/  2
 
“BULETIN AL-AQSHO”
Berita Muslim Mingguan ke-52, Dzulqo'dah 1430HPenyelenggara :
Slamet Abd.
,
Khaemi Fauzi
,
Nadhirin
Penanggung-Jawab :
Hadi Sumarsono
http://aqsaworkinggroup.comhttp://ibadalloh.homelinux.orgMasjid Hizbulloh, Gg.Sadewa Pesanggrahan-Wonokerto, PekalonganMasjid Hizbulloh, Gg.Raseh Purwosari-Comal, Pemalang
Israel Kembali Serang Al-Aqsa
Jumat, 06/11/2009 http://eramuslim.com/berita/palestina/israel-kembali-serang-al-aqsa.htmMengapa dunia internasional tidak juga peduli pada Palestina?Mengapa pula dunia tidak tanggap terhadap Israel -yang sekarangserius- menyerang Masjid Al Aqsa, tempat suci ketiga bagi umatislam?Hanya dalam hitungan kurang dari satu bulan, para penjajahYahudi itu sudah melakukan beberapa kali penyerangan. Dan kaliini yang terjadi kedua kalinya. Bentrokan sebelumnya, yakni hariMinggu lalu, ketika pasukan Israel menggunakan granat, gas airmata dan peluru karet yang dilemparkan ke halaman masjid,menghalau semua jamaah Palestina yang tengah berkumpul didalam masjid.
Sudah seharusnya dunia Islam berjaga-jaga setiap kalimemasuki bulan November atau Desember. Dalam peristiwa-peristiwa sebelumnya yang membunuh dan menghapussejarah Islam, Yahudi lebih sering melakukannya di bulan-bulan ini.
Ingat, invasi Cast Lead tahun kemarin dilakukan pada akhirDesember. Saat itu, Israel menewaskan lebih dari 1500 orangPalestina. Termasuk ibu-ibu dan anak-anak yang tak berdaya.Rakyat Palestina sendiri dengan tetap dipimpin oleh Hamas, tetaptak akan pernah menyerah. Semua ikut terlibat. Tua muda, lelakidan perempuan. Gaza bukan hanya milik Palestina, dan jugamenjadi simbol perlawanan langsung dunia Islam terhadappenjajahan Israel saat ini.Saat ini, Israel terus-terusan mengepung kompleks masjid Al-Aqsa.Mereka masih menggunakan gas air mata dan peluru karet. Yangmenahan mereka dari menggunakan senjata api mungkin saat inikarena debat panas di PBB dan adanya laporan Richard Goldstone.
Sementara negara-negara Islam diam seribu bahasa. Mesir,negeri tetangga sedang sibuk seputar suksesi Mubarak. ArabSaudi tengah kelimpungan mengurus haji dan feminisme.Sedangkan negeri Muslim terbesar di dunia, konon tengahpanas dengan dagelan pemberantasan korupsi.
Semoga, serangan kedua kalinya Israel ini mulai bisa membukakembali kesadaran kita akan kejamnya para Zionis. Jangan lupakanPalestina! (sa/wb)
Israel Serahkan 17 Perintah Penghancuran Rumahkepada Warga al Quds
Senin, 09/11/2009http://infopalestina.com/ms/Pemerintah kota Israel di Jerusalem pada hari Minggu (8/11)menyerahkan 17 perintah pembongkaran rumah kepada wargaSilwan, Bustan Ain Luza dan al Yaman di al Quds.
Ini merupakan langkah baru Zionis Israel untukmelaksanakan perintah pembongkaran baik yang lama danbaru, sebagai pelaksanaan dari rencananya untuk mengusirorang-orang Palestina dan melakukan yahudisasi kota suci alQuds.
