diketahui konsentrasinya dan metil biru sebagaiindikator. Gula pereduksi dalam karbohidrat bereaksi dengan CuSO
4
yang ditandaidengan perubahan warna indikator metil biru dari biru menjadi putih.3.Metode GravimetriMetode Munson dan Walker adalah contoh metode gravimetri yang digunakan untuk menentukan konsentrasi gula pereduksi. Karbohidrat dioksidasi oleh CuSO
4
berlebihdalam keadaan panas dan pada kondisi basa tartrat yang dikontrol sedemikian rupasehingga membentuk endapan oksida tembaga (CuO
2
).Gula pereduksi + Cu
2+
+ basa gula teroksidasi + CuO
2
 3

Activity (63)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Alans Driger liked this
Muhammad Yunus liked this
Fera Elya liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->