Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Strategi Dan Inovasi Pembelajaran Siswa Sd

Strategi Dan Inovasi Pembelajaran Siswa Sd

Ratings: (0)|Views: 446 |Likes:
Published by Jessica Copeland

More info:

Published by: Jessica Copeland on Nov 06, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2011

pdf

text

original

 
STRATEGI DAN INOVASI PEMBELAJARAN SISWA SD Ibarat seorang jenderal dalam kemiliteran, guru dituntut memiliki siasat atau strategidalam melaksanakan tugas mengajarnya. Strategi dalam belajar mengajar dimaksudkanuntuk mensiasati anak didik agar terlibat aktif belajar. Kemampuan guru dalammemahami dan mengimplementasikan strategi (mengajarnya) merupakan hal yang sangat penting dalam semua peristiwa belajar mengajar.Kata Strategi berasal dari kata Strategos (Yunani) atau strategus. Strategos berarti jenderal atau perwira negara (state officer). Jenderal inilah yang bertanggungjawabmerencanakan suatu strategi dan mengarahkan pasukannya untuk mencapai kemenangan, begitupun tanggungjawab guru dalam kelas mensiasati anak didik sehingga tercapaitujuan pembelajaran peserta didiknya.untuk itulah diperlukan inovasi pembelajaran peserta didik,dalam hal ini pembelajaran untuk siswa SD.Dalam perkembangannya, konsep strategi telah digunakan dalam berbagai situasi,termasuk situasi pendidikan.Implementasi konsep strategi dalam kondisi belajar mengajar ini sekurang – kurangnya melahirkan pengertian berikut.Strategi merupakan suatu keputusan bertindak dari guru dengan menggunakankecakapandan sumber daya pendidikanyang tersedia untuk mencapai trujuan melaluihubungan yang efektif antara lingkungan dan kondisi yang paling menguntungkan.Strategi merupakan garis besar haluan bertindak dalam mengelola prosese belajar mengajar untuk mencapaio tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.Strategi dalam proses belajar mengajar merupakan suatu rencana yang dipersiapkansecara seksama untuk mencapai tujuan - tujuan belajar.Strategi merupakan pola umum perbuatan guru-peserta didik didalam perwujudankegiatan belajar mengajar . Perlu dijelaskan pula, bahwa strategi belajar mengajar bukan desain instruksional sepertiPPSI (Prosedur pengembangan sistim instruksional), Satpel (Satuan Pelajaran) atausejenisnya, Strategi belajar mengajar lebih luaas dari semua itu. Mempertimbangkansuatu strategi bearti mencari dan memilih model dan pendekatan proses belajar mengajar yang didasarkan atas karakteristik dan kebutuhan belajar peserta didik dan kondisilingkungan serta tujuan yang akan dicapai.Dengan kata lain strategi belajar mengajar merupakan siasat guru untuk mengoptimalkaninteraksi antara peserta didik dengan komponen komponen lain dari sistem instruksionalsecara konsisten.Berbicara strategi belajar mengajar, tidak bisa dipisahkan dengan metode mengajar.Karena metode ini merupakan cara – cara yang ditempuh guru untuk menciptakan situasi pengajaran yang menyenangkan dan mendukung bagi kelancaran proses belajar dan
 
