• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
 
Bab 1 Metode Numerik secara Umum
1
 
Bab 1
Metode Numerik Secara Umum
Pengetahuan dimulai dari rasa ingin tahu, kepastian dimulai dengan rasaragu-ragu, dan filsafat dimulai dengan kedua-duanya.(Jujun S. Suriasumantri)Rasa ingin tahu adalah ibu dari semua ilmu pengetahuan(Anonim)
Persoalan yang melibatkan model matematika banyak muncul dalam berbagaidisiplin ilmu pengetahuan, seperti dalam bidang fisika, kimia, ekonomi, atau padapersoalan rekayasa (
engineering
), seperti Teknik Sipil, Teknik Mesin, Elektro,dan sebagainya. Seringkali model matematika tersebut muncul dalam bentuk yang tidak ideal alias rumit. Model matematika yang rumit ini adakalanya tidak dapat diselesaikan dengan metode analitik yang sudah umum untuk mendapatkan
solusi sejatinya (
exact solution
)
. Yang dimaksud dengan metode analitik adalahmetode penyelesaian model matematika dengan rumus-rumus aljabar yang sudahbaku (lazim).Sebagai contoh ilustrasi, tinjau sekumpulan persoalan matematik di bawah ini.Bagaimana cara anda menyelesaikannya?(i)
 
Tentukan akar-akar persamaan polinom:23.4
 x
7
- 1.25
 x
6
+ 120
 x
4
+ 15
 x
3
- 120
 x
2
-
 x
+ 100 = 0(ii)
 
Tentukan harga
 x
yang memenuhi persamaan:
6517)2120( cos18.27
215
+=
 x x x xe
 x
 
 
 
2
Metode Numerik 
(iii)
 
Selesaikan sistem persamaaan lanjar (
linear 
):1.2
a
- 3
b
- 12
c
+ 12
+ 4.8
e
- 5.5
 f 
+ 100
g
= 180.9
a
+ 3
b
-
c
+ 16
+ 8
e
- 5
 f 
- 10
g
= 174.6
a
+ 3
b
- 6
c
- 2
+ 4
e
+ 6.5
 f 
- 13
g
= 193.7
a
- 3
b
+ 8
c
- 7
+ 14
e
+ 8.4
 f 
+ 16
g
= 62.2
a
+ 3
b
+ 17
c
+ 6
+ 12
e
- 7.5
 f 
+ 18
g
= 95.9
a
+ 3
b
+ 11
c
+ 9
- 5
e
- 25
 f 
- 10g = 01.6
a
+ 3
b
+ 1.8c + 12
- 7
e
+ 2.5
 f 
+
g
= -5(iv)
 
Tentukan nilai maksimum fungsi tiga matra (
dimension
):
 f(x,y)
= cos
2)(43)sin(
 xy x x
++
+ sin(3
 xy
- 1) -
)(
))cos(08.0( tan
 y x x
+
 (v) Bila diperoleh tabulasi titik-titik (
 x,y
) sebagai berikut (yangdalam hal ini rumus fungsi
 y
=
 f 
(
 x
) tidak diketahui secaraeksplisit):
 x y = f(x)
2.5 1.42563.0 1.76523.5 2.00054.4 2.89766.8 3.8765Hitung taksiran nilai
 y
untuk 
 x
= 3.8!
(vi)
Berdasarkan titik-titik data pada tabel persoalan (v) di atas,berapa nilai
 f 
'(3.5) dan nilai
 f 
"(3.5) ?
(vii)
Hitung nilai integral-tentu berikut:
dx x xe
 x
))1(4)1003.45((
245.22.17
+++
∫ 
 
(viii)
Diberikan persamaan differensial biasa (PDB) dengan nilai awal:
 
 
Bab 1 Metode Numerik secara Umum
3
 
150
 y
" + 2
 y
'
=
2
)4021ln(
 y
+
+ 120 ;
 y
'(0) = 0,
y
(0) = 1.2Hitung nilai
 y
pada
= 1.8!Menghadapi soal-soal seperti di atas, anda mungkin menyerah, atau mungkinmengatakan bahwa soal-soal tersebut tidak dapat diselesaikan dengan metodeanalitik yang biasa anda kenal. Soal (i) misalnya, biasanya untuk polinom derajat2 orang masih dapat mencari akar-akar polinom dengan rumus
abc
yang terkenalitu yaitu
 x
1,2
=
aacbb
24
2
±
(P.1.1)namun, untuk polinom derajat > 2, seperti pada soal (i), tidak terdapat rumusaljabar untuk menghitung akar polinom. Yang mungkin kita lakukan adalahdengan memanipulasi polinom, misalnya dengan memfaktorkan (ataumenguraikan) polinom tersebut menjadi perkalian beberapa suku. Semakin tinggiderajat polinom, jelas semakin sukar memfaktorkannya. Ada juga beberapaalternatif lain. Yang pertama dengan cara coba-coba seperti
metode pembagiansintetis Horner
.
Dengan metode ini, polinom dibagi dengan sebuah bilangan.Jika sisa pembagiannya nol, maka bilangan tersebut adalah akar polinom. Carakedua adalah secara grafik, yaitu dengan merajah kurva fungsi di atas kertasgrafik, kemudian berdasarkan gambar kurva, kita mengambil tarikan akar secarakasar, yaitu titik poyong kurva dengan sumbu-
 x
. Cara ini, selain kaku dan tidak praktis, ketelitian akar yang diperoleh sangat bergantung pada ketelitianpenggambaran kurva.. Lagipula, merajah kurva pada kertas grafik hanya terbataspada fungsi yang dapat digambarkan pada bidang dua matra atau tiga matra.Untuk fungsi dengan peubah lebih besar dari 3 jelas tidak dapat (malah tidak mungkin) kita gambar kurvanya. Soal nomor (ii) masih sejenis dengan soal (i),yaitu menentukan nilai
 x
yang memenuhi kedua persamaan.Untuk soal nomor (iii), juga tidak ada rumus yang baku untuk menemukan solusisistem persamaan lanjar. Apabila sistem persamaannya hanya berupa dua garislurus dengan dua peubah, kita masih dapat menemukan solusinya (dalam hal inititik potong kedua garis) dengan menggunakan rumus titik potong dua buah garisatau dengan aturan Cramer. Kita juga dapat menemukan titik potong tersebutdengan menggambar kedua garis pada kertas grafik. Untuk sistem yang terdiridari tiga buah persamaan lanjar dengan tiga peubah, aturan Cramer masih dapatdigunakan untuk memecahkan sistem. Tetapi untuk sistem dengan jumlahpersamaan dan jumlah peubah lebih besar dari tiga, tidak ada rumus yang dapatdipakai untuk memecahkannya.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...