Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
40Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab Adab Berpakaian Dan Berhias

Bab Adab Berpakaian Dan Berhias

Ratings: (0)|Views: 18,428|Likes:
Published by classicalparty

More info:

Published by: classicalparty on Nov 08, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/04/2013

pdf

text

original

 
BAB ADAB BERPAKAIAN DAN BERHIAS
Allah -Ta'ala- berfirman :
“Wahai bani Adam, telah kami turunkan kepada kalian pakaianuntuk menutupi auratkalian dan juga perhiasan. Sedangkan pakaiantakwa , demikian itu lebih baik. Demikian itu adalah salah satu dariayat-ayat Allah, agar mereka mau mengingatnya. Wahai Bani Adam, janganlah sampai syaithan menimpakan fitnah kepada kaliansebagaimana dia telah mengeluarkan kedua orang tua kalian darisurga, dan meninggalkan pakaian mereka berdua sehinggaauratnya tersingkap. Sesungguhnya syaithan, dia dan pengikutnyadapat melihat kalian dari tmepat yang kalian tidak dapat melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan para syaithansebagai wali bagi orang-orang yang tidak beriman.“
( Al-A'raf : 26 –27 ).Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash radhiallahu‘anhuma, dia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallamberkata : " Makan, minum, bersedekah dan berpakainlah kaliantanpa berlebih-lebihan dan berbuat kesombongan"
1
.Diantara adab-adab mengenakan pakaian dan berhias
:1. Wajibnya Menutup Aurat :
Allah telah memberikan nikmat kepada hamba-hambanyayang mana Allah menutup mereka dengan pakaian yang hakiki,kemudian membimbing mereka kepada pakaian lainnya yangma'nawi yang lebih besar kedudukannya daripada pakaian yangpertama, Allah Jalla wa 'Ala :
 ﭼ ﭻ ﭹ ﭸ ﭷ ﭶ ﭵ ﭴ ﭽ  ﮁ ﮀ ﭿ ﭾ
 ﮌ ﮋ ﮊ
ﮉ ﮈ ﮇ ﮆ ﮄ ﮃ 
ﮍ 
ﮙ 
ﮟ 
 ﮢ 
 
ﮩ ﮨ ﮧ ﮦ ﮥ ﮤ ﮣ 
“ Wahai bani Adam, telah kami turunkan kepada kalian pakaianuntuk menutupi auratkalian dan juga perhiasan. Sedangkan pakaiantakwa , demikian itu lebih baik. Demikian itu adalah salah satu dariayat-ayat Allah, agar mereka mau mengingatnya. Wahai Bani Adam, janganlah sampai syaithan menimpakan fitnah kepada kaliansebagaimana dia telah mengeluarkan kedua orang tua kalian darisurga, dan meninggalkan pakaian mereka berdua sehinggaauratnya tersingkap. Sesungguhnya syaithan, dia dan pengikutnyadapat melihat kalian dari tmepat yang kalian tidak dapat melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan para syaithansebagai wali bagi orang-orang yang tidak beriman “
( Al-A'raf : 26 –27 ).Ibnu Katsir berkata – di dalam menafsirkan ayat ini – Allahmemberikan nikmat kepada hamba-hambanya dengan apa yang
1
HR. An-Nasaa'i (2559) Al-Albani menghasankannya (shahih Sunan An-Nasaa'i dengan no. ( 2399), dan Ahmad meriwayatkannya (6656), IbnuMajah (3606) dan hadits ini ada pada riwayat Al-Bukhari secara mu'allaq diawal kitab Al-Libas.
 
telah dia jadikan bagi mereka berupa
libas
(pakaian) dan
risyah
(perhiasan), libas yang menutup aurat dan aurat adalah
as-sauaat 
,dan
 Ar-Risy 
adalah apa yang dipakai untuk berhias secara zhahir,maka yang pertama termasuk perkara yang darurat dan
 Ar-Risy 
termasuk perkara yang sekunder dan berupa kebutuhan tambahan
2
.Dan menutup aurat termasuk dari adab-adab yang agungyang diperintahkan didalam agama Islam, bahkan laki-laki danperempuan dilarang melihat kepada aurat sebagian merekadikarenakan akan mengakibatkan mafsadah . Syariat telahmengantisipasi setiap pintu yang dapat menghantarkan kepadakejelekan, dan aurat merupakan seuatu yang oleh seorang manusiatidak senang menampakkannya, melihatnya. Karena kata aurat itudiambil dari kata
al-aur 
yang artinya adalah
al-aib
(yangmemalukan), dan setiap sesuatu yang kamu tidak suka memandangkepadanya, karena memandang kepadanya dianggap sebagaisesuatu yang aib (memalukan), sebagaiman perkataan IbnuUtsaimin
3
.Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu bahwa RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : " Janganlah seorang laki-lakimemandang kepada aurat laki-laki, dan jangan pula wanitamemandang kepada aurat wanita, dan janganlah seorang laki-lakiberselimut dengan laki-laki lain dalam satu kain, dan janganlahseorang wanita berselimut dengan wanita lainnya di dalam satukain
4
"
5
.Dari Al-Miswar bin Makhramah radhiallahu ‘anhu, beliauberkata : “ Saya datang dengan batu berat yang saya bawasedangkan saya mengenakan sarung yang tipis, beliau berkata :“Tiba-tiba sarung saya terlepas sedangkan ada bersamaku batuyang tidak dapat saya letakkan di tempatnya sampai sayamembawanya ke tempatnya, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : " Kembali engkau ke kainmu dan kenakanlah. Jangan kamu berjalan dalam keadaan telanjang"
6
.Dan Dari Bahz bin Hakim dari ayahnya dari kakeknya diaberkata : "Saya berkata wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam : Manakah aurat kami yang kami harus jaga dan yang bolehkami tampakkan ? Beliau berkata : “ Jagalah auratmu kecuali dariistrimu atau budak yang kamu miliki. Beliau berkata : “Saya berkata: wahai Rasulullah apabila ada satu kaum sebagian mereka beradabersama sebagian lainnya ? Beliau berkata : “ Apabila kamu mampuagar tidak seorang pun dapat melihat auratmu maka jangan sampaimereka melihatnya. Beliau berkata : “ Saya berkata : Wahai
2
Tafsir Al-Qur`an Al-Azhim (2/217) cetakan Daar Al-Kutub Al-Ilmiyah –Beirut – 1418 H.
3
Asy-Syarh Al-Mumti' (2/133).
4
Yaitu janganlah mereka berdua berbaring dalam keadaan telanjang dibawah satu kain, sebagaimana yang dijelaskan di dalam Tuhfat Al-Ahwadzi syarah Jami At-Tirmidzi.
5
HR. Muslim (338), Ahmad (11207), At-Tirmidzi (2793) dan Ibnu Majah(661).
6
HR. Muslim (341) dan Abu Daud (4016).
 
