ke negara-negara Skandinavia, khususnya Denmark, pada akhir tahun 1930-an.Walaupun ia sering mengaitkan Koperasi dengan nilai dan lembaga tradisional gotong-royong, namun persepsinya tentang Koperasi adalah sebuah organisasi ekonomi modernyang berkembang di Eropa Barat. Ia pernah juga membedakan antara ?Koperasi sosial?yang berdasarkan asas gotong royong, dengan ?Koperasi ekonomi? yang berdasarkanasas-asas ekonomi pasar yang rasional dan kompetitif.Bagi Bung Hatta, Koperasi bukanlah sebuah lembaga yang antipasar atau nonpasar dalam masyarakat tradisional.Koperasi, baginya adalah sebuah lembaga self-help lapisan masyarakat yang lemah ataurakyat kecil untuk bisa mengendalikan pasar. Karena itu Koperasi harus bisa bekerjadalam sistem pasar, dengan cara menerapkan prinsip efisiensi. Koperasi juga bukansebuah komunitas tertutup, tetapi terbuka, dengan melayani non-anggota, walaupundengan maksud untuk menarik mereka menjadi anggota Koperasi, setelah merasakanmanfaat berhubungan dengan Koperasi. Dengan cara itulah sistem Koperasi akanmentransformasikan sistem ekonomi kapitalis yang tidak ramah terhadap pelaku ekonomikecil melalui persaingan bebas (kompetisi), menjadi sistem yang lebih bersandar kepadakerja sama atau Koperasi, tanpa menghancurkan pasar yang kompetitif itusendiri.Dewasa ini, di dunia ada dua macam model Koperasi. Pertama, adalah Koperasiyang dibina oleh pemerintah dalam kerangka sistem sosialis. Kedua, adalah Koperasiyang dibiarkan berkembang di pasar oleh masyarakat sendiri, tanpa bantuan pemerintah.Jika badan usaha milik negara merupakan usaha skala besar, maka Koperasi mewadahiusaha-usaha kecil, walaupun jika telah bergabung dalam Koperasi menjadi badan usahaskala besar juga. Di negara-negara kapitalis, baik di Eropa Barat, Amerika Utara danAustralia, Koperasi juga menjadi wadah usaha kecil dan konsumen berpendapatanrendah. Di Jepang, Koperasi telah menjadi wadah perekonomian pedesaan yang berbasis pertanian.Di Indonesia, Bung Hatta sendiri menganjurkan didirikannya tiga macamKoperasi. Pertama, adalah Koperasi konsumsi yang terutama melayani kebutuhan kaum buruh dan pegawai. Kedua, adalah Koperasi produksi yang merupakan wadah kaum petani (termasuk peternak atau nelayan). Ketiga, adalah Koperasi kredit yang melayani pedagang kecil dan pengusaha kecil guna memenuhi kebutuhan modal. Bung Hatta jugamenganjurkan pengorganisasian industri kecil dan Koperasi produksi, guna memenuhikebutuhan bahan baku dan pemasaran hasil.Menurut Bung Hatta, tujuan Koperasi
Leave a Comment