Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ketertarikan Plutella Xylostella L Terhadap Beberapa Macam Ekstrak Daun Cruciferae

Ketertarikan Plutella Xylostella L Terhadap Beberapa Macam Ekstrak Daun Cruciferae

Ratings: (0)|Views: 1,061|Likes:
Published by Bayu20_biru

More info:

Published by: Bayu20_biru on Nov 03, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/24/2013

pdf

text

original

 
Agrosains 6(2): 80-84, 2004
Ketertarikan
Plutella Xylostella 
L terhadap BeberapaMacam Ekstrak Daun Cruciferae
Attraction of 
Plutella xylostella
L to Cruciferous Leaf Extracts 
Chimayatus Solichah
1)
, Witjaksono
2)
, dan Edhi Martono
2)1)
Fakultas Pertanian, UPN, Yogyakarta
2)
Fakultas Pertanian, UGM
hemical compounds play an important role in host plant location in phytophagous insects. There are possibilities thatattraction of 
P. xylostella
to cruciferous crops are caused by volatile chemicals produced by the plant. The aim of thisresearch were to determine the effects of cruciferous leaf extracts to attract male, virgin female and mated female.
The research was conducted from March 2001 to January 2002. Extracts from leaf of cabbage, cauliower 
and Chinese cabbage in methanol 1:4 was evaporated until nearly dry. Concentration of 10 mg extract per mL solvent was usedto attract male, virgin female and mated female insects.
The results show that the leaf extracts of cabbage, cauliower and Chinese cabbage attracted signicantly a number of 
males, virgin females and mated females of 
P. xylostella
. The cabbage extract is more attractive to
P. xylostella
than Chinese
cabbage. Cauliower and cabbage extracts attracted
P. xylostella
non signicantly. Cabbage, Cauliower and Chinese cabbageextracts attracted male, virgin female and mated female non signicantly.
PENDAHULUAN
Sebagai penghasil vitamin dan mineral, sayuranmerupakan salah satu sumber gizi yang dibutuhkan bagitubuh. Sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakatdiantaranya dari familia Cruciferae, seperti kubis (
 Bras-sica oleracea
var
capitata
L.), kubis bunga/ 
caulifower 
 (
 Brassica oleracea
var botrytis L.) dan sawi putih(
 Brassica pekinensis
Lour.).Salah satu faktor penyebab rendahnya produksisayuran di Indonesia adalah akibat serangan hama danpenyakit. Ada dua jenis hama penting yang menyerangtanaman Cruciferae yaitu
P. xylostella
dan
Crocidolo-mia binotalis
Zell. Akibat serangan hama
P. xylostella
 menyebabkan produksinya menurun sampai lebih dari90 persen (Verkerk and Wright, 1996).Hama-hama sayuran sering dikendalikan denganinsektisida secara terjadwal karena untuk pengendalian
P. xylostella
mendominasi selama lebih dari 40 tahundan diperkirakan biaya untuk kegiatan monitoring hamabelum dilakukan secara teratur. Penggunaan insektisidauntuk pengendalian dengan insektisida tersebut di du-nia lebih dari 1 milyar US$ per tahunnya (Talekar andShelton, 1993). Praktek pengendalian hama denganmenggunakan insektisida secara berlebihan menim-bulkan beberapa masalah antara lain resurjensi danresistensi hama serta letusan hama ke dua, demikian juga terjadinya pencemaran lingkungan baik padalitosfer, hidrosfer maupun atmosfer. Dengan melihatadanya kelemahanteknik pengendalian tersebut, maka perlu dicari alterna-tif lain yang dapat mengendalikan hama secara efektif 
Serangga tofagus dalam menemukan lokasi
inang yang sesuai, baik sebagai sumber makanan mau-pun tempat peletakan telur bagi serangga tersebut atau-pun untuk keturunannya salah satunya menggunakanbahan kimia yang dihasilkan oleh tanaman. Berdasarkanbeberapa hasil laporan diduga bahwa adanya olfak-tori, gustatori, taktil dan rangsang visual baik secarasendiri-sendiri maupun kombinasinya, berperan dalampencarian lokasi tanaman inang, oviposisi dan pencarian
makan serangga tofagus. Pada tanaman Cruciferae,
produk senyawa volatil terutama oleh adanya hidro-lisis senyawa glukosinolat non volatil berpengaruhdalam pencarian lokasi tanaman inang oleh serangga.Senyawa tersebut (isotiosianat) telah menunjukkanketertarikan dan juga mendorong lalat akar kubis (
 Deliabrassicae
) untuk meletakkan telur (Palaniswamy andGillott, 1986).Berdasar kenyataan di atas, maka ada kemungki-nan ketertarikan
P. xylostella
terhadap tanaman familiaCruciferae karena adanya senyawa yang terkandung
ABSTRACT
Key word :
P. xylostella
, host plant location, cabbage, cauliower, Chinese cabbage
 
