Copyright © Aluna Soenarto @ http:kantungajaibku.blogspot.com
- 2 -
Kisah percintaan kami bisa dibilang sangat unik. Singkatnya, dia adalah teman sekampusku,kami sekelas dan sejurusan. Namun aku sama sekali tidak mengenalnya karena tampaknya dia hanyasenang bergaul dengan teman sederajat. Anak-anak pejabat, orang kaya, atau anak-anak yang suka ke
clubbing
dan hura-hura. Dan aku bukanlah tipe manusia seperti itu.Aku hanyalah cewek yang tidak begitu populer di kelas, aku datang ke kampus bukan untuk mejeng, dan aku hanya berani melihatnya dari kejauhan. Selama lebih dari dua tahun. Selalu melihatnyadikejauhan. Karena sulit sekali mendekati seorang pangeran. Apalagi seorang Erick dengan
bodyguard
(baca: teman-teman se-geng) dan cewek-cewek yang numpuk disekitarnya. Namun doa orang teraniaya memang banyak yang terkabul dan itu terjadi padaku (padahal akutidak terlalu teraniaya, aku hanya
ngarep
bisa ngobrol berdua dengan dia).Erick menyapaku. Erick mengajakku ngobrol. Dan dia mengenaliku.Oke, mungkin ini agak berlebihan namun kaget juga saat mengetahui bahwa dia mengenalkuwalaupun kami tidak pernah saling berjabat tangan untuk berkenalan tapi kalau dipikir-pikir wajar sajadia mengenalku karena kami teman sekelas dan Erick bukanlah pengidap
down syndrome
.Sejak saat itu aku tidak pernah merasa penasaran lagi karena aku hanya berpikir bahwa diahanyalah sebuah obsesi. Obsesi untuk ngobrol dengan cowok populer di kampus. Walaupun obsesi itu bisa dikategorikan sebagai obsesi
cetek
.***Setelah Borobudur masuk ke dalam tujuh keajaiban dunia, kini ada lagi keajaiban ke delapanyang terjadi namun belum tercatat: Erick menyapaku. Sang pangeran tersenyum dan menyapa seorangcewek jelata sepertiku. Ini benar-benar suatu keajaiban dunia dan layak untuk diakui secarainternasional.“Wuih, manis bener senyumnya, Ky,” goda Deang, salan satu sahabatku yang menjadi saksimata keajaiban itu terjadi.Aku pun hanya tersipu malu.Lalu keajaiban pun terus berlanjut ke sembilan. Erick mengajakku ngobrol lagi sewaktu kami berdua tengah antre mengambil nilai IPK di dosen wali karena kebetulan kami satu dosen wali.Dia tersenyum padaku sebelum menyapaku, “Halo Okky. Ngambil KHS
1
juga ya?”Syok, kaget, lalu tersipu aku menjawab, “Eh, iya, Rick.”Kemudian keajaiban terus menunjuk ke angka sepuluh. Erick mengajakku nonton.Mungkin ini terlihat sangat wajar jika kita diajak teman sekampus untuk nonton namun inimenjadi tidak wajar saat seorang pangeran (okelah aku memang berlebihan karena dia bukan pangeran betulan) yang biasanya dikelilingi oleh dayang-dayang cantik mengajakku nonton.Dengan sejuta alasan aku melontarkan penolakan halus seperti: aku nanti sore ada les mandarin(
nanti aku anterin ke tempatmu les, deh, habis dari bioskop
)
2
, dompetku ketinggalan (
gampang, biar
1
Kartu Hasil Studi
2
Jawaban Erick
Add a Comment