KEINDAHAN DAN KEBESARAN SOLAT
Selama ini kita dipahamkan bahwa solat adalah tiang agama. Hal ini menimbulkan tanda tanyakepada kita, mengapa diantara ajaran Islam yang begitu luas yang meliputi berbagai aspek ibadah dan hukum hakam, maka Allah telah memilih solat sebagai tiang agama Islam ? Dalamsebuah hadits Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya :
"Solat itu merupakan tiang agama maka barang siapa mendirikan solat bererti mendirikanagama dan barang siapa meninggalkan solat bererti dia sudah meruntuhkan agama"
Seterusnya yang menimbulkan persoalan kepada kita ialah mengapa bila mendirikan solat itu bererti mendirikan agama ? Seseorang yang medirikan agama itu berarti mendirikan ajaran-ajaran yang melengkapi di dalam Islam serta melaksanakan seluruh tata cara yang berdasarkanwahyu Allah SWT sebagaimana termaktub dalam Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW.Sebaliknya bagi orang yang meninggalkan solat bererti telahmeruntuhkan ajaran Islam. Meskipun di dalam hidupnya mereka tidak putus-putus melakukanamalan-amalan kebajikan yang lain seperti berzakat, berpuasa atau menunaikan haji dansebagainya.Dalam satu hadits yang lain Rasulullah SAW pernah bersabda :
"Barangsiapa yang meninggalkan solat dengan sengaja maka kafirlah ia dengan nyata"
Sekali lagi fikiran kita berhadapan dengan satu persoalan. Persoalan yang amat mengejutkanialah mengapakah hukum meninggalkan solat ini begitu berat sekali sehingga seseorang itudianggap terkeluar dari agama Islam ?Kalau direnungkan berdasarkan akal fikiran manusia tugas mengerjakan solat bukan terlalu beratsehingga memungkinkan seseorang yang meninggalkannya dengan sengaja dihukum sebagaikafir.Ringkasnya akal kita merasakan bahwa solat yang begitu mudah itu tidaklah patut dijadikantiang agama. Mengapakah kita berpikir demikian ? Kalau ditinjau dari sudut gerak geri seseorangyang melakukan solat itu seperti berdiri, rukuk, sujud, tahiyat dan sebagainya bukanlah sesuatuyang sukar. Tidak pernah terdengar oleh kita bahwa disebabkan solat pinggang seseorangmenjadi sakit, tempurung lututnya pecah atau jari-jari kakinya patah dan sebagainya.
Leave a Comment