Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dody Firmanda 2014 - Dinas Kesehatan Prov Jawa Timur Peran Komite Medik dan SMF dalam Peningkatan Mutu Rumah Sakit melalui PPK

Dody Firmanda 2014 - Dinas Kesehatan Prov Jawa Timur Peran Komite Medik dan SMF dalam Peningkatan Mutu Rumah Sakit melalui PPK

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 230|Likes:
Published by Dody Firmanda
Disampaikan pada Acara “Pertemuan Standarisasi Pelayanan Medis di Rumah Sakit dalam optimalisasi pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional 2014” diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Hotel Bisanta Bidakara, Surabaya 28 – 30 April 2014.
Disampaikan pada Acara “Pertemuan Standarisasi Pelayanan Medis di Rumah Sakit dalam optimalisasi pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional 2014” diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Hotel Bisanta Bidakara, Surabaya 28 – 30 April 2014.

More info:

Published by: Dody Firmanda on Apr 23, 2014
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2014

pdf

text

original

 
 1
Peran Komite Medik dan SMF dalam meningkatkan mutu pelayanan melalui  penerapan Panduan Praktik Klinis dan
Clinical Pathways
 di Rumah Sakit
 
Dody Firmanda Ketua Komite Medik RSUP Fatmawati, Jakarta
Pendahuluan
Dalam implementasi Jaminan Kesehatan Nasional terdapat beberapa ketentuan yang saling berkaitan dan perlu perhatian khusus yakni mengenai penggunaan INA CBG
(Indonesian Case-based Group)
 sebagai cara pembayaran kepada Rumah Sakit
1
 (Lihat Gambar 1) dan sistem pelaksaanaan
kendali mutu dan kendali biaya
2
 dalam  pelaksanaan Jaminan Sosial Kesehatan terhitung 1 Januari 2014
3
. Gambar 1. Sistematika INA CBGs yang terdiri dari
UNU Grouper 
 dan
Clinical Costing  Methodology (CCM)
 
Disampaikan pada Acara “
Pertemuan Standarisasi Pelayanan Medis di Rumah Sakit dalam optimalisasi  pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional 2014
” diselenggarakan oleh Dinas
 Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Hotel Bisanta Bidakara, Surabaya 28
 – 
 30 April 2014.
1
 Peraturan Presiden RI Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan Pasal 3 dan 4
2
 Peraturan Presiden RI Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan Pasal 41 sampai 44
3
 Peraturan Presiden RI Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan Pasal 47.
 
 2 Adapun
sistem penjaminan mutu (
quality assurance 
)
 terdiri dari 3 komponen yakni: 1.
 
Standar pelayanan (
 setting standards
)
 – 
 dalam hal ini Panduan Praktik Klinis (PPK) 2.
 
 pelaksanaan proses layanan sesuai standar (
conforms to standards
) yang dibuktikan dengan implementasi
Clinical Pathways (CP)
 serta akreditasi internal (
 self-assessment 
) dan eksternal (dalam hal ini oleh KARS untuk tingkat nasional atau JCI untuk tingkat international), dan 3.
 
upaya peningkatan mutu secara berkeseinambungan (
continuous quality improvement 
). Sedangkan mengenai penilaian mutu rumah sakit (akreditasi rumah sakit), maka tidak akan terpisahkan dengan
manajemen mutu
 itu sendiri yang terdiri dari
sistematika tentang kinerja (
performance 
)
 untuk
tingkat sistem
 rumah sakit dan berbagai
akvititas
 dalam sistem tersebut yang meliputi 3 (tiga) aspek: i.
 
Pengukuran
(Performance Measurement)
 atau indikator 
 
ii.
 
Penilaian
(Performance Assessment)
 secara gambaran selintas
(snapshot)
 dan kecenderungannya
(trend analysis)
iii.
 
Peningkatan
(Performance Improvement)
 secara kaidah PDSA (
 Plan
 – 
 Do
 – 
 Study
 – 
 Act 
), FMEA (
 Failure Mode Effective Analysis
) dan RCA (
 Root Cause of  Analysis
).
 
Maka secara ringkasnya dapat dilihat sebagaimana dalam Tabel 1 berikut: Tabel 1. Perbandingan dimensi dan penilaian dari berbagai versi akreditasi. Ruang Lingkup Kinerja (
 Performance)
Sistem Aktivitias Versi Akreditasi: Manajemen Layanan Aktivitas Layanan KIKA BAN PT KARS/ JCI
Quality Tools
: Nilai (
Score
): Pengukuran (
 Measuremet 
)
 Need  Assesment
SWOT BSC Input Proses Output Outcome Input Proses Output Outcome 1 0
 – 
 1 (sangat kurang) (kurang) 0 (unmet) Asesmen (
 Assessment 
) Snapshot Trends SPC Snapshot Trends SPC Snapshot Trends SPC 1-3 2 (cukup) 5 (partialy met) Peningkatan (
 Improvement 
) FMEA DEA PDSA RCA DEA PDSA RCA DEA PDSA 4-5 3-4 (baik) (sangat baik) 10 (met)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->