Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
30Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
analisis

analisis

Ratings: (0)|Views: 1,081 |Likes:
Published by muhammad fadli

More info:

Published by: muhammad fadli on Nov 05, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2013

pdf

text

original

PENINGKATAN MUTU DESAIN STRUKTUR DI INDONESIA DENGAN
MENGGUNAKAN SOFTWARE DESAIN STRUKTUR TERPADU SANSPRO
Structural Design Quality Improvement in Indonesia Using
Comprehensive Structural Design Software SANSPRO
Nathan MADUTUJUH1
ABSTRAK: Berada di daerah gempa yang aktif, semua bangunan di Indonesia harus direncanakan

mengikuti persyaratan yang ketat dari peraturan bangunan sehingga mampu menahan beban gempa yang direncanakan. Sayangnya, banyak insinyur di Indonesia kurang memiliki kemampuan desain dan training yang cukup untuk merencanakan bangunan tahan gempa, khususnya dengan menggunakan peraturan bangunan dan peraturan gempa yang baru. Insinyur pemula biasanya memiliki pengetahuan yang cukup mengenai peraturan yang baru, tapi kurang dalam pengalaman desain yang nyata. SANSPRO, suatu program terpadu untuk Pemodelan, Analisis, Desain, Penggambaran, dan Perhitungan Biaya Struktur, dapat menjadi suatu alat bantu yang sangat berguna untuk meningkatkan mutu desain di Indonesia. Program ini dapat digunakan sebagai alat bantu belajar, dan juga sebagai alat desain sehari-hari.

ABSTRACT:Located in active earthquake zone, all buildings in Indonesia should be designed to

follow strict building code requirements to be able to resist designated earthquake load. Unfortunately, many engineers in Indonesia do not have enough design skill and training for aseismic building design, especially with new building code and earthquake design code. Freshly graduated engineers usually have enough knowledge about the new code, but lack of actual design experiences. SANSPRO, as an Integrated Structural Modeling, Analysis, Design, Drawing, and Cost estimation software, can be a very useful tool to increase design quality in Indonesia. It can be used as a learning tool and also as a real design tool.

KEYWORDS: Structural modelling, analysis and design, drawing generator, cost estimation,
foundation design, integrated software, design tools.
1. PENDAHULUAN

Aplikasi komputer dalam dunia teknik sipil sekarang sudah merupakan suatu keharusan. Hal ini terlihat ketika listrik padam di suatu konsultan sipil dengan ratusan insinyur, mereka tidak bisa bekerja sampai sore. Namun apakah mutu desain meningkat seiring dengan maraknya penggunaansoftware canggih ini ? Dari pengamatan, malah ada kecenderungan peningkatan kecerobohan dalam desain yang mengakibatkan kegagalan struktur bahkan pada masa konstruksi. Sering kita mendengar atau menjumpai sendiri kasus pelat yang melendut, atau dinding yang retak direncanakan dengan menggunakansoftware canggih oleh konsultan terkemuka.

Kemampuan intelektual seorang insinyur tidak dapat ditingkatkan begitu saja dengan memberikan
software yang canggih atau seperangkat peraturan bangunan yang lengkap. Kemauan, ketelitian,
1Director of Engineering Software Research Center, a practicing structural engineer, and a doctorate candidate at Catholic
Parahyangan University, Bandung, INDONESIA. E-mail: nathan@bdg.centrin.net.id
International Civil Engineering Conference "Towards Sustainable Civil Engineering Practice"
Surabaya, August 25-26, 2006
123
kerajinan, bakat dan naluri seorang insinyur masih merupakan faktor yang penting. Menggunakan
suatusoftware yang canggih yang menyediakan ribuan halaman output tanpa menyediakan fasilitas
reportingdan quality control yang mudah digunakan akan dapat membawa banyak masalah di

kemudian hari. Dalam paper ini akan dibahas bagaimana cara penggunaansoftware analisis dan desain struktur yang optimal tanpa merasa kehilangan kendali atas hasil yang diperoleh. Tujuannya adalah agar prosedur desain yang baik dapat diterapkan pada sebanyak mungkin proyek, dan perbedaan yang tajam dari mutu desain dapat dikurangi.