81Ketertarikan Plutella Xylostella L terhadap Beberapa Macam Ekstrak Daun Cruciferae ................. (C Solichah, Witjaksono
,
dan E Mar-tono)
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil pengujian ketertarikan P. xylostella dewasa jantan, betina virgin dan betina kawin terhadap ekstrak kasar daun kubis, kubis bunga dan sawi menunjukkanhasil yang berbeda nyata dibandingkan dengan keter-tarikannya terhadap kontrol. Serangga dewasa jantanlebih tertarik pada ekstrak daun kubis, kubis bunga dansawi dibandingkan dengan kontrol yang berupa larutanpada tanaman tersebut yang disukai oleh serangga danbersifat volatil sehingga dapat ditangkap oleh inderapembau yang dimiliki oleh serangga, kemudian ditang-gapinya untuk menemukan inang yang sesuai.Pengkajian tentang ketertarikan
P. xylostella
 terhadap beberapa macam ekstrak daun Cruciferae perludilakukan sehingga nantinya akan sangat berguna bagiusaha pengendalian populasi hama jika digabungkandengan cara (komponen) pengendalian lainnya, misal-nya dengan perangkap beracun. Selain itu juga dapatdigunakan sebagai informasi bagi pemulia tanamandalam melakukan seleksi tanaman yang dapat meng-hasilkan kultivar tanaman Cruciferae yang tidak banyak mengandung senyawa yang justru menarik 
P. xylostella
 sehingga pada akhirnya dapat mengurangi tingkat se-rangan hama tersebut atau sebaliknya membuat kultivaryang banyak menghasilkan senyawa penarik sehinggadapat digunakan sebagai tanaman perangkap.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuipengaruh beberapa macam ekstrak kasar daun anggotafamilia Cruciferae terhadap ketertarikan
P. xylostella
,dan melihat perbedaan ketertarikan
P. xylostella
dewasa jantan dan betina terhadap beberapa macam ekstrak daun Cruciferae.
BAHAN DAN METODE
 
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Entomo-logi Terapan dan Laboratorium Toksikologi FakultasPertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, mulaibulan Maret 2001 sampai dengan bulan Januari 2002.Bahan yang digunakan meliputi daun kubis, daun sawi,daun kubis bunga dan daun caisim, metanol, Na
2
SO
4
an-hydrous. Alat yang digunakan meliputi alat penghancur(lumpang porselin), penangas putar, corong pemisah,gelas ukur, kertas saring Whatman no. 2, tabung reaksi,corong buchner, alat pengaduk, olfaktometer (gelas“Y”), stoples plastik, kain kasa.
P. xylostella
diperoleh dari pertanaman kubis didaerah Sawangan, Muntilan. Pembiakan massal meng-gunakan daun caisim sebagai pakan dan bibit caisimumur 15-20 hari sebagai tempat peneluran. Pupa yangmuncul setiap hari diambil dengan menggunakan pinsetdan ditempatkan pada botol kecil. Pada tiap botol berisisatu pupa dengan tujuan untuk memudahkan dalam pen-angkapan imago yang muncul untuk pengujian. Imagoyang diujikan dibedakan menurut jenis kelaminnya yaitu jantan, betina virgin dan betina kawin.Bahan ekstrak berupa daun Cruciferae (kubis,sawi dan kubis bunga) sebanyak 50 g dihaluskan denganmenggunakan lumpang porselin kemudian dicampurmetanol 200 mL dan didiamkan selama 24 jam. Hasilnyadisaring dengan menggunakan corong buchner yang
dilapisi kertas saring. Residu dibuang, dan ltratnya
disaring ulang dengan menggunakan corong buchneryang sudah diberi kapas dan Na
2
SO
4
anhydrous. Filtratdiuapkan dalam “Rotary Vacuum Evaporator” sampaidiperoleh volume minimum (hampir kering), kemu-dian ditambah metanol untuk dibuat konsentrasi 10 mgekstrak kering/mL pelarut.Untuk melihat kemampuan ketertarikan
P.
 
