Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
171Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Qadariyah & Jabariyah

Qadariyah & Jabariyah

Ratings:

3.5

(2)
|Views: 19,803 |Likes:
Published by rofiqm55

More info:

Published by: rofiqm55 on Nov 08, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/13/2013

pdf

text

original

 
PENDAHULUAN
Memahami persoalan Jabariyah dan Qadariyah yang menjadi salah satu pokok bahasan utama dalam sejarah teologi Islam, dapat dilihat dari dua sisi pandang, yang
 pertama
adalah sosiologis masyarakat Arab dan
kedua
yaitu apayang kita sebut dengan institusi atau aliran pemahaman.A.Sosiologis masyarakat ArabKondisi sosiologis masyarakat Arab, dengan suasana teriknya panas dantanah berupa padang pasir tandus, menjadikan mereka tidak banyak menemukancara untuk merubah hidup ke arah yang lebih baik. Hal inilah kemudianmenggiring pemahaman
 jabary
atau
 fatalism
ke dalam paradigma berfikir mereka.
1
 Disamping itu, kuatnya iman terhadap qudrat dan iradat Allah SWT,ditambah pula dengan sifat wahdaniyat-Nya juga mendorong kuatnya pola fikir tersebut.
2
B.Institusi atau aliran pemahamanPola fikir masyarakat Arab seperti tersebut di atas, menjadi sebuah aliran(institusi) setelah muncul orang (figur) yang menguatkan dan mengembangkan pemahaman tersebut. Tertulis dalam buku-buku sejarah, dua aliran yang saling bertentangan dalam hal pemikiran teologi yaitu Jabariyah dan Qadariyah.Makalah ini akan membahas persoalan teologi kedua aliran tersebut, yaituasal-usul, dasar ajaran dan perbandingan pemikiran teologi terkait dengan perbuatan Tuhan dan perbuatan manusia, dengan lebih mengedepankan telaahinstitutif, dan tidak secara sosiologis.
1
Harun Nasution,
Teologi Islam: Aliran-aliran, sejarah analisa perbandingan
, UI Press,Jakarta, 1983, hal 31.
2
Abdul Mun’im Thaib Thahir,
 Ilmu Kalam
, Widjaya, Jakarta, 1986, hal 101.
1
 
PEMBAHASANA.QADARIYAH
1.
Asal – usul
Penamaan aliran Qadariyah didasarkan pada pandangan kelompok ini yang percaya akan tidak adanya intervensi Tuhan terhadap perbuatan manusia. Kata
Qadara
 berasal dari bahasa Arab, artinya
kemampuan, kekuatan, memutuskan
.Dalam bahasa Inggris, sering disebut dengan istilah
 free will 
atau
 free act 
(kebebasan berkehendak dan kebebasan berbuat).Arti Qadariyah secara terminologis adalah satu aliran yang percaya akankebebasan manusia bertindak dan menentukan pilihan perbuatan tanpa peranTuhan. Setiap manusia adalah pencipta bagi perbuatannya, dengan demikian, kitadapat berbuat sesuatu atau meninggalkannya atas kehendaknya sendiri. Manusiamemiliki qudrah atau kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya, dapat memilihmana yang baik dan mana yang buruk. 
3
Secara pasti, tidak dapat diketahui kapan tepatnya aliran Qadariyah ini lahir dan hal ini masih menjadi perdebatan di kalangan ahli sejarah. Pendapat yang populer, mengatakan bahwa faham Qadariyah pertama kali dimunculkan padaakhir masa Sahabat sekitar tahun 70 H/689 M, oleh Ma’bad al-Juhani (w. 80H/699 M) dan Ghailan ad-Dimasyqi (w. 105 H/722 M).
4
 Ma’bad al-Juhani adalah seorang Taba’i yang dapat dipercaya dan pernah berguru dengan Hasan al-Basri. Sedangkan Ghailan ad-Dimasyqi adalah seorangorator berasal dari Damaskus. Faham Qadariyah diduga berasal dari orang Irak  bernama Susan
5
 yang beragama Kristen, kemudian memeluk agama Islam, dan
3
Terdapat dua pendapat tentang penamaan aliran Qadariyah;
 pertama
, pendapat yangmenyandarkan kepada orang-orang yang berpendapat bahwa manusia adalah penciptadan memiliki kekuatan mutlak terhadap apa yang akan diperbuatnya, tanpa intervensiapapun dari Tuhan. Dan
kedua
, adalah orang-orang yang berkeyakinan bahwa qudrahmanusia bukan pada penciptaan perbuatan tetapi pada pemilihan dan pelaksanaan perbuatan tersebut.
4
Ketika terjadi perbedaan pendapat di kalangan ahli sejarah tentang aliran Qadariyah atauJabariyah yang lebih dulu hadir? Penulis makalah berpendapat bahwa aliran Qadariyahlebih dahulu muncul, disebabkan 2 hal;
 Pertama
, dilihat dari tahun wafat pencetus fahamini yaitu Ma’bad al-Juhani.
 Kedua,
faham
 jabary
atau
 fatalism
yang ada waktu dulu belum berbentuk sebuah institusi aliran.
2
 
