Bab pertama, ketentuan umum, satu pasal, berisi pengertian-pengertiandalam Permendagri beserta penjelasan secara singkat mengenaipengertian tersebutBab kedua, penegasan batas daerah, berisi tentang pengertian penegasanbatas daerah, terbagi dalam tiga bagian. Bagian pertama tentangpenegasan batas daerah di darat, bagian kedua penegasan batas di lautdan bagian ketiga tentang peta batas daerah. Dijelaskan dalam bab inimengenai tahapan dalam penegasan batas darat, dimulai dari penelitiandokumen, pelacakan batas, pemasangan pilar batas, pengukuran danpenentuan pilar batas, dan pembuatan peta batas. Sedangkan untuk batasdi laut, penelitian dokumen, pelacakan batas, pemasangan pilar di titikacuan, penentuan titik awal dan garis dasar, pengukuran dan penentuanbatas dan pembuatan peta batas. Pada bagian ketiga dijelaskan tentangskala peta batas untuk masing-masing batas propinsi, kabupaten dan kota.Bab ketiga berisi tentang tim penegasan batas daerah, baik propinsi,kabupaten dan kota yang masing-masing ditetepkan oleh pejabat strukturalpemerintahan di atasnya. Bab empat tentang keputusan penegasan batasdaerah yang kesemuanya, baik batas propinsi, kabupaten dan kotaditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri berdasarkan hasil verifikasi batasoleh Tim Penegasan Batas Daerah Tingkat Pusat.Bab lima berisi tentang fasilitasi perselisihan batas daerah yang mana jikaterjadi perselisihan tentang batas daerah diselesaikan oleh pejabatstruktural di atasnya. Bab enam tentang pembiayaan penegasan batas,yakni pembiayaan seluruh rangkaian kegiatan penegasan batas daerahdiambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan AnggaranPendapatan dan Belanja Daerah.Bab tujuh berisi tentang ketenutan lain-lain, dalam hal ini batas daerahyang berbatsan dengan negara lain berpedoman pada batas NegaraKesatuan Republik Indonesia atau perjanjian antara Republik Indonesiadengan negara yang bersangkutan. Terakhir bab delapan beisi tentang ketentuan penutup, yakni tentang teknispenegasan batas daerah yang dicantumkan dalam lampiran Permendagri.
3. Kajian Rinci Terhadap Isi Permendagri No. 1/2006
Dalam kajian rinci ini, akan disajikan secara rinci bab demi bab dalambagian berikut :
3.1 Bab I tentang Ketentuan Umum
Pasal 1, tentang pengertian-pengertian :Ayat (1) dan ayat (2), menegaskan tentang pemerintahan daerah, yaitupemerintahan provinsi oleh gubernur, dan kabupaten/kota olehbupati/walikota.Ayat (3), menyatakan bahwa penegasan batas daerah adalah kegiatanpenentuan batas secara pasti di lapangan. Teknis pelaksanaan penegasanbatas daerah terdapat dalam lampiran.3