Rasulullah : Apabila salah seorang dari kami dalam keadaanbersendiri ?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Allahlebih berhak untuk seseorang malu dari-Nya daripada manusia"
7
.Aurat laki-laki yang diperintahkan untuk menutupnya – selaindari suami dan budak perempuannya – mulai dari pusar sampai kelutut. Dan wanita seluruh badannya adalah aurat – kecuali kepadasuaminya – adapun kepada mahramnya maka bagi mereka bolehmelihat keapa apa yang selalu nampak seperti wajah, keduatangan, rambut, leher dan yang semisal dengan hal tersebut, danaurat wanita bersama anak-anak wanita yang sejenisnya mulai daripusar sampai ke lutut.
Masalah : Apakah Paha laki-laki Adalah Aurat? Jawaban :
Al-Lajnah Ad-Daa`imah menyatakan : “ Jumhur Fuqaha’berpendapat bahwa paha laki-laki adalah aurat, mereka berdalildengan hadits-hadits yang sanad hadits-hadits tersebut tiada yangluput dari kritikan ulama, apakah sanadnya bersambung atau tidak,atau tentang kedhaifan pada sebagian perawinya, akan tetapisebagian hadits-hadits tersebut saling menguatkan satu samalainnya sehingga menjadikan derajatnya naik denganmenggabungkan seluruh riwayat yang ada untuk dijadikan hujjahatas masalah yang dibahas. Diantara hadits-hadits tersebut haditsyang diriwayatkan oleh Malik di dalam Al-Muwathta', Ahmad, AbuDaud dan At-Tirmidzi dari hadits Jarhad Al-Aslami radhiallahu ‘anhudia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah lewatdan ketika itu saya memakai burdah dan paha saya tersingkap,maka beliau berkata : " Tutuplah pahamu karena sesungguhnyapaha itu aurat" At-Tirmidzi menghasankan hadits ini
8
.Dan sbeagian ulama lainnya berpendapat bahwa paha laki-laki bukan aurat, mereka berdalil dengan hadits riwayat Anasradhiallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallammembukasarung dari pahanya sehingga saya sungguh melihat putih pahabeliau. Ahmad dan Al-Bukhari meriwayatkan dan berkata haditsAnas lebih bagus sanadnya dan hadits Jarhad lebih hati-hati
9
, danpendapat mayoritas ulama lebih hati-hati karena hadits-hadits yangpertama merupakan ketentuan dalam pembahasan ini, sedangkanhadits Anas radhiallahu ‘anhu masih ada masih relatif 
.
Masalah Lainnya :
Sebagian wanita sengaja memakai sebagianpakaian yang menampakkan tempat-tempat fitnah dari tubuhnyadan perhiasannya bagian dalam, seperti menampakkan punggungatau paha atau bahagian darinya, atau memakai pakaian yangmemperlihatkan tubuhnya, atau sempit yang menonjolkan bagian-bagian yang dapat menimbulkan fitnah, dan sebagian merekaberalasan bahwa aurat yang diperintahkan untuk menutupnyadiantara wanita adalah mulai dari pusar sampai ke lutut, dan bahwa
7
HR. Abu Daud (4017) dan Al-Albani menghasankannya no.(3391), dan At- Tirmidzi meriwayatkannya (2794) dan Ibnu Majah (1920).
8
Al-Albani menshahihkan riwayat Abu Daud dengan no. (3389).
9
Lihat shahih Al-Bukhari, Kitab Ash-Shalat. Bab : Maa yudzkar fii Al-Fakhdz.
10
Fatwa Lajnah Ad-Daa`imah no.(2252) (6/167 – 165).

Activity (40)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Niccy Chan added this note
sukron kastir
Dhiena Ramadhani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->