974.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah lembagaperwakilan rakyat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.
5.
Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengaturdan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempatsesuai dengan peraturan perundang-undangan.
6.
Daerah otonom, selanjutnya disebut daerah, adalah kesatuan masyarakat hukum yangmempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusanpemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiriberdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.
7.
Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintah kepadadaerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistemNegara Kesatuan Republik Indonesia.
8.
Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintah kepadaGubernur sebagai wakil pemerintah dan/atau kepada instansi vertikal di wilayahtertentu.
9.
Tugas pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desadari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa serta dari pemerintahkabupaten/kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu.
10.
Peraturan daerah selanjutnya disebut Perda adalah peraturan daerah provinsi dan/atauperaturan daerah kabupaten/kota.
11.
Peraturan kepala daerah adalah peraturan Gubernur dan/atau peraturanBupati/Walikota.
12.
Desa atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut desa, adalah kesatuanmasyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengaturdan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adatistiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan NegaraKesatuan Republik Indonesia.
13.
Perimbangan keuangan antara Pemerintah dan pemerintahan daerah adalah suatusistem pembagian keuangan yang adil, proporsional, demokratis, transparan, danbertanggung jawab dalam rangka pendanaan penyelenggaraan desentralisasi, denganmempertimbangkan potensi, kondisi, dan kebutuhan daerah serta besaran pendanaanpenyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan.
14.
Anggaran pendapatan dan belanja daerah, selanjutnya disebut APBD, adalah rencanakeuangan tahunan pemerintahan daerah yang ditetapkan dengan peraturan daerah.
15.
Pendapatan daerah adalah semua hak daerah yang diakui sebagai penambah nilaikekayaan bersih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan.
16.
Belanja daerah adalah semua kewajiban daerah yang diakui sebagai pengurang nilaikekayaan bersih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan.
17.
Pembiayaan adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/ataupengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutanmaupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya.
Leave a Comment