• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Memahami Musibah Dengan Mata HatiUntuk memahami sesuatu, orang biasanya menggunakan alat indera seperti mata, telingadan seterusnya. Informasi dari panca indera itu kemudian diolah oleh otak, laludisimpulkan. Kebenaran yang dihasilkan dari cara itu disebut sebagai kebenaran ilmiah.Banyak orang menjunjung tinggi jenis kebenaran ini. Keuntungannya, jenis kebenaran ini bisa diuji secara ilmiah pula, karena bersifat obyektif, terbuka, dan rasional.Akan tetapi sesungguhnya tidak semua masalah bisa dijelaskan dengan pendekatanilmiah. Seringkali pendekatan ilmiah juga tidak selalu memuaskan, apalagi yang akandijelaskan itu menyangkut persoalan yang terkait dengan kehidupan manusia. Persoalankemanusian biasanya memiliki dimensi luas, hingga tidak terbatas. Sedangkan penjelasanilmiah, biasanya hanya bisa dilakukan untuk memecahkan persoalan yang terbatas danterhadap peristiwa yang sudah terjadi. Peristiwa-peristiwa yang berdimensi luas, apalagimenyangkut persoalan immaterial, dan terkait dengan persoalan masa yang akan datang,maka penjelasan ilmiah tidak selalu memuaskan.Relevan dengan ini, kiranya kita bisa belajar dari kisah Nabi Qidir bersama Musa. Kisahitu bersumber dari al Qur’an. Dikisahkan dalam cerita itu, bahwa Nabi Musa berkeinginan belajar dari Nabi Qidir. Tetapi pada awalnya keinginan Nabi Musa ditolak,khawatir tidak mampu mengikutinya. Namun akhirnya karena keinginan Nabi Musa yangkuat terpaksa dipenuhi, tetapi dengan catatan, Nabi Musa tidak boleh menanyakan apasaja yang dilakukan oleh Nabi Qidir. Persyaratan itu pun disetujui.Selanjutnya, dalam perjalanan Nabi Qidir yang diikuti Musa, ia melakukan hal-hal yangmenurut Nabi Musa tidak masuk akal, seperti misalnya melubangi perahu, membunuhanak kecil, memperbaiki pagar seorang penduduk dan seterusnya. Pada setiap Nabi Qidir melakukan hal yang dianggap aneh, Musa mempertanyakannya. Tetapi Nabi Qidir memperingatkan akan janjinya, yakni tidak boleh bertanya kepadanya.Melalui kisah itu, baru kemudian akhirnya Nabi Qidir menjelaskan apa maksudsesungguhnya hingga ia melakukan yang dianggap aneh oleh Musa. Nabi Qidir lewat penjelasannya kemudian ternyata memiliki pengetahuan jauh ke depan, yang semuanyaadalah justru untuk menyelamatkan kehidupan manusia di kemudian hari. Musa punkemudian paham. Tetapi kebenaran tindakan Qidir tidak akan bisa dibuktikan, karenamemang tidak memerlukan bukti.Penjelasn Nabi Qidir hanya memerlukan keimanan, bahwa memang jika Nabi Qidir tidak melakukannya akan terjadi bahaya yang lebih serius di kemudian hari. Nabi Qidir dalamhal ini telah menjelaskan kepada Nabi Musa dengan mata hati yang tajam, yangdigunakan untuk melihat tentang sesuatu yang akan terjadi jauh di masa depan. Sekalipundi mata Musa apa yang dilakukan oleh Nabi Qidir adalah keliru, -------kalau sekarangmungkin ditangkap dan diadili oleh KPK atau Polisi, tetapi justru lebih benar jikakeputusan Qidir itu dilihat dari perspektif untuk menyelematkan kehidupan masa depanyang lebih besar dan urgen.
 
Sudah beberapa tahun terakhir ini, bangsa Indonesia dilanda oleh berbagai musibah yang bertubi-tubi. Musibah itu dimulai dari gempa bumi di Aceh yang diikuti dengan Tsunami.Dalam peristiwa itu ribuan orang meninggal. Segera setelah itu disusul oleh gempa-gempa bumi lainya, seperti di Pulau Nias, Yogyakarya, Papua, Sulawesi, dan di tempat-tempat lain. Setelah itu musibah lainnya muncul seperti banyak gunung meletus, banjir  bandang di mana-mana, puting beliung terjadi di berbagai daerah dari waktu ke waktu.Belum lagi kemudian muncul berbagai jenis penyakit, baik jenis penyakit lama dan juga jenis penyakit baru seperti polio, flu burung, flu babi yang menakutkan bagi siapapun.Musibah juga terjadi dalam bentuk lain, seperti kecelakaan kereta api secara beruntun,kapal laut tenggelam, pesawat udara jatuh dan hilang, tubrukan bus, mobil dan berbagai jenis lainnya. Musibah-musibah itu seolah-olah tanpa mau berhenti hingga saat ini.Akhir-akhir ini terjadi gempa di Jawa Barat dan hari- hari ini gempa dahsyat lagimenimpa Padang Sumatera Barat dan wilayah sekitarnya. Pertanyaannya masihkanmusibah demi musibah itu tidak akan segera berhenti ?Dari berbagai rentetan menakutkan yang tidak henti-hentinya itu, rasanya wajar jikakemudian banyak orang bertanya-tanya, yakni sesungguhnya ada apa di balik musibahitu. Hal apa saja yang salah, yang dilakukan oleh bangsa ini, hingga muncul berbagaimusibah yang beruntun itu. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini, bagi orang yang beragama,kemudian melihat sesuatu tidak saja menggunakan inderanya, ------ mata kepalanya,melainkan juga menggunakan mata hatinya adalah rasanya justru wajar. Tatkala otak ataunalar tidak lagi mampu menjelaskannya, maka berpindah atau lari pada penjelasanlainnya, maka justru itulah yang mungkin tepat. Penjelasan dari pespektif lain itulahkemudian disebut dengan menggunakan mata hati itu. Melalui cara itu maka akandidapatkan jawaban-jawaban yang lebih arif, mendalam, dan jauh ke depan, sebagaimanahal itu juga dilakukan oleh Nabi Qidir sebagaimana disinggung di muka.Semua manusia, siapapun ingin diberlakukan secara adil dan jujur. Tidak boleh sesamamakhluk Allah swt., terdapat sekelompok kecil apapun dalam kehidupan ini yang merasadiperlakukan secara tidak adil atau apalagi merasa didholimi. Siapapun yang merasaterdholimi atau diperlakukan secara tidak adil, apalagi dalam keadaan tidak berdaya dantidak merasa bersalah sendirian akan selalu berdoa agar lepas dari kedholiman itu. Doaoleh orang-orang yang merasa diberlakukan secara tidak adil dan didholimi akandidengar oleh Yang Maha Kuasa.Persaan diberlakukan tidak adil dan terdholimi tidak saja dibenci oleh yang bersangkutan,melainkan alam pun juga membencinya. Musibah rasanya bagaikan sebuah demonstrasiatau protes yang dilakukan oleh alam. Cara berpikir seperti ini memang tidak rasional,tetapi sebagaimana diungkap di muka, bahwa untuk menyelesaikan persoalankemanusiaan, selalu memerlukan kearifan, yang hal itu diperlukan mata hati untuk melihatnya. Jelasnya, menyelesaikan persoalan manusia, agar tidak ada siapapun yangmerasa diberlakukan secara tidak adil, memang hendaknya selalu memerlukan perantilain, yaitu kearifan itu.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...