Sudah beberapa tahun terakhir ini, bangsa Indonesia dilanda oleh berbagai musibah yang bertubi-tubi. Musibah itu dimulai dari gempa bumi di Aceh yang diikuti dengan Tsunami.Dalam peristiwa itu ribuan orang meninggal. Segera setelah itu disusul oleh gempa-gempa bumi lainya, seperti di Pulau Nias, Yogyakarya, Papua, Sulawesi, dan di tempat-tempat lain. Setelah itu musibah lainnya muncul seperti banyak gunung meletus, banjir bandang di mana-mana, puting beliung terjadi di berbagai daerah dari waktu ke waktu.Belum lagi kemudian muncul berbagai jenis penyakit, baik jenis penyakit lama dan juga jenis penyakit baru seperti polio, flu burung, flu babi yang menakutkan bagi siapapun.Musibah juga terjadi dalam bentuk lain, seperti kecelakaan kereta api secara beruntun,kapal laut tenggelam, pesawat udara jatuh dan hilang, tubrukan bus, mobil dan berbagai jenis lainnya. Musibah-musibah itu seolah-olah tanpa mau berhenti hingga saat ini.Akhir-akhir ini terjadi gempa di Jawa Barat dan hari- hari ini gempa dahsyat lagimenimpa Padang Sumatera Barat dan wilayah sekitarnya. Pertanyaannya masihkanmusibah demi musibah itu tidak akan segera berhenti ?Dari berbagai rentetan menakutkan yang tidak henti-hentinya itu, rasanya wajar jikakemudian banyak orang bertanya-tanya, yakni sesungguhnya ada apa di balik musibahitu. Hal apa saja yang salah, yang dilakukan oleh bangsa ini, hingga muncul berbagaimusibah yang beruntun itu. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini, bagi orang yang beragama,kemudian melihat sesuatu tidak saja menggunakan inderanya, ------ mata kepalanya,melainkan juga menggunakan mata hatinya adalah rasanya justru wajar. Tatkala otak ataunalar tidak lagi mampu menjelaskannya, maka berpindah atau lari pada penjelasanlainnya, maka justru itulah yang mungkin tepat. Penjelasan dari pespektif lain itulahkemudian disebut dengan menggunakan mata hati itu. Melalui cara itu maka akandidapatkan jawaban-jawaban yang lebih arif, mendalam, dan jauh ke depan, sebagaimanahal itu juga dilakukan oleh Nabi Qidir sebagaimana disinggung di muka.Semua manusia, siapapun ingin diberlakukan secara adil dan jujur. Tidak boleh sesamamakhluk Allah swt., terdapat sekelompok kecil apapun dalam kehidupan ini yang merasadiperlakukan secara tidak adil atau apalagi merasa didholimi. Siapapun yang merasaterdholimi atau diperlakukan secara tidak adil, apalagi dalam keadaan tidak berdaya dantidak merasa bersalah sendirian akan selalu berdoa agar lepas dari kedholiman itu. Doaoleh orang-orang yang merasa diberlakukan secara tidak adil dan didholimi akandidengar oleh Yang Maha Kuasa.Persaan diberlakukan tidak adil dan terdholimi tidak saja dibenci oleh yang bersangkutan,melainkan alam pun juga membencinya. Musibah rasanya bagaikan sebuah demonstrasiatau protes yang dilakukan oleh alam. Cara berpikir seperti ini memang tidak rasional,tetapi sebagaimana diungkap di muka, bahwa untuk menyelesaikan persoalankemanusiaan, selalu memerlukan kearifan, yang hal itu diperlukan mata hati untuk melihatnya. Jelasnya, menyelesaikan persoalan manusia, agar tidak ada siapapun yangmerasa diberlakukan secara tidak adil, memang hendaknya selalu memerlukan perantilain, yaitu kearifan itu.
Leave a Comment