Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
80Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bakteri Pelarut Fosfat Sebagai Agents Pupuk Hayati

Bakteri Pelarut Fosfat Sebagai Agents Pupuk Hayati

Ratings: (0)|Views: 5,086 |Likes:
Published by Rezki Arham AR

More info:

Published by: Rezki Arham AR on Nov 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2013

pdf

text

original

 
I. PENDAHULUAN1.1. Pupuk Hayati
Sejalan dengan perkembangan peningkatan sumberdaya manusia dan kesadaranakan kerusakan lingkungan dan munculnya berbagai penyakit yang disebabkanpenggunaan bahan kimia secara berlebihan pada makanan, pertanian organikmuncul sebagai sebuah alternative yang menjadi pilihan bagi banyak orang.Pertanian organik dapat dikatakan sebagai suatu system bertani selaras alam,mengembalikan siklus ekologi dalam suatu areal pertanian membentuk suatu aliranyang siklik dan seimbang.Secara perlahan tapi pasti system pertanian organik mulai berkembang di berbagaibelahan bumi, baik di Negara maju maupun Negara berkembang. Masyarakat mulaimelihat berbagai manfaat yang dapat diperoleh dengan system pertanian organik ,seperti lingkungan yang tetap terjaga kelestariannya dapat mengkonsumsi produkpertanian yang relative lebih sehat karena bebas dari bahan kimia yang dapatmenimbulkan dampak negative bagi kesehatan .Sutanto (2002) menjelaskan bahwa pertanian organik dapat didefenisikan sebagaisystem pengelolaan produksi pertanian yang holistik yang mendorong danmeningkatkan kesehatan agro-ekosistem, termasuk biodiversitas, siklus biologi danaktivitas biologi tanah, dengan menekankan pada penggunaan input dari dalam danmenggunakan cara-cara mekanis, biologis dan cultural. Dalam system pertanianorganic masukan atau input dari luar (eksternal) akan dikurangi dengan cara tidakmenggunakan pupuk kimia buatan, pestisida dan bahan-bahan sintetis lainnya.Dalam system pertanian organic kekuatan hokum alam yang harmonis dan lestariakan dimanfaatkan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil pertaniansekaligus meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama danpenyakit.Beberapa lembaga penelitian dan pihak perguruan tinggi juga turut memberikanandil dalam pengembangan pertanian organik melalui penelitian-penelitian dan juga penyampaian informasi teknologi budidaya yang dapat diterapkan padasystem pertanian organik. Upaya yang mulai dilakukan adalah memperkenalkanbioteknologi dalam system pertanian organik yaitu dengan memanfaatkanbeberapa mikroorganisme yang dapat membantu penyediaan hara danpengendalian penyakit.Pada dasarnya kesuburan tanah lokal merupakan kunci keberhasilan systempertanian organik, baik kesuburan fisik, kimia maupun biologi. Bila kesuburan tanahtelah baik maka akan tercipta lingkungan pertanaman terutama untuk perakaranyang diinginkan, ketersediaan hara makro dan mikro terpenuhi dan aktivitas
 