Fakhri Abu Diab, seorang anggota Komite Pertahanan Property diSIlwan, mengatakan, "Pemerintah kota Israel kembalimemperbaharui perintah pembongkaran terhadap 88 rumah yangterancam pembongkaran di daerah Silwan yang terletak di selatanmasjid al Aqsha.”Abu Diab menjelaskan keputusan yang dikeluarkan olehpemerintah kota pada periode antara (20 s/d 25 Oktober 2009)memberikan tenggang waktu 20 hari kepada pemerintah kota Israeluntuk melanjutkan keputusan ini. Berdasarkan perintah yangdikeluarkan itu, hanya ada dua hari saja untuk mengajukankeberatan kepada pemerintah kota Israel.Abu Diab mengatakan, "Tampaknya pelaksanaan pembongkaran didaerah al Bustan hampir pasti, pembongkaran terhadap 88 rumahtelah dekat. Kami serukan kepada warga al Quds untuk tetap hadirdalam aksi protes untuk mencegah pembongkaran ini danmendukung perjuangan warga untuk mempertahankan hakmereka." Dia menegaskan perlunya solidaritas massa untukmelawan agresi Zionis yang menarget perkampungan di daerahSilwan. (seto)
Pejabat PBB: Masuki Musim Hujan,Ribuan Warga Gaza Siap Hadapi Derita
Selasa,10/11/2009http://infopalestina.com/ms/Koordinator PBB untuk urusan kemanusiaan, Max Will Gaylardmenegaskan, warga Palestina di Jalur Gaza mengalami penderitaanterutama menjelang datangnya musim hujan dan musim dingin.Kondisi anak-anak dan wanita di sana sangat memprihatinkanpasca agresi Israel.Gaylard dalam konferensi persnya kemarin Senin (9/11)menegaskan -setelah melakukan kunjungan pemantauan diperkampungan Salam, timur Jabalia, utara Jalur Gaza yangmerupakan tempat penampungan warga yang terusir karenakerusakan akibat agresi Israel– mereka sangat resah akibatdilarangnya masuk bahan-bahan kebutuhan utama untukrekontruksi Jalur Gaza terutama saluran air bersih dan listrik.Atas nama semua lembaga milik PBB yang bekerja di Tepi Baratdan Jalur Gaza, ia menegaskan pelarangan masuknya bahan utamake Jalur Gaza sebagai indikasi buruk yang berbahaya sebab akanmenimbulkan penderitaan yang lebih besar dari sekarang. Iaberharap semua lembaga kemanusiaan di dunia melakukankerjasama mengubah kondisi kepada yang lebih baik. “Kamiberharap selalu kepada dunia dan lembaga-lembaga sertapemerintah yang ada untuk memberikan gambaran ril tentangkehidupan warga Jalur Gaza dan mengubahnya” tegasnya miris.Sementara itu, delegasi lembaga-lembaga HAM dunia Mark Relymemegang sebuah bongkahan batu dari rumah seorang warga JalurGaza Muhammad Hidlr, yang dihancurkan Israel dan mengatakan,“Ini adalah batu dari Gaza dan bukan dari tembok Berlin. Di sinilahkeluarga Palestina itu berlindung, yang kini terusir karenarumahnya sudah lumat !” tegasnya. Ia menegaskan, rumah Hidlrdan rumah-rumah lainnya dihancurkan dan hingga 300 hari belumdibangun kembali. “Kini keluarga yang terusir itu hidup di bawahkemah lusuh dan kehidupan mereka tidak layak disebut kehidupananak Adam”.Ia mengisyaratkan bahwa kemah-kemah penampungan warga itumembutuhkan lahan tambahan seluas 30 kali lapangan bola denganplastik mika untuk menampung dan melindungi mereka darisengatan panas matahari dan hujan. Menjelang musim hujan dandingin ia menegaskan, lebih dari 500 anak-anak Gaza akanmenghadapi hujan di 2009 yang langsung dirasakan diatas kepalamereka, yang tanpa tempat tinggal. Karenanya, harus segera dibuka
 
= JANGAN DIBACA SAAT KHUTBAH =

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...