* Untuk kalangan sendiri *
Mewujudkan realitas kerajaan allahdengan kasih
Kerajaan Allah
merupakan wacana teologi yang penting. Sebagai konsep teologi,
Kerajaan Allah
sangat sering didiskusikan. Dan sebagai konsep yang “abstrak”,
Kerajaan Allah
memiliki beragam definisi.Batasan atau pengertian yang sering kita dengar mengatakan bahwa Kerajaan Allahadalah sebuah “situasi” , atau “komunitas” dimana Allah hadir dan dirajakan.
Kerajaan Allah
dapat berada dimana – mana, tidak dibatasi di suatu tempat atau di negeri tertentuentah berantah. Kerajaan Allah ada di sorga, dan juga di dunia.
Kerajaan Allah
juga dihati manusia yang beriman kepada-Nya.Gereja bukan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah juga tidak identik dengan gereja. KerajaanAllah jauh lebih besar dan lebih luas dari gereja. Akan tetapi di dalam gereja, di tengahgereja dan oleh atau melalui gereja, Kerajaan Allah diberitakan. Di dalam gereja, ditengah gereja, dan oleh atau melalui gereja, Kerajaan Allah juga dapat diwujudnyatakan.Dalam Mrk 12 : 28 – 34, kita dapat mempelajari bagaimana mewujudkan (realitas )Kerajaan Allah. Kepada seorang ahli taurat yang bijaksana, mengamini dan mengimani bahwa kasih kepada Tuhan Allah dan kasih kepada sesama manusia sebagai hukum yangterutama, dan yang menempatkan “hukum kasih” itu di atas semua ritual ibadah korban,Tuhan Yesus berkata: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah”. Kapan seseorangdikatakan berada atau masuk dalam kerajaan Allah? Pastilah ketika dia melakukanhukum kasih, dan percaya Dia yang memberitakannya. Jadi, Kerajaan Allah dapat kitamanifestasikan dengan/atau melalui penghayatan dan/ atau pelaksanaan hukum kasih,yang sekaligus juga merupakan perwujudan ketaatan kita kepada Tuhan. Karena itu,sebagai Gereja, atau anggota jemaat, kita juga dapat (ikut) mewujudkan (kehadiran)Kerajaan Allah dengan kasih kita. Ketika kasih diwujudnyatakan, orang akan merasakan(suasana) hadirnya kerajaan Allah.
Dian Penuntun, 01 Nov ‘09
2
TAHUN KE 42 MINGGU 01 November 2009 NOMOR 43
Add a Comment