kembali lagi ke Kristen. Dari Susan inilah Ma’bad dan Ghailan mengambil fahamtersebut.Pendapat lain, W. Montgomery Watt menemukan dokumen lain yangmenyatakan bahwa faham Qadariyah terdapat dalam Kitab ar-Risalah dan ditulisuntuk Khalifah Abdul Malik oleh Hasan al-Basri sekitar tahun 700 M.
6
Dengan disebutkannya Ma’bad al-Juhani pernah berguru dengan Hasan al-Basri pada keterangan Adz-Dzahabi dalam kitab Mizan al-I’tidal, maka sangatmungkin faham
Qadary
mula-mula dikenalkan oleh Hasan al-Basri dalam bentuk kajian-kajian keIslaman, kemudian dicetuskan oleh Ma’bad al-Juhani dan Ghailanad-Dimasyqi dalam bentuk aliran (institusi).
2.Sebab-sebab munculnya aliran Qadariah
Ada dua sebab utama yang dapat dikategorikan menjadi sebab munculnyafaham dan aliran Qadariyah yaitu :a.Masyarakat Arab yang cenderung
 fatalis
, kehidupan yang serba sulit, faktor alam yang tidak mendukung untuk lepas dari faham tersebut. Agama Islamyang dianut oleh mereka justru menjadikan mereka bertambah dalam kefaham
 fatalis
tersebut. Allah SWT telah menentukan nasib manusia terlebihdahulu, dalam perbuatannya, manusia hanya bertindak menurut nasib yangditentukan sejak azali. Ada Sunnatullah yang hadir dalam setiap detak dandetik denyut kehidupan semesta ini, dan manusia hanya bertindak menurutnasib yang telah ditentukan. b.Secara politis, pemerintah yang berkuasa ketika itu, Bani Umayyah,menganut dan menekankan faham
 fatalis,
serta menjadikannya legitimasi
5
Susan adalah penganut filsafat Nasrani Sekte Nestorian yang mendirikan sekolah filsafatdi Gundisapur, dan berdekatan dengan Basrah. Sekte Nestorian ini mengadopsi filsafatYunani aliran Epikureanisme (Abiquriyyun), dengan konsepnya :
 Dikarenakan perbuatan-perbuatan kita adalah bebas, dan kepada merekalah (perbuatan-perbuatantersebut) dilekatkan pujian dan celaan.
Shobarin Syakur,
Sejarah Ilmu Kalam dan Pemahaman Qada dan Qadar,
makalah tidak terbitkan. Lihatwww.elvingunawan.blog.frienster.com/2007/02/sejarah-ilmu-kalam-dan-pemahaman-qada-da-qadar/.
6
 www.ahmad-mubarok.blogspot.com/2008/09/ilmu-kalam.html. pendapat ini mengutip buku Rosihan Anwar,
 Ilmu Kalam,
Bandung : Pustaka Setia, 2006, hal. 70.
3

Activity (171)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
junijingga liked this
saifulakbars liked this
muhajir hajir liked this
firara165804 liked this
Edy Santoso liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->