Penyetaraan Jender dalamKkonteks Pendidikan di Era Global
tujuh puluh sampai sembilan puluh isteri. Budaya
barbar
penguburan hidup-hidup bayiwanita dan tidak adanya batasan mempunyai isteri dilarang ketika Islam datang, dan ini bagi Engineer adalah salah satu prestasi luar biasa peningkatan status wanita dalam Islam.Tradisi lain yang berkembang di masyarakat
jahiliyyah
sebelum Islam datangadalah adanya tiga bentuk pernikahan yang jelas-jelas mendiskreditkan wanita.
Pertama
adalah
nikah al-dayzan
, dalam tradisi ini jika suami seorang wanita meninggal, maka anak laki-laki tertuanya berhak untuk menikahi ibunya. Jika sang anak berkeinginan untuk menikahinya, maka sang anak cukup melemparkan sehelai kain kepada ibunya dan secaraotomatis dia mewarisi ibunya sebagai isteri.
Kedua, zawj al-balad
, yaitu dua orang suamisepakat untuk saling menukar isteri tanpa perlu adanya mahar.
Ketiga
adalah
zawaj al istibda
. Dalam hal ini seorang suami bisa dengan paksa menyuruh isterinya untuk tidur dengan lelaki lain sampai hamil dan setelah hamil sang isteri dipaksa untuk kembali lagikepada suami semula. Dengan tradisi ini diharapkan sepasang suami isteri memperoleh“bibit unggul” dari orang lain yang dipandang mempunyai kelebihan.Dari pemaparan bentuk-bentuk tradisi masyarakat pra-Islam terhadap wanita diataskita bisa berasumsi bahwa wanita sebelum Islam sangat dipandang rendah dan tidak dianggap sebagai manusia, mereka lebih dipandang sebagai barang seperti harta bendayang lainnya. Dengan asumsi ini kita dengan mudah akan melihat bagaimana Islammemposisikan wanita dan mencoba menghapus tradisi
jahiliyah
tersebut
D. Feminisme dan Islam
Mendiskusikan kaitan feminisme dan Islam tak akan kita lepaskan dari kehadiranQur’an sebagai buku petunjuk samawi yang secara komprehensif dan lugas memaparkanhak asasi perempuan dan laki-laki yang sama, hak itu meliputi hak dalam beribadah,keyakinan, pendidikan, potensi spiritual, hak sebagai manusia, dan eksistensi menyeluruh pada hampir semua sektor kehidupan.Islam sangat memuliakan wanita. Al Qur'an dan as Sunnah memberikan perhatiayang sangat besar dan kedudukan yang terhormat kepada wanita, baik ia sebagai anak, ibu,saudara maupun peran lainnya. Begitu pentingnya hal ini sampai Allah mengabadikannyadalam Al Qur'an, Surat ini dikenal dengan surat
An-nisa’
yang di dalamnya membahas persoalan yang berkaitan dengan kedudukan, peranan dan perlindungan hukum terhadaphak-hak wanita. Lebih jauh lagi, Islam datang sebagai revolusi yang mengeliminasidiskriminasi kaum Jahiliyah atas perempuan dengan pemberian hak warisan, menegaskan persamaan status dan hak dengan laki-laki.Konsep yang paling familiar tentang kedudukan wanita dalam Islam yang seringdisebut al-Qur’an adalah konsep
equality
(persamaan).
Equality, responsibility
(tanggung jawab)
dan accountability
(pertanggunganjawab) antara wanita dan laki-laki adalah temadalam Al-Quran yang sering ditekankan. Term persamaan antara laki-laki dan wanitadimata Tuhan tidak hanya terbatas pada hal-hal spiritual atau isu-isu religius semata, lebih jauh Al-Qur’an berbicara tentang persamaan hak antara laki-laki dan wanita dalam segalaaspek kehidupan.Menurut Al-Qur’an, wanita dan laki-laki mempunyai
spiritual human-nature
yangsama. Dalam hal kewajiban
moral-spiritual
beribadah kepada Sang pencipta, sepertishalat lima waktu sehari semalam, puasa, zakat, haji, Al-Quran menekankan bahwa tidak ada perbedaan antara laki-laki dan wanita. Dan lebih dari satu ayat, Al-Qur’an menyebut bahwa siapa pun yang berbuat baik, laki-laki atau wanita, Tuhan akan memberikan pahala(
reward
) yang setimpal. Firman Allah dalam Surat an Nahl; 97
3