Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
19Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Adab Dan Tata Cara Meminang

Adab Dan Tata Cara Meminang

Ratings: (0)|Views: 12,011|Likes:
Published by Dyanagaz

More info:

Published by: Dyanagaz on Nov 10, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/05/2013

pdf

text

original

 
Adab dan tata cara meminang/melamar dalam Islam Menurut Nabi SAW(Wanitamelamar laki-laki) Wednesday, June 24, 2009
1. Melihat calon/ wanita.Melihat yang dimaksudkan disini adalah meliht diri wanita yang ingin dinikahi dengantetap berpanutan pada aturan syar’i”Dari Anas bin Malik, ia berkata,”Mughirah bin Syu’bah berkeinginan untuk menikahiseorang perempuan. Lalu rasulullah Saw. Bersabda,”Pergilah untuk melihat perempuanitu karena dengan melihat itu akan memberikan jalan untuk dapat lebih membinakerukunan antara kamu berdua”. Lalu ia melihatnya, kemudian menikahi perempuan itudan ia menceritakan kerukunannya dengan perempuan itu.(HR. Ibnu Majah: dishohihkanoleh Ibnu Hibban, dan beberap hadits sejenis juga ada misalnya diriwayatkan OlehTirmidzi dan Imam Nasai))2. Tidak melamar wanita yang telah dilamar Lelaki lain (meskipun belum memberi jawaban). Meminang/melamar ini berarti melamar secara resmi.Dari Abu Hurairah, Ia berkata,”Rasulullah SAW bersabda,”Seorang lelaki tidak bolehmeminang perempuan yang telah dipinang saudaranya”(HR. Ibnu Majah)3. Merahasiakan pelamarannya (tidak mengumumkan ke orang banyak)Dari Ummu Salamah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Kumandangkanlah pernikahan dan rahasiakanlah peminangan”.4. Wanita yang dilamar terbebas dari segala mawani` (pencegah) dari sebuah pernikahan.Misalnya wanita itu sedang menjadi istri seseorang. Atau wanita itu sudah dicerai atauditinggal mati suaminya, namun masih dalam masa `iddah. Selain itu wanita yangdilamar tidak termasuk dalam daftar orang-orang yang masih menjadi mahram bagiseorang laki-laki. Maka di dalam Islam tidak dikenal ada seorang laki-laki meminangadiknya sendiri, atau ibunya sendiri atau bibinya sendiri.5. Wanita melamar laki-lakiSecara syar’i tidak masalah.”Dari Tsabit, ia berkata,”Kami duduk bersama dengan Anas bin Malik yang disebelahnyaada seorang anak perempuannya. Lalu Anas berkata,” datanglah seorang perempuankepada Nabi SAW, lalu ia menawarkan dirinya kepada beliau, kemudian perempuan itu berkata,”Wahai Rasulullah maukah tuan mengambil diriku? Kemudian anak perempuanAnas menyeletuk,”Betapa tidak malunya perempu itu!” Lalu Anasmenjawab,”Perempuan itu lebih baik daripada kamu”. Ia menginginkan rasulullah,karena itu ia menawarkan dirinya kepada beliau”. (HR. Ibnu Majah).Hal ini menunjukkan betapa hukum Islam sangat menjunjung tinggi hak wanita. Merekatidak hanya berhak dilamar tetapi juga memiliki hak untuk melamar lelaki yangdisukainya.Artikel terkait:1.Teknik, posisi, tata cara jimak ala Nabi SAW

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->