dikeluarkan sebagai pengganti surat tersebut; atau menggunakan surat-surattersebut di atas, yang palsu atau dipalsukan, seolah-olah asli dan tidak palsu;(KUHP 264 dst., 272 dst.)4o.(s. d. u. dg. UU No. 4 / 1976.) salah satu kejahatan yang tersebut dalampasal 438, 444 sampai dengan 446 tentang pembajakan laut dan pasal 447 tentangpenyerahan kendaraan air kepada kekuasaan bajak laut dan pasal 479 huruf j tentangpenguasaan pesawat udara secara melawan hukum, pasal 479 huruf l, m, n, dan otentang kejahatan yang mengancam keselamatan penerbangan sipil. (RO. 129; KUHP 9;Sv. 13 dst.)Pasal 5.(1)(s.d.u. dg. S. 1930-31, S. 1931-240.) Ketentuan pidana dalam perundang-undangan Indonesia diterapkan bagi warganegara yang di luar Indonesia melakukan:(AB. 4.)1o.salah satu kejahatan yang tersebut dalam Bab I dan II Buku Kedua dan pasal160, 161, 240, 279, 450, dan 451;2 o.salah satu perbuatan yang oleh suatu ketentuan pidana dalam perundang-undangan Indonesia dipandang sebagai kejahatan, sedangkan menurut perundang-undangan negara tempat perbuatan dilakukan diancam dengan pidana. (KUHP 6, 76 2.)(2)Penuntutan perkara seperti termaksud dalam nomor 2o dapat dilakukan jugabila tertuduh menjadi warganegara sesudah melakukan perbuatan. (Ned.ond. 1 dst.;AB. 4; KUHP 9; Sv. 13.)Pasal 6.Berlakunya pasal 5 ayat (1) nomor 2' dibatasi sedemikian rupa, sehinggatidak dijatuhkan pidana mati, bila menurut perundang-undangan negara tempatperbuatan dilakukan, terhadapnya tidak diancamkan pidana mati.Pasal 7.Ketentuan pidana dalam perundang-undangan Indonesia berlaku bagi setiappejabat yang di luar Indonesia melakukan salah satu tindak pidana sepertitermaksud dalam Bab XXVIII Buku Kedua. (KUHP 2 dst., 9, 92; Sv. 13.)Pasal 8.(s.d.u. dg. S. 1928-230, S. 1935-492, 565.) Ketentuan pidana dalamperundang-undangan Indonesia berlaku bagi nakhoda dan penumpang perahu Indonesia,yang di luar Indonesia, sekalipun di luar perahu, melakukan salah satu tindakpidana seperti termaksud dalam Bab XXIX Buku Kedua, dan Bab IX Buku Ketiga;demikian pula yang tersebut dalam peraturan mengenai surat laut dan pas kapal diIndonesia, maupun dalam Ordonansi Perkapalan. (KUHD 309, 311 dst., 341, 341d; KUHP2 dst., 9, 93, 95; Sv. 13; S. 1934 78 jis. S. 1935-89, 565, S. 1937-629, 630,
�
S. 1935-492 jis. S. 1935-565, S. 1937-591, S. 1938-1, 2.)Pasal 9.Berlakunya pasal 2- 5, 7, dan 8 dibatasi oleh pengecualian-pengecualian yangdiakui dalam hukum internasional. (AB. 15.)BAB II.PIDANA.Pasal 10.Pidana terdiri atas: (KUHP 69.)a.pidana pokok:1o.pidana mati; (KUHP 6, 11, 67.)2o.pidana penjara; (KUHP 12-17, 24 dst., 27 dst., 32 dst., 38, 42, 67; Inv. Sw.2 dst.)3opidana kurungan; (KUHP 18-33, 38, 41 dst.; Inv. Sw. 2 dst.)