mikroorganisme tanah utnuk membantu kesuburan tanah juga terjaga.Pemanfaatan mikroba tanah untuk meningkatkan dan mempertahankan kesuburantanah dalam system pertanian organik sangat penting. Peran mikroba di dalamtanah antara lain adalah daur ulang hara, penyimpanan sementara dan pelepasanuntuk dimanfaatkan tanaman.Keberhasilan pemanfaatan mikroba untuk tujuan meningkatkan kesuburan tanahmemerlukan pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu secara terpadu. Pakarmikrobiologi tanah mengawali dengan mempelajari dan mengidentifikasikasiekologi mikroorganisme yang akan digunkan sebagai biofertilizer (pupuk hayati).Selanjutnya mokorganisme hasil isolasi dari tanah dikembangbiakkan pada kondisilaboratorium menggunakan media buatan. Setelah mikroorganisme tersebutberhasil dibiakkan, maka harus diperoleh galur yang dikehendaki, karena tidaksemua spesies dari suatu populasi bersifat efektif. Selanjunya galur yang efektif diisolasi dan dilakukan pengujian di lapangan apakah hasil inokulasi dapatmeningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Mikroorganisme yangdiinokulasi harus sesuai dengan kondisi lingkungan tertentu, harus mampumenyesuaikan dengan fluktuasi kondisi lingungan dan tidak kalah bersaing ataudimangsa mikroorganisme asli (Yuwono,2006)Apabila mikroorganisme yang diinokulasi cukup efektif dalam meningkatkan hasiltanaman, maka tugas selanjutnya adalah mengembangkan metode untukmemperbanyak dengan skala besar. Pada umumnya mikroorganisme akan tumbuhdan berkembang melalui proses fermentasi. Apabila populasi mikroorganismemencapai ukuran tertentu, kemudian tahap berikutnya adalah memanen danmengemas untuk tujuan komersil. Tugas selanjutnya adalah membuat formula carakerja inokulan, termasuk cara memanfaatkan inokulan di lapangan (disemprotkanke tanah atau dicampurkan dengan biji), termasuk memecahkan semua masalahyang mungkin dihadapi dalam mempertahankan inokulan tetap efektif. Terutamayang berhubungan dengan pengiriman, kemasan , penyimpanan dan pemanfaatan(Sutanto, 2002).Dalam bidang pertanian mikrobia tanah dapat dikelompokkan menjadi mikrobiamerugikan (mencakup virus, jamur, bakteri dan nematode pengganggu tanamanyang bertindak sebagai hama dan penyakit) dan mikrobia yang bermanfaat yaitusejumlah jamur dan bakteri yang karena kemampuannya melaksanakan fungsimetabolisme menguntungkan bagi pertumbuhan dan produksi tanaman. Mikrobiatanah yang menguntungkan ini dapat dikategorikan sebagai biofertilizer atau pupukhayati.Secara garis besar fungsi menguntungkan tersebut dapat dibagi menjadi beberapasebagai berikut ( Gunalan, 1996):1. Penyedia hara
 
2. Peningkat ketersediaan hara3. Pengontrol organisme pengganggu tanaman4. Pengurai bahan organik dan pembentuk humus5. Pemantap agregat tanah6. Perombak persenyawaan agrokimia
1.2. Bakteri Pelarut Fosfat (BPF)
Mikroba yang berperanan dalam pelarutan fospat adalah bakteri, jamur danaktinomisetes. Dari golongan bakteri antara lain: Bacillus firmus, B. subtilis, B.cereus, B. licheniformis, B. polymixa, B. megatherium, Arthrobacter, Pseudomonas,Achromobacter, Flavobacterium, Micrococus dan Mycobacterium. Pseudomonasmerupakan salah satu genus dari Famili Pseudomonadaceae.Bakteri ini adalah bakteri aerob khemoorganotrof ,berbentuk batang lurus ataulengkung, ukuran tiap sel bakteri 0.5-0.1 1μm x 1.5- 4.0 μm, tidak membentukspora dan bereaksi negatif terhadap pewarnaan Gram.Di dalam tanah jumlahnya 3-15% dari populasi bakteri. Pseudomonas terbagi atas grup, diantaranya adalah sub-grup berpendarfluor (Fluorescent) yang dapat mengeluarkan pigmen phenazine.Kebolehan menghasilkan pigmen phenazine juga dijumpai pada kelompok takberpendarfluor yang disebut sebagai spesies Pseudomonas multivorans.Sehubungan itu maka ada empat spesies dalam kelompok Fluorescent yaituPseudomonas aeruginosa, P. fluorescent, P. putida, dan P. multivorans(Hasanudin,2003).Bakteri pelarut fospat merupakan bakteri decomposer yang mengkonsumsisenyawa carbon sederhana, seperti eksudat akar dan sisa tanaman. Melalui prosesini bakteri mengkonversi energi dalam bahan organik tanah menjadi bentuk yangbermanfaat untuk organisme tanah lain dalam rantai makanan tanah. Bakteri inidapat merombak pemcemar tanah, dapat menahan unsur hara di dalam selnya.Aktivitas bakteri pelarut posfat akan tinggi pada suhu 30oC – 40oC (bakterimesophiles) , kadar garam tanah <>Struktur Tambahan Bakteri :1. Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteritertentu, bila lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis disebutlapisan lendir. Kapsul dan lapisan lendir tersusun atas polisakarida dan air.2. Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yangmenonjol dari dinding sel.3. Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol

Activity (80)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mief Al-habsy added this note
i like it thanks ya
Syg Kurnia liked this
Khisbadiana liked this
Garet Rustawan liked this
nofalianofa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->