BAB IIPEMBAHASANA.Asal Mula Pemikiran Kalam tentang Qadha dan Qadar
Aktifitas ini (bantah-bantahan) sendiri telah dilakukan oleh rasulullah semasahayat beliau terhadap orang-orang kafir baik dari kalangan kaum musyrikin maupunahlul kitab, sehingga terjadi
shiraul fikr
, baik selama beliau berada di Madinahmanupun di Makkah, hal ini dikuatkan dengan perintah untuk berdebat denganmereka di dalam al Qur’an: “
Dan bantahlah mereka dengan cara yang baik
” (TQS.An-Nahl [16]:125); “
Dan janganlah kamu berdebat dengan ahli kitab melainkandengan cara yang paling baik
.” (TQS. al-Ankabut(29:46)Hal yang paling berperan dalam pemunculan ilmu kalam adalah interaksi kaummuslimin dengan filsafat Yunani baik melalui penterjemahan buku-buku filsafatYunani maupun karena interaksi mereka dengan kaum Nasrani dan Yahudi,pemikiranfilsafat ini diadopsi oleh kaum Nasrani (Nasrani sekte Nestorian atau
dari Syiria, Nasrani sekte Mulkean
yang tersebar di Afrika, Andalusia, dan sebagian besar wilayah Syam dan Nasrani sekte Jacobit dari Mesir) dan Yahudi. FilsafatYunani yang diadopsi oleh kaum Nasrani dibangun untuk menguatkan aqidah trinitasmereka, yang hal itu memang sama sekali tidak memiliki kesesuaian dengan faktayang ada. Berbeda dengan filsafat yang dianut oleh bangsa Persia dan India, dimanafilsafat yang mereka bangun tersebut inheren dengan konsep agama yang merekaanut saat itu. Kaum Nasrani mengenal filsafat Yunani telah lebih dahulu ketimbangkaum muslimin yang kemudian digunakan untuk membangun konsep aqidah trinitas(
tatslith
) mereka. Konsep ini yang kemudian mereka gunakan untuk untuk berdebatdengan kaum muslimin.Sebagian kaum muslimin dengan para ulamanya meresponkondisi ini dengan mempelajari dan menjadikannya sebagai bahan diskusi dan perdebatan dalam rangka membantah kaum Nasrani dan Yahudi, membela Islam danmenerangkan pemikiran-pemikiran al-Quran.
Kaum muslimin mengambil konsep
2 Sekte Nasrani pengikut Nestor yang bijaksana.Tetapi dalam komentarnya, Ahmad Fahmi,
editor al mihal dan al-Nihal,
menyatakan bahdan ada pendapat yang menyebut tentang penisbatan nama Nestorian kepada Nestorius, pendeta di Constatinople, yang menyatakan bahdan Maryam tidak melahirkan tuhan, tetapimelahirkan manusia, hanya kehendaknya sama dengan Tuhan, sedangkan Zatnya berbeda.Sekte ini beradadi Persia, Irak, Jazirah Arab, Moshul hingga sungai Furat.3 Sekte Nasrani yang lahir di Romawi.Mereka berpendapat bahdan kalam telah menyatu dengan tubuh al-Masih. Mereka berpendapat bahdan substansi tidak sama dengan oknum, yang mirip dengan sifat denganobjek yang disifati.Al-Masih adalah Tuhan dan manusia secara utuh, dimana oknum yang satu dengan laintidak berbeda.Jadi maryam telah melahirkan Tuhan dan manusia yang keduanya adalah anak Allah, yangdisalib ketika disalib adalah oknum manusianya sedangkan oknum Tuhannya tidak.4 Diantaranya adalah usaha membantah konsep ketuhanan Nasrani yang mengatakan al-Masih adalah
2