najis dan kotoran. Pendapat ini me-rupakan kesepakatan semua mazhabkecuali Hanafi yang membolehkan bersuci dari najis dengan semua cairan,selain minyak, tetapi bukan sesuatu yang berubah karena dimasak. Pendapatini sesuai dengan pendapat Asy-Syahid Murtadha dari Imamiyah.Semua mazhab, kecuali Hanafi, juga sepakat tentang tidak bolehnya berwudhudan mandi dengan air mudhaf, seperti yang disebutkan oleh Ibnu Rusyd didalam kitab Bidayah Al-Mujtahid wa Nihayah Al-Muqtashid dan kitab Majma''Al-Anhar.2Hanafi berkata : "Seseorang musafir harus (boleh) berwudhu'' dengan air perahan dari pohon kurma."1 Ibnu Qudamah: Al-Mughni, jilid I, hal 22 cetakan ketiga dan ibnu Abidin , I;hal. 140 cetakan Al-Maimaniyah.2 Ibnu Rusyd, Bidayat Al-Mujtahid, hal. 32, cetakan 135 H. Dan kitab Majma Alr Anhar, hal 37, cetakan IstambulIbnu Qudamah menyebutkan,3 bahwa mazhab Hanafi membolehkanberwudhu'' dengan air mudhaf. Syaikh Shadiq dari Imamiyah berkata: "Sahberwudhu dan mandi junub dengan air mawar."Hanafi mengambil dalil atas pendapatnya bahwa air mudhaf boleh digunakanuntuk berwudhu, dari ayat Al-Qur''an :"Maka jika tidak ada air, hendaklah kamu tanyammum dengan debu yangbersih.." (Q.S. Al-Maidah :6)Menurut Hanafi, makna ayat itu adalah: Jika tidak ada air muthlaq dan air mudhaf, maka bertayammumlah. Tetapi jika ada air mudhaf, maka tayammumtidak dibolehkan. Mazhab lain
berdalil dengan ayat ini juga untuk melarangpemakaian air mudhaf untuk berwudhu. Mereka berkata bahwa kata al-ma''u didalam ayat itu maksudnya air muthlaq saja, tidak mencakup air mudhaf. Dengandemikian, maksud ayat di atas (Al-Maidah : 6) adalah:"Apabila tidak ada air muthlaq, maka bertayammumlah...."
Air Dua Kullah
Semua mazhab sepakat, bahwa apabila air berubah warna, rasa, dan baunya karenabersentuhan dengan najis, maka air itu menjadi najis, baik sedikit atau banyak,bermata air ataupun tidak bermata air, muthlaq atau pun mudhaf. Apabila air ituberubah karena melewati bau-bauan tanpa bersentuhan dengan najis, misalnya iaberada di samping bangkai lalu udara dari bangkai itu bertiup membawa bau kepadaair itu, maka air itu hukumnya tetap suci.