Namun politik propaganda yang dilakukan oleh keluarga Bani Abbassebenarnya tidak murni untuk kerjasama dengan pengikut Ali bin Abi Thalib, propaganda ini di satu sisi untuk menggulingkan Bani Umayyah, di sisi lain hanyauntuk mengelabui pengikut Ali bin Abi Thalib, meskipun mereka mengakuisilsilah dari Nabi SAW, tetapi ada satu hal yang membuat keluarga Bani Abbastidak simpati yaitu persoalan keyakinan mereka yang berfaham akan keagunganAli bin Abi Thalib (Syi’isme) yang sangat kuat.
Terbunuhnya Marwan bin Muhammad tahun 750 M di Mesir setelahmelarikan diri, menjadi tahun awal Daulah Abbasiyah berkuasa.
Namun, BaniUmayyah tidak sepenuhnya hancur tanpa sisa, masih ada Abdurrahman ad-Dakhilyang selamat dari pengejaran, melarikan diri ke Spanyol dan mendirikankerajaannya kembali.Masa pemerintahan Daulah Abbasiyah berlangsung selama 508 tahunMasehi atau 524 tahun Hijriyah, yakni dari tahun 132 H (750 M) sampai 656 H(1258 M).
Rentang waktu yang sangat panjang, dimulai oleh
Abdullah Al-Saffah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Al-Abbas
pada tahun 750 M,namun penobatan Abu Abbas telah terjadi setahun sebelumnya, hari Jumattanggal 28 November 749 M, dilangsungkan di Masjid Jami’ Kufah, diiringidengan gema takbir Allahu Akbar dari para pendukung.
Gelar
As-Saffah
yangdisandangnya merupakan sebutan dari dan bagi dirinya sendiri yang berarti‘penumpah darah’.
Sebuah gelar yang sangat patriotik dan menakutkan, menjadisimbol kekuasaan Daulah Abbasiyah yang mengutamakan kekuatan tangan besi
10
Ibid.
11
Badri Yatim,
Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II,
hlm. 49. Hassan IbrahimHassan menambahkan bahwa titik awal kekuasaan Daulah Abbasiyah adalah pasca ditaklukannyaJazid bin Umar bin Muhmmad, pemimpin Umayyah di perbatasan kota Kufah. Lihat
Ibid
, hlm.101. Sebagai bahan perbandingan, lihat G. R. Hawting,
The First Dynasty of Islam, The Umayyad Caliphate AD 661-750
, hlm. 118.
12
Badri Yatim,
Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II
, hlm. 49.
13
Syed Amir Ali,
Short History of the Saracens
, London : Macmillan and Co., 1916, hlm.178.
14
Philip K. Hitti,
The History of Arabs; Rujukan Induk Paling Otoritatif tentang Sejarah Peradaban Islam,
hlm. 358. Sejalan dengan gelar
as-Saffah
, perlakuan kejam itu tidak hanyakepada orang-orang Umayah yang masih hidup, melainkan juga kepada mereka yang sudahmeninggal, dengan cara mengeluarkan jenazah mereka dan membakarnya. Hanya makamMuawiyah bin Abi Sufyan dan Umar bin Abdul Aziz yang tidak digali.
3