tercapainya prestasi belajar anak yang memuaskan. Sunaryo (1995) menunjukan adanya pola dasar yang menjadi rujukan dalam rangka implemetasi DAP (DevelopmentallyAppropriate Practice).Sebenarnya metode mengajar yang dapat dipelajari guru sesuai dengan pola dasar tersebut adalah demikian banyak. Akan tetapi yang akan diperkenalkan paling tidak dengan 10 metode mengajar, yaitu metode ceramah, tanya jawab, diskusi, kerjakelompok, pemberian tugas, demonstrasi, simulasi, inkuiri dan metode pengajaran unit- pembelajaran terpadu.Dalam kesempatan ini penulis akan menyampaikan dua metode terakhir yaitu metodeinkuiri dan metode pengajaran unit. Karena metode ini merupakan metode yang relatif  baru yang diperkenalkan kepada guru-guru bersamaan dengan meluasnya CBSA. Metodeinkuiri disebut juga metode penemuan yang sangat penting untuk dilakukan peserta didik usia sekolah dasar.Metode inkuiri ini dapat dirancang penggunaannya oleh guru menurut kemampuanmereka atau menurut tingkat perkembangan intelektualnya. Bukankah mereka memilikisifatnya yang aktif ingin tahu yang besar, terlibat dalam suatu situasi secara utuh danreflek terhadap sesuatu proses dan hasil-hasil yang ditemukan.Metode penemuan adalah cara penyajian pelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan inpormasi dengan aktif tanpa bantuan guru. Metode penemuan melibatkan peserta didik dalam proses-proses mental dalam rangka pengembangannya. Metode ini memungkinkan para peserta didik menentukan sendiriinformasi-informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan belajarnya. Adapun tujuan metode penemuan adalah :Meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam menemukan dan memproses bahan pelajarannya.Mengurangi ketergantungan peserta didik pada guru untuk mendapatkan pengalaman belajarnya.Melatih peserta didik menggali dan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang tidak ada habisnya.Memberi pengalaman belajar seumur hidup. Alasan penggunaan metode penemuan :Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan yang pesatBelajar tidak hanya dapat diperoleh dari sekolah tetapi dari lingkungan sekitar.Melatih peserta didik untuk memiliki kesadaran sendiri kebutuhan belajarnya.Penanaman kebiasaan untuk belajar berlangsung seumur hidup.
 
 Kekuatan metode penemuanKekuatan metode inkuiri adalah :Menekankan kepada proses pengolahan informasi oleh peserta didik sendiri.Membuat konsep diri peserta didik bertambah dengan penemuan-penemuannya yangdiperoleh.Memiliki kemungkinan besar untuk memperbaiki dan memperluas penyediaan dan penguasaan keterampilan dalam proses kognitif para peserta didik.Penemuan-penemuan yang diperoleh peserta didik dapat menjadi kepemilikannya dansangat sulit melupakannya.Tidak menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber belajar karena peserta didik belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar. Metode Pengajaran UnitMetode pengajaran unit amatlah sesuai dilihat dari pendekatan DAP karena melalui pengajaran ini keunikan atau keragaman dan berbagai tingkatan perkembangan pesertadidik dapat diakomodasikan. Pengajaran bisa menjadi lebih terbuka dengan tersedianya berbagai kesempatan bagi si anak memiliki kegiatan belajar. Suatu pengajaran unit bisamenjadi ”harinya” bagi si anak.Pengajaran unit lebih dikenal dengan istilah ”unit teching” merupakan pengajaran yangmengarahkan kegiatan peserta didik pada pemecahan suatu masalah yang dirumuskandahulu secara bersama-sama. Metode pengajaran unit didefinisikan sebagai cara penyajian pembelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahanya secara keseluruhan dan bermakna. Dalam perkembangan terakhir ini pengajaran unit sering diungkapkan sebagai pembelajaran berkorelasi atau pembelajaran terpadu. Terdapat beberapa jenis pemecahan masalah dalam pengajaran unit yaitu :Keterhubungan antar dua atau lebih masalah, konsep, keterampilan, tugas, atau ide-idelain di dalam satu bidang study yang dikenal dalam pembelajaran terpadu sebagai ModelTerhubung. ( Connetec; Model )Jaringan topik yaitu pemecahan masalah yang melibatkan penetapan tema dan beberapatopik atau sub tema dalam berbagai bidang study, yang dalam pembelajaran terpadudikenal sebagai model Jaring Laba-Laba ( Webbel; Model)Lintas bidang study yaitu pemecahan masalah yang melibatkan adanya perioritaskurikuler dan menemukan pengetahuan atau konsep keterampilan dan sikap yangtumpang tindih ( Operlapping ) dari bebarapa bidang study yang dalam pembelajaranterpadu dikenal dengan sebutan Model Terpadu itu sendiri ( Integrated Model).

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Flash Permanen liked this
chibint liked this
chibint liked this
yuniyuli liked this
yahoobend liked this
rifdi79 liked this
Generati liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->