Lebih jauh lagi, biaya struktur juga sekarang digunakan sebagai nilai tambah dan alat marketing, bahkan ada konsultan yang berani menjamin, \u201ckalau pakai saya, dijamin volume beton ... m3/m2, dan berat tulangan.... kg/m3\u201d, bahkan kadang-kadang sebelum melihat gambar desain arsiteknya. \u201cIlmu

tebakan\u201dseperti ini akan menjadi bumerang di kemudian hari, karena terlanjur berkata, maka volume

harus dikurangi, dengan mengorbankan detail dan kebutuhan akan kekuatan dan kekakuan. Alternatif dari perencanaan \u201cgaya tebakan\u201d diatas adalah menggunakan program analisis struktur yang memiliki kemampuan menghitung volume dan biaya struktur, walaupun masih dalam level estimasi.

2. ASPEK-ASPEK DALAM PERENCANAAN STRUKTUR
Ada bebeberapa aspek dalam perencanaan struktur yang melibatkan perancang struktur, antara lain:
1. Desain Awal
: Pemilihan Sistem dan ukuran awal
2. Desain Skematik
: Pemilihan ukuran akhir
3. Beban struktur
: Perhitungan beban
4. Analisis Struktur
: Mencari gaya-gaya dalam, reaksi, dan deformasi
5. Desain Struktur
: Mencari penulangan beton dan rasio tegangan baja
6. Desain Pondasi
: Mencari jumlah dan konfigurasi pondasi yang optimal
7. Penggambaran Detail

: Menggambar detail balok, kolom dan indeks penamaannya
8. Analisis Volume dan Biaya : Menghitung volume, biaya beton, baja, cat dan bekisting
9. Penyusunan Laporan

Umumnyasoftware analisis struktur yang ada hanya dapat menangani poin 3 dan 4 saja. Beberapa
software dapat menangani poin 2 s/d 7 dan hampir tidak ada atau sangat sedikit softwarey ang
memiliki cukup kecerdasan untuk menangani poin 1 s/d 8, itu pun hanya untuk struktur khusus.
3. HUMAN FACTOR

Sifat umum dari manusia adalah lambat untuk berubah bila sudah merasa nyaman pada suatu situasi tertentu. Sifat ini menghambat dalam penyerapan metode desain dan peraturan bangunan baru, yang setiap 3-5 tahun selalu diperbaharui. Kecenderungan dari pelaku perancangan adalah memilih sesuatu yang lebih mudah dan cepat dilaksanakan, walaupun hasilnya mungkin tidak akurat. Jika sesuatu tidak tersedia fasilitasnya dengan mudah, sangat sukar untuk berharap bahwa sesuatu tugas akan dikerjakan dengan baik dan benar sesuai prosedur yang telah ditentukan.

4. PROGRAM SANSPRO SEBAGAI ALAT BANTU PERENCANAAN STRUKTUR
Program komputer analisis dan desain struktur (SANSPRO) pada awalnya (1988) dirancang dengan
filosofi lama dimanasoftware masih dianggap sebagai alat bantu analisis saja, sebagai berikut:
Perencana memanfaatkan komputer sebagai alat bantu analisis dan desain struktur. Sedangkan
penggambaran akhir dan perhitungan volume dilakukan dengan kontrol ketat manusia.
Tabel 1. Pembagian tugas antara perencana dan program komputer
Tahapan
Pemodelan
Analisis
Desain
Penggambaran
Laporan
Pelaku
Perencana
Program
Program
Perencana
Perencana
M
ADUTUJUH
124

Dalam perkembangannya, Program SANS berkembang menjadi suatusoftware terpadu dengan filosofi baru dimanasoftware berfungsi sebagai database pusat desain, sebagai berikut [1]:

