The author has disabled downloads on this document.
Are you interested in downloading Pancasila Dan Tantangan? You can easily send the publisher a message on Scribd.
by Kasenda
Saudara-saudara, dalam hubungan ini buat kesekian kalinya saya katakan, bahwa saya bukanlah Pencipta Pancasila, saya bukanlah pembuat Pancasila. Apa yang yang saya kerjakan tempo hari ialah sekedar menformulir perasaan-perasaan yang ada di dalam kalangan rakyat dengan beberapa kata-kata yang saya namakan “ Pancasila “. Saya merasa tidak membuat Pancasila. Dan salah jika ada orang yang mengatakan bahwa Pancasila itu buatan Soekarno …. Saya sekadar menggali di dalam bumi Indonesia dan mendapatkan lima berlian dan lima berlian inilah saya anggap dapat meinghiasi tanah air kita ini dengan cara yang seindah-indahnya ….Aku menggali di dalam buminya rakyat Indonesia, dan aku melihat di dalam kalbunya bangsa Indonesia itu hidup lima perasaan. Lima perasaan itu dapat dipakai sebagai mempersatukan bangsa Indonesia yang 80 juta ini. (Subagya, 1959: 2)
Dari kutipan ini terlihat bahwa Soekarno menempatkan dirinya sebagai orang yang menggali nilai dan norma yang hidup sebagai suatu tradisi di masyarakat bangsa Indonesia sejak bangsa kita belum menerima pengaruh dari bangsa-bangsa lain.
Dalam proses penggalian ini, Soekarno selain membekali diri dengan pengetahuan yang diperolehnya dari literatur yang ada dan pengalamannya selama pergerakan kebangsaan juga melakukan perenungan-perenungan yang mendalam tentang semua segi kehidupan masyarakat bangsa Indonesia. Hasil dari proses perenungan ini terlihat bahwa manusia dalam memandang alam semesta, merenungi asal dan tujuan manusia, dan dalam menghadapi berbagai macam tantangan hidup selalu menunjukkan sikap sebagai manusia religius, kekeluargaan yang dan bangga akan tanah air tempat, menicintai dan bangga akan tanah air tempat lahirnya, lebih mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam memecahkan masalah yang dihadapi baik secara perseorangan maupun bersama-sama, dan selalu berihktiar untuk hidup lebih baik sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiannya. Semua itu terlihat sebagai gagasan yang dominan dalam hidup bermasyarakat di dalam bangsa kita. Dari semua itu terwujud dalam sikap dan perilaku hidup sebagai satu keutuhan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. (Babari, 1985, 733 -734)
Lahirnya Pancasila
Pidato Soekarno pada tanggal 1 Juni1945,dihadapan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia adalah bertentangan dengan latar belakang kebangkitan ini dan perasan anti-Jepang makin ditunjukkan secara terang-terangan. Dalam pidatonya, Soekarno menggariskan lima dasar, Pancasila yang dirasanya akan membimbing dan memenuhi syarat sebagai dasar filsafat suatu Indonesia yang merdeka. Pidato ini jelas mendekati revolusi dan meskipun membangkitkan amarah para perwira angkatan darat Jepang, mereka merasa tidak bijaksana untuk mengambil tindakan terhadapnya. Gagasan-gagsan yang diutarakan Soekarno dalam pidato ini penting karena menyanjikan filsafat sosial yang matang dan dari para pemimpin nasionalis Indonesia yang paling berpengaruh dan dari seseorang yang kemudian menjadi seorang pemimpin politik Republik Indonesia yang paling penting. Gagasan-gagasan itu juga sangat berarti dalam mempengaruhi jalan pemikiran sosial orang Indonesia selama perjuangan revolusioner yang segera mulai, suatu pengaruh yang sampai sekarang masih puinya makna yang sangat penting Banyak dari pengaruh ini dikarenakan Soekarno dengan jelas mengungkapkan ide-ide dominan, namun belum lengkap, yang ada dalam pikiran banyak orang Idnonesia terpelajar, dan karena dia mengutarakannya dalam suatu bahasa dan dengan suatu simbolisme yang kebanyakan bermakna dan tetap penuh arti bagi rakyat jelata yang tidak berpendidikan.
Menurut Soekarno, prinsip pertama yang harus menggarisbawahi dasar filsafat suatu Indonesia merdeka adalah nasionalisme. Ia menekankan bahwa yang dimaksudkannya bukanlah suatu nasionalisme dalam arti sempit. Katanya, syarat bangsa menurut Ernst Renan yaitu: “ le desir d’etre ensemble “, dan menurut Otto Bauer yaitu “ eine aus Schicksalgemenischaft Erwachsene Charaktergemeinscjhaft “ tidak memadai,
39 Pages
Date Added |
11/04/2009 |
Category |
Uncategorized. |
Tags |
|
Groups |
|
Copyright |
|
More info » |
|