Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
86Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KESETIMBANGAN KOMPLEKS

KESETIMBANGAN KOMPLEKS

Ratings: (0)|Views: 10,094|Likes:
Published by nov86

More info:

Published by: nov86 on Nov 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/27/2013

pdf

text

original

 
KESETIMBANGAN KOMPLEKS
Titrasi merupakan salah satu metode analitik yang didasarkan pada pengukuran volume(Harvey, 2000). Salah satu syarat agar suatu reaksi dapat digunakan dalam suatu titrasi adalahreaksi tersebut pada dasarnya harus berlangsung sampai selesai pada titik ekivalen (Day danUnderwood, 2002). Titik ekivalen merupakan titik dalam titrasi yang mana secara stoikiometri jumlah zat yang bereaksi adalah ekivalen (analit dan titran). Namun pada kenyataannya, kitatidak dapat mencapai titik ekivalen tersebut. Sehingga penambahan titran dihentikan ketika telahdiperoleh titik akhir dari titrasi tersebut. Titik akhir dari suatu titrasi diketahui dengan perubahanwarna dari indicator (Harvey, 2000).Reaksi yang dapat digunakan dalam metode titrimetrik adalah reaksi-reaksi kimia yangsesuai dengan persyaratan berikut (Widiarto, 2009):a)Reaksi harus berlangsung cepat b)Tidak terdapat reaksi sampingc)Reaksi harus stoikiometri, yaitu harus diketahui dengan pasti reaktan dan produk serta perbandingan mol/koefisien reaksinyad)Terdapat zat yang dapat digunakan untuk mengetahui saat titrasi harus dihentikan (titik akhir titrasi) yang disebut zat indikator Reaksi kimia yang dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan secara titrimetricdiantaranya adalah pembentukan suatu zat yang dikenal sebagai senyawa kompleks, yangmempunyai sifat larut dengan baik tetapi hanya sedikit terdisosiasi (Day dan Underwood, 2002).Suatu ion atau molekul kompleks terdiri dari satu atom atau ion pusat dan sejumlah ligan yangterikat erat dengan atom atau ion pusat itu (Svehla, 1990). Ligan merupakan donor pasangan
 
electron sedangkan atom atau ion pusat adalah akseptor electron (kation). Secara umumreaksinya dituliskan sebagai berikut (Day dan Underwood, 2002):M
n+
+
L
[M
L]
n+
(pers. 1)Molekul atau ion yang berfungsi sebagai ligan pada umumnya mempunyai atomelektronegatif seperti nitrogen, oksigen dan halogen.Ligan yang hanya mempunyai satu pasang bebas disebut ligan unidentat. Ligan yang mempunyai dua gugus yang mampu membentuk duaikatan dengan atom pusat disebut ligan bidentat (Day dan Underwood, 2002). Ligan yangmembentuk lebih dari dua ikatan dengan atom pusat disebut ligan multidentat (Laitinen danHarris, tanpa tahun). Ligan multidentat yang membentuk ikatan koordinasi dengan atom pusatakan menghasilkan lingkaran heterosiklik yang disebut lingkaran kelat, molekul organiknyaadalah bahan kelat dan kompleksnya disebut kelat atau senyawa kelat (Day dan Underwood,2002). Ligan multidentat tunggal yang membentuk ikatan koordinasi dengan dua atau lebih atom pusat disebut kompleks polinuklir (Laitinen dan Harris, tanpa tahun)
A. STABILITAS KOMPLEKS
Kestabilan termodinamik (dari) suatu spesies merupakan ukuran sejauh mana spesi iniakan terbentuk dari spesi-spesi lain pada kondisi tertentu, jika sistem itu dibiarkan mencapaikeseimbangan (Firdaus, 2009). Reaksi-reaksi dari ion logam dengan bahan kelat umumnya berbanding 1 : 1, dimana akan terbentuk kompleks yang dapat larut. Dari persamaan reaksiumum (Day dan Underwood, 2002):M + L
ML(pers. 2)Dimana M adalah kation logam pusat dan L adalah ligand an ML adalah senyawa kompleks.Tetapan stabilitas dari kompleks ini adalah:
 
K= [ML]M[L]
(pers. 3)
 K 
merupakan tetapan kestabilan atau tetapan pembentukan kompleks, yang mana berlawanandengan tetapan ketidakstabilan atau tetapan disosiasi (Day dan Underwood, 2002).Reaksi dari kation dengan ligan seperti ammonia biasanya berjalan beberapa tahap,misalnya saja pembentukan dari kompleks [Cu(NH
3
)
4
]
2+
berlangsung empat tahap, yaitu:Dengan mempertimbangkan reaksi secara keseluruhan,konstanta kesetimbangannya terlihat cukup besar untuk suatu titrasi yang layak. Titrasi darisebuah asam kuat dengan amonia, , dengan
 K 
= 1,8 x 10
9
, adalahlayak. Bagaimanapun juga, titrasi dari sebuah asam kuat dengan amonia akan memberikan peningkatan pH yang besar pada titik ekivalen. Hal ini pada titrasi Cu
2+
dengan amonia tidak terjadi.Secara umum benar bahwa kecuali satu dari kompleks menengah sangat stabil, tidak akanada perluasan rentang dari konsentrasi bahan kompleks dimana sebuah spesies tunggal dominan(kecuali untuk kompleks yang terakhir atau yang tertinggi). Mungkin akan terlihat bahwa pCunaik secara gradien ketika amonia ditambahkan, dan tidak ada patahan yang jelas muncul ketikatitrasi yang cukup telah ditambahkan untuk mengkonversi semua kation menjadi [Cu(NH
3
)
4
]
2+
.Alasan terletak pada fakta bahwa tidak semua amonia yang ditambahkan digunakan dalam satu

Activity (86)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Handy Samuel liked this
Melki Giovani liked this
Vera Musfiroh liked this
Dewi Sartika liked this
Bastian Manroe liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->