Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisa Keuangan (arus KAs)

Analisa Keuangan (arus KAs)

Ratings: (0)|Views: 661 |Likes:
Published by ichad13

More info:

Published by: ichad13 on Nov 08, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2013

pdf

text

original

 
PERTEMUAN KE-9
MATA KULIAH : ANALISA LAPORAN KEUANGANFAKULTAS EKONOMIPROGRAM STUDI :
AKUNTANSIMateri :
Dividen dan Earning Per Share
Menurut Zaki Baridwan (2003) “laba per lembar saham (
earning per share
) adalah jumlah pendapatan yang diperoleh dalam satu periode (biasanyasatu tahun) untuk tiap saham yang beredar”.Menurut Abdul halim (2005) : “laba per lembar saham (earning peshare) adalah Perbandingan antara keuntungan bersih setelah pajak yangdiperoleh emiten dengan jumlah saham yang beredar”Menurut SAK No. 56 mendefinisikan Laba Per Lembar atau
Earning Per Share
(EPS) dasar sebagai: ”Jumlah laba pada suatu periode yang tersediauntuk setiap saham bisa yang beredar selama periode pelaporan”. Larson dkk (2002:579) mendefinisikan Laba per lembar saham sebagaiberikut:
”earning per share also called net income per share is the amount of income earned per each share of company’s outstanding common stock”.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud denganEPS adalah laba yang hanya tersedia hanya untuk saham biasa yang beredar selama satu periode.EPS dasar seperti dikemukakan sebelumnya juga dapat dipengaruhioleh adanya stock dividend (dividen saham). Dividen saham merupakandistribusi proporsional atas tambahan saham biasa atau saham preferenperseroan kepada para pemegang saham (Kieso:2002). Transaksi dalampembagian dividen saham disebut sebagai
“Non reciprocal Transaction” 
ataubukan transaksi timbal balik karena disatu sisi perseroan mengeluarkan ataumenerbitkan saham untuk pemegang saham tapi di lain sisi, perseroan tidakmenerima apapun dari hasil penerbitan saham tersebut. Tidak ada aktiva yangdibagikan bukan merupakan aktiva bagi perseroan yang mengeluarkan dividensaham tersebut.Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
ABDUL ROSID,SE,MM ANALISA LAPORAN KEUANGAN
 
2.1.Dividen Tunai
Manajemen mempunyai dua alternatif perlakuan terhadap penghasilanbersih sesudah pajak (EAT) perusahaan: 1) dibagi kepada para pemegangsaham perusahaan dalam bentuk dividen, dan 2) diinvestasikan kembali keperusahaan sebagai laba ditahan (retained earning). Pada umumnya sebagaiEAT di bagi dalam bentuk dividen dan sebagian lagi di investasikan kembali.Artinya, manajemen harus membuat keputusan tentang besarnya EAT yangdibagikan sebagai dividen. Pembuatan keputusan tentang dividen ini disebutkebijakan dividen. Menurut Lukas Setia Atmaja (2003:285) Persentase devidenyang dibagi atau cash dividen dari EAT disebut “Divident Payout Ratio”.Kebijakan dalam pembagian dividen masih menjadi masalah kontroversi,karena apakah pemegang saham lebih suka peusahaan membagikan labasebagai dividen tunai atau perusahaan membeli kembali saham ataumengguankan kembali laba itu dalam operasi atau biasa disebut laba ditahan.Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang sahamtersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham.Bambang Riyanto (2001:281) mendefinisikan kebijakan dividen sebagiberikut:Politik dividen adalah bersangkutan dengan penentuan pembagianpendaptan(earning) antara penggunaan pendapatan untuk dibayarkan kepadapara pemegang saham sebagai dividen atau untuk digunakan di dalamperusahaan, yagn berarti pendaptan tersebut harus ditahan di dalamperusahaan.Sedangkan menurut Sundjaja dan Barlian (2003:390) mendefinisikankebijakan dividen sebagai berikut: “Kebijakan dividen adalah rencana tindakanyang harus diikuti dalam membuat keputusan dividen”.Dan menurut Weston dan Brigham (1990:198) mendefinisikan kebijakandeviden sebagia berikut: “kebijakan dividen menyangkut keputusan untukmembagikan laba atau menahannya guna diinvestasikan kembali di dalamperusahaan”.Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kebijakan dividen adalahrencana pembagian pendapatan yang harus diikuti dalam membuat keputusandividen, apakah dividen akan dibayarkan atau harus ditahan dalam perusahaansebagai laba ditahan.Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
ABDUL ROSID,SE,MM ANALISA LAPORAN KEUANGAN
 
2.2.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Deviden
1.Peraturan Hukuma)Peraturan mengenai laba bersih menentukan bahwa, deviden dapatdibayar dari laba tahun-tahun yang lalu dan tahun berjalanb)Peraturan mengenai indakan yang merugikan modal. Mwelindungipara kreditur, dengna melarang pembayaran deviden yang berasal darimodalc)Peraturan mengenai tak mampu bayar. Perusahaan boleh tidakmembayar deviden jika tidak mampu2.Posisi LikuidasiLaba ditahan biasanya diinvestasikan dalam bentuk aktiva tetap yangdiperlukan untuk menjalankan usaha. Laba ditahan dari tahun-tahunterdahulu sudah diinvestasikan dalam bentuk mesin dan peralatan,persediaan dan barang-barang lainnya, bukan disimpan dalam bentuk uangtunai. Oleh karena itu suatu perusahaan yang keuntungannya luar biasamungkin saja tidak dapat membayar dividen karena keadaaan likuiditasnya.3.Mambayar PinjamanJika perusahaan telah membuat pinjaman untuk memperluas usahanyaatau untuk pembiayaan lainnya maka ia dapta melunasi pinjamannya padasaat jatuh tempo atau ia dpat menyisihkan cadangan-cadangna untukmelunasi pinjaman itu nantinya. Jika diputuskan bahwa pinjaman itu akandilunasi, maka biasanya harus ada laba ditahan.4.Kontrak PinjamanKontrak pinjaman, apalagi jika menyangkut pinjaman jangka panjang,seringkali membatasi kemampuan perusahaan untuk membayar dividentunai. Pembatasan-pembatasan yang dimaksudkan untuk melindungi parakreditur yaitu:
Dividen yang akan datang hanya boleh dibayar dari keuntungan yangdiperoleh sesudah ditandatanganinya kontrak pinjaman (artinya tidakboleh dibayarkan dari laba tahun lalu yang ditahan)
Dividen tidak boleh dibayarkan jika modal kerja bersih jumlahnya lebihkecil dari suatu jumlah tertentu. Begitu pula persetujuan mengenaisaham preferen biasanya menyatakan bahwa dividen atas saham biasaPusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
ABDUL ROSID,SE,MM ANALISA LAPORAN KEUANGAN

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Muhammad Hamzah liked this
San Ling Ling liked this
Syam Purple liked this
Discuk Outsider liked this
Maclindan Iwan liked this
Ega Amelia Giani liked this
ervinchai liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->