peralatan logistik agar tidak basah jika tiba-tiba turun hujan.Pertama …… saatnya membawa surat jalan ke pak RT/RW setempat…Aku dan Rahman ditemani Sani akhirnya sampai di rumah pak RT yang sangat sederhanaberupa gubuk. Namun saat itu hanya ada istrinya saja, dan kami pun titipkan sajakepadanya. Dan kami langsung saja balik ke basecamp tercinta.Dalam teknis lapangan kami, sore ini kami tidak ada kegiatan sehingga beberapadari kami berniat untuk jalan-jalan. Aku, Freden, dan Rahman ingin mandi dipantai, sedangkan yang lainnya ingin memancing entah ke mana.Ternyata Sigit sudah membawa mata pancingnya dari rumah plus benang nylonnya,namun belum siap dengan kailnya, terpaksa deh mereka mencari bambu saja. Akhirnyakami pun berpisah dengan masing-masing kesibukan kami.Air di pantai benar-benar terasa hangat dan tenang waktu itu. Rahman nggak beranimandi, nggak tahu kenapa padahal sudah kami ajak, dan akhirnya hanya aku danfreden saja yang mandi di pantai sedangkan Rahman berjemur saja sambil menulis-nulis puisi di atas pasir pantai.Setelah capek kami bertiga tertidur pulas di basecamp, angin pantai benar-benarterasa di semua permukaan kulit kami. Tanpa berkata-kata kami langsung tertidurmelepas sejenak kelelahan kami, mungkin kami tak sempat bermimpi saat itu.Hari ke-2 (sosped day)Pagi-pagi pukul 05.00 atas instruksi ketua perjalanan, bang freden, kami semuabangun pagi. Pagi itu terasa benar-benar dingin di tambah angin yang berhembussepoi-sepoi di kulit kami membuat kami susah sekali bergerak, Brian pun tertidurlagi, namun kali ini ia pindah ke pantai yang lebih dekat ke air, mungkinkekurangan angin ya bri??Kami pagi itu rencananya pindah base camp ke rumah pak RT, kira-kira pukul 06.00kami bergerak packing semua logistik termasuk tenda dan flysheet. Dalam waktukurang dari 1 jam kami sudah bereskan semuanya, dan kami pergi berangkat ke rumahpak RT yang nggak jauh dari sana.Rumah itu sederhana, terbuat dari anyaman bambu, namun kami akhirnya senang karenakami tidak akan masuk angin lagi malam ini. Di samping rumah itu, berdiri rumahkedua orang tua pak RT, emak dan abah sudah sangat tua namun masih sangat kuatdalam bekerja dan tampak sehat-sehat saja.Pagi itu Freden tampak pucat, mungkin karena masuk angin dan kelelahan dalamperjalanan kemarin malam. Akhirnya kami memutuskan untuk menyuruhnya beristirahatsaja, kasihan juga pak ketua kita kali ini…. Jadwal hari ini adalah sosialisasi pedesaan ke kantor desa untuk menemui pakKades. Kami telah bersiap membawa alat tulis kami, pulpen dan kertas kosong. Yangberangkat adalah Aku, Rahman, dan Tetu dengan 2 buah sepeda motor.di tempat yang berbeda, Brian, Sani, dan Nda melakukan survey jalur belakangtebing-tebing untuk mendapatkan informasi tentang kondisi di atas sana dan mencarijalan ke luar seandainya tidak bisa rapelling dari atas.Kira-kira pukul 08.30 kami menuju kantor desa, yang berjarak kurang lebih 1 kmdari rumah Pak RT. Pagi itu benar-benar cerah dan sangat menyegarkan.Sayang sekali…. setelah sampai di Kantor Desa tidak ada orang yang kami cari, yangada hanya petugas hansip saja. Katanya pak RT sedang di luar desa, namun iaberpesan bahwa di sebelah tukang jahit tak jauh dari sana ada rumah pak lurah yangjuga bisa ditanya-tanya seputar desa Sawarna.Akhirnya kami beranjak pergi tak lupa ucapan terima kasih buat pak Hansip yangtegap itu. Dan akhirnya kami melihat ada tukang jahit yang tampak sedang sibukbekerja di tokonya di pinggir jalan. Lalu kami tanya tentang pak Lurah tadi, ehsekarang pak Lurah juga malah nggak ada di sana.Jadwal sudah tersusun rapi bahwa pagi itu kami harus sosped. Tak ada pilihan lain
Leave a Comment