Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
27Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pemeliharaan Dan Perawatan Arsip

Pemeliharaan Dan Perawatan Arsip

Ratings: (0)|Views: 4,116 |Likes:

More info:

Published by: Sigit Prihasti Widyanto,A.Md on Nov 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2013

pdf

text

original

 
Pemeliharaan dan Perawatan Arsip
Fungsi yang penting tetapi sering diabaikan dalam penataan arsip untuk menjaminkelestarian informasi yang dikandung di dalam arsip adalah pemeliharaan danperawatan fisik.
1. Kerusakan arsip
Sebelum membahas masalah pemeliharaan dan perawatan arsip perludikemukakan sebab-sebab kerusakan arsip. Pada dasarnya kerusakan arsipdisebabkan oleh 3 faktor, yakni biologis, fisik, dan kimiawi. Disamping itu terdapatfaktor-faktor lain seperti banjir, kebakaran dan kerusakan lainnya akibat perbuatanmanusia itu sendiri, baik yang disengaja maupun tidak.Kerusakan yang disebabkan oleh faktor biologi banyak menimpa di daerah tropis. Yang termasuk kategori biologis antara lain jamur dan serangga. Berberapa contohkerusakan arsip dapat dilihat pada gambar-gambar berikut:
kerusakan biologis karena temperaturkerusakan biologis karena disimpan di basement.
Sumber: S.K. Jordan 1995
 Tanda-tanda adanya microorganisme pada foto
 
Sumber: Conservatory Laboratory of the City of Paris
Kerusakan yang disebabkan oleh serangga
Sumber: Arsip Nasional RI
 
Microorganisme yang timbul di atas disk yang disimpandalam ruang yang sangat lembab
 
Sumber: Jean-Marc Fontain
Dokumen yang terbakarSumber: The Archives of the Republic of Slovenia -photo Dragica Kokalj
Masalah jamur ini perlu mendapat perhatian yang besar. Bakteri penyebabtumbuhnya jamur ini begitu kecilnya, sehingga sangatlah sulit untuk dapat dilihatdengan mata biasa. Jamur ini dapat membusukkan selulos dan kertas. Biasanyakertas berubah menjadi kuning, coklat datu bintik-bintik hitam. Disampingmembusukkan selulos, jamur juga merusakkan perekat serta melengketkan antarasatu kertas dengan kertas lainnya. Jamur tumbuh terutama disebabkan oleh faktorlingkungan, seperti kelembaban, temperatur dan cahaya. Faktor kelembaban dantemperaturlah seberulnya yang paling berpengaruh. Faktor lain yangmemungkinkan untuk tumbuhnya jamur adalah ruang penyimpanan yang terlalugelap dan kelembaban di atas 0% RH (
relative humidity 
).Disamping itu, jamur juga menyebabkan timbulnya "foxing" yaitu bintik-bintik coklatpada kertas. Ini banyak terjadi pada kertas-kertas tua. Bintik-bintik tersebut sebagaiakibat dari reaksi kimia antara campuran besi yang terkandung di dlaam kertas danasam organik yang dikeluarkan oleh jamur.Serangga berbahaya bagi arsip dan merupakan masalah yangpelik di negara tropis.Serangga sering diketemukan di pelbagai tempat di dalam gedung yang gelap.Mereka biasanyam membuat sarang di antara lembar-lembar arsip, rak, almari, lacidan sebagainya. Lem atau perekat dari tepung kanji merupakan makan yangmereka gemari. Sehingga tidak mengherankan jika jilidan buku/arsip mendapatprioritas utama untuk dimakan/dirusak. Selain itu mereka juga merusak kertas, foto,label dan sebagainya.Beberapa jenis serangga yang menyerang kertas antara lain rayap, ngengat(
silferfish
), kutu buku (
bookworm
), dan
 psocids
(semacam kutu buku).Kerusakan fisik disebabkan oleh faktor cahaya, panas dan air. Ketiganya merupakanpenyebab perubahan
 photochemical
,
hydrolytic
atau
oxidatic
di dalam kertas.Penyebab utama dari kehancuran kertas oleh faktor cahaya adalah sinar ultraviolet.Ultraviolet dapat merusakkan selulos kertas dan bahan-bahanlain arsip, tekstil,
 
lukisan, dan sebagainya.Disamping akibat ultraviolet, juga akibat dari "radiant energy" (kekuatan radian).Kekuatan radian adalah kekuatan dari gerak gelombang sinar yang mengenai suatuobjek. Beberapa atau sebagian dari kekuatan radian ini diserap oleh objek yangbersangkutan. Bila mengenai kertas, molekul-molekul pada kertas akanmengembang atau mengurai dan akan mengalami reaksi kimia. Banyak kertasluntur warnanya dan menjadi lemah atau getas jika terkena sinar. Semua sinar, baiksinar matahari maupun yang buatan mengandung unsur sinar ultraviolet.Kondisi fisik kertas akan terpengaruh oleh derajat panas dan kadar kelembaban didalam ruang penyimpanan. Derajad panas yang tinggi akan menyebabkan kertasmenjadi kering, getas dan mudah rapuh. Sedangkan uap air menyebabkan kertas-kertas menjadi lembab atau basah dan mendorong untuk tumbuhnya jamur.Zat-zat kimia yang terdapat dlaam udara ruang penyimpanan dan arsip sendirimenyebabkan kerusakan kertas misalnya gas asidik, pencemaran atmosfir, dbu dantinta. Gas asidik dan pencemaran udaralah yang sangat cepat merusak arsip.Gas asidik secara perlahan-lahan akan menyerang selulos, dengan akibat kertasmenjadi luntur dan getas. Kerusakan akan menjadi lebih hebat lagi jika panas danuap air yang terkandung di dalam atmosfir melampaui batas yang sebenarnya.Pencemaran atmosfir adalah salah satu sebab utama merosotnya derajat kimiayang terkandung di dalam kertas. Pencemaran karena adanya nitorogen, sulfur acidpenyebab kerusakan terbesar dari pada kertas. Berkas-berkas zat besi dan tembagayang ada pada kertas atau kulit merupakan katalistor yang sempurna dalammengubah sulfur dioksid menjadi asam belerang. Asam belerang inilah yangmempunyai daya perusak yang sangat besar terhadap kertas. Pencemaran udara inibanyak terjadi di daerah-daerah industri.Faktor kerusakan kertas uamg lain inilah yang disebabkan oleh asama. Adanyaasam ini biasanya sejak kertas itu sendiri dibuat. Dengan kata lain bahwa kerusakankertas disebabkan karena kertas itu sendiri. Kertas yang baik adalah kertas yangbebas asam atau yang ber HP 7. Ukuran HP ini adalah dari satu sampai dengan 14.Kurang dari 7 berarti mengandung asam dan lebih dari 7 berarti alkalin. Alat-alatyang sering dipergunakan untuk mengukur HP ini adalah PH meter. Arsip-arsipsebelum abad ke-19 biasanya menggunakan kertas dengan rata-rata PH 6,9 sedangsetelah abad ke-19 dengan rata-rata PH 5,4. Semakin rendah PH nya berartisemakin banyak asamnya dan dengan sendirinya kertas tersebut akan lebih cepatrusak.

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Diah Vidayanti liked this
EXha NyUnyun liked this
Ines Lestari liked this
Diyah ThaRie liked this
Yusrin Bhayu liked this
Yohana Sangga liked this
Yohana Sangga liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->