 xy-lostella
terhadap beberapa macam ekstrak daun Cru-
ciferae dilakukan uji dengan menggunakan modikasi
olfaktometer yang terbuat dari bahan gelas transparanberbentuk “Y” (bagian pangkal bawah adalah A, ujungcabang kiri adalah B dan ujung cabang kanan adalah C).Sepuluh ekor serangga dewasa betina virgin dilepaskanpada ujung gelas A. Ekstrak daun Cruciferae sebanyak 2 mL diteteskan pada kertas saring Whatman no.2 yangberdiameter 15 mm dan ditempatkan pada ujung cabangB. Sebagai kontrolnya adalah kertas saring ditetesi den-gan larutan metanol saja yang ditempatkan pada ujungcabang C selama 60 menit. Selanjutnya serangga dewasabetina dibiarkan memilih apakah ke ujung B atau keujung C. Serangga yang sampai pada ujung cabang Bmerupakan serangga yang tertarik terhadap ekstrak dauntersebut. Jumlah serangga yang tertarik pada masing-masing ujung cabang (B dan C) dicatat dan data yangdiperoleh dianalisis dengan menggunakan uji t padataraf 5 persen. Pengujian ini dilakukan sebanyak empatkali tiap macam ekstrak. Hal yang sama juga dilakukanterhadap serangga dewasa jantan dan serangga dewasabetina yang sudah kawin. Serangga dewasa yang digu-nakan untuk pengujian adalah serangga yang berumur1-2 hari. Untuk mengetahui perbedaan ketertarikanserangga jantan, betina virgin dan betina kawin terhadapekstrak daun kubis, kubis bunga dan sawi digunakananalisis varians dengan uji F pada jenjang 5 persen. Datarata-rata yang berbeda nyata dianalisis dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5 persen. Adapun macamperlakuan yang digunakan yaitu :- Ekstrak daun sawi C kontrol- Ekstrak daun sawi X ekstrak daun kubisbunga- Ekstrak daun sawi X ekstrak daun kubis- Ekstrak daun kubis bunga X kontrol- Ekstrak daun kubis bunga X ekstrak daunkubis- Ekstrak daun kubis X kontrol
 
Agrosains 6(2): 80-84, 2004kubis bunga dan sawi kemungkinan juga mengandungsenyawa glukosinolat karena termasuk tanaman Bras-sica sehingga P. xylostella lebih tertarik pada ekstrak dibanding dengan kontrol.Senyawa volatil tanaman menjadi perantara lalatbawang Hylemya antiqua dalam menemukan inangdan mendorong serangga betina untuk meletakkantelur. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa volatiltanaman berperan dalam mengatur penemuan lokasiinang oleh serangga dan mendorong oviposisi (Vernonet al., 1978).Diantara ketiga kelompok serangga uji yaitu jan-tan, betina virgin dan betina kawin tidak ada perbedaanketertarikan terhadap ekstrak daun kubis, kubis bungadan sawi (Tabel 2). Hal ini berarti bahwa P. xylostellabaik yang jantan, betina virgin maupun betina kawinsama-sama merespon bau senyawa yang terkandungpada ekstrak yang dianggap merupakan tempat inangberada. Serangga betina kawin membutuhkan senyawatersebut untuk meletakkan telur yang dianggap sesuaibagi keturunannya, seperti yang disebutkan oleh Ren-wick 
et al
. (12 Mei 2001) bahwa oviposisi
P. xylostella
Tabel 1. Persentase
 P. xylostella
jantan, betina virgin dan betina kawin yang tertarik oleh beberapa macamekstrak kasar daun anggota familia Cruciferae
Keterangan : Angka dalam baris yang diikuti oleh huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyatamenurut uji t pada jenjang 5 %, n= 40
Tabel 2. Perbedaan ketertarikan
 P. xylostella
jantan, betina virgin dan betina kawin terhadap bebrapamacam ekstrak daun Cruciferae
Keterangan : Angka dalam kolom yang diikuti oleh huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata menurutuji DMRT pada jenjang 5 persen, n=40metanol. Hal yang sama juga terjadi pada seranggabetina virgin maupun betina kawin. Data selengkapnyadapat dilihat pada Tabel 1.Ekstrak kasar daun kubis, kubis bunga dan sawilebih menarik 
P. xylostella
dewasa jantan, betina virgindan betina kawin secara nyata (t-test berpasangan)dibandingkan dengan kontrol. Ekstrak daun Cruciferaetersebut mengandung senyawa yang bersifat volatil dandirespon oleh
P. xylostella
dewasa untuk mendekati se-nyawa tersebut. Senyawa volatil yang berupa senyawaglukosinolat berperan dalam pencarian lokasi tanamaninang oleh P. xylostella. Hasil penelitian Palaniswamydan Gillot (1986) yang dilakukan pada beberapa tana-man Brassica yaitu Brassica hirta, B. napus dan B.campestris terhadap ketertarikan
P. xylostella
jantan danbetina menunjukkan bahwa
P. xylostella
lebih tertarik pada B. hirta dibandingkan dengan B. napus maupun B.campestris. Hal ini terjadi karena kandungan senyawaglukosinolat yang dimiliki oleh B. hirta lebih tinggi yaitu126,2 mmol/g, sedangkan pada B. napus sebanyak 15,6mmol/g dan B. campestris sebesar 26,4 mmol/g (Guptadan Thorsteinson, 1960). Pada ekstrak daun kubis,

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
ahlulufresti liked this
ahlulufresti liked this
ahlulufresti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->