Suatu model terpadu disusun dengan bantuan komputer, komputer
melakukan analisis, desain,
perhitungan
volume,

dan penggambar-an. Sang insinyur sebagai perencana diberikan sebanyak mungkin jendela untuk memeriksa model tersebut dari berbagai segi, kemudian model dapat diatur kembali parameternya dan semua laporan direvisi kembali. Proses dikontrol oleh perencana dengan menggunakan parameter yang tepat (Gbr. 1):

Gambar 1. Diagram Aliran Data Desain
Beberapa aspek dalam tahapan perencanaan struktur dengan SANSPRO dijelaskan sebagai berikut:
4.1. DESAIN AWAL

Pada desain awal ini ditentukan sistem struktur yang efisien: sistem pemikul beban gravitasi, dan sistem pemikul bebanlateral gempa. Tidak banyak yang dapat diatur oleh program, selain memberikan database berbagai jenis struktur yang pernah ada, sehingga perencana dapat menggunakannya dalam pemilihan sistem struktur yang optimal. Idealnya dicoba beberapa sistem struktur alternatif, memang untuk proyek khusus mutlak perlu, tapi untuk proyek tipikal akan menghabiskan banyak waktu dan biaya. Pada SANSPRO, dengan telah dilakukannya otomatisasi pada tahapan berikutnya, sebenarnya mencoba beberapa sistem struktur tidaklah begitu menghabiskan waktu. Dalam menentukan ukuran awal, dilakukan dengan rumus empiris sebagai berikut [5]:

Ukuran Balok:H =L/12 s/dL/14 (konvensional),H =L/20 s/dL/24 (beton prategang), dan
H= L/4 (balok kantilever)

Ukuran Kolom: Area kolom =Ptotal / (0.3 \u00d7 fc\u2019)
UkuranShearwall: Areawall =Ptotal / (0.2 \u00d7 fc\u2019)
Tebal pelat:Tp =L/33 (konvensional),Tp =L/30 (flat slab)

DimanaH=tinggi balok,L=bentang,fc\u2019=kuat tekan beton, danTp=tebal pelat
4.2. DESAIN SKEMATIK

Dengan SANS, ukuran balok baja dan beton yang sesuai dengan bentangnya dapat dipilih secara otomatis dengan satu perintah sederhana. Cuma hasilnya adalah pembagian group balok dan kolom dapat menjadi tidak sesuai karena bentangnya berbeda. Untuk itu setelah dilakukan perubahan, perencana dapat melakukan perbaikan. Jenis dan ukuran penampang balok dan kolom dapat ditampilkan sesuai kode warna yang berbeda sehingga dapat diperiksa dengan mudah. Prosedur Desain Skematik yang dapat dikerjakan secara otomatis oleh SANSPRO adalah sebagai berikut [1]:

1. Tentukan daftar calon ukuran balok dan kolom yang tersedia

2. Untuk setiap balok:
1. Cari panjang fisiknya (dari kolom ke kolom) atau kolom ke ujung kantilever
2. Tentukan nilaiH =L/12-L/14 (balok induk) atauH=L/5-L/4 (kantilever)
3. Cari dari daftar balok yang ada, ukuran yang terdekat

3. Untuk setiap kolom:
1. Cari luas tributari area kolom (bisa juga beban pada setiap pelat yang bersentuhan dengan

kolom diberikan sebanyak 25% untuk pelat segiempat, dan 33% untuk pelat segitiga)
2. Bagi tinggi bangunan ke dalam beberapa grup lantai (per grup dapat 1-5level)
3. Untuk tiap grup lantai:

1. Hitung beban lantai diatas kolom yang bersangkutan
2. Cari luas permukaan kolom
International Civil Engineering Conference "Towards Sustainable Civil Engineering Practice"
125

Activity (30)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
dopak liked this
dopak liked this
Ryan Civilian liked this
mahardiantoo liked this
Thollo Atmaja St liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->