Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SUTET

SUTET

Ratings: (0)|Views: 3,242|Likes:
Published by Esa111
Ini tugas KTI Esa
Ini tugas KTI Esa

More info:

Published by: Esa111 on Nov 12, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2012

pdf

text

original

 
 Pengaruh Radiasi Gelombang I.B. Alit SwamardikaTeknologi Elektro Vol. 8 No.1 Januari - Juni 2009
106
PENGARUH RADIASI GELOMBANG ELEKTROMAGNETIKTERHADAP KESEHATAN MANUSIA(Suatu Kajian Pustaka)
I.B. Alit Swamardika
Staf Pengajar Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas UdayanaKampus Bukit Jimbaran, Bali, 80361gusalit@ee.unud.ac.id
Abstrak
Radiasi pada dasanya adalah suatu cara perambatan energi dari sumber energi ke lingkungannya tanpamembutuhkan medium. Gelombang radio, sinyal televisi, sinar radar, cahaya tak terlihat, sinar-x dan sinar gammamerupakan contoh-contoh gelombang elektromagnetik. Tingkat paparan gelombang elektromagnetik dari berbagaifrekuensi berubah secara signifikan sejalan dengan perkembangan teknologi yang menimbulkan kekhawatiranbahwa paparan dari gelombang elektromagnetik ini dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan fisik manusia.Banyak kalangan mengklaim bahwa gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh alat-alat listrik dapatmengganggu kesehatan pengguna dan orang-orang yang berdiri di sekitarnya. Anggapan ini dibenarkan oleh paraahli bidang telekomunikasi, namun tidak sedikit pula bantahan-bantahan oleh beberapa pihak yang menyangkalsebaliknya.
 Kata kunci :
 Radiasi, Gelombang Elelktromagnetik, Kesehatan Manusia.
1.
 
PENDAHULUAN
Istilah radiasi sering dianggap menyeramkan,sesuatu yang membahayakan, mengganggu kesehatanbahkan keselamatan. Padahal di sekitar kita baik dirumah, di kantor, maupun di tempat-tempat umum,ternyata banyak sekali radiasi. Radiasi pada dasanyaadalah suatu cara perambatan energi dari sumberenergi ke lingkungannya tanpa membutuhkan panas.Beberapa contoh adalah perambatan panas, cahaya,dan gelombang radio.Spektrum gelombang elektromagnetik yang kitaketahui mencakup rentang frekuensi yang lebar.Gelombang radio, sinyal televisi, sinar radar, cahayatak terlihat, sinar-x dan sinar gamma merupakancontoh-contoh gelombang elektromagnetik. Dalamruang hampa, gelombang ini semuanya merambatdengan kecepatan yang sama, 3 x 10
8
m/s. Sumberelektromagnetik ada dimana-mana, matahari, bintang,lampu, dan tornado merupakan sumber alamiah darigelombang elektromagnetik. Ada juga sumberelektromagnetik buatan seperti ledakan nuklir,rangkaian listrik dengan tube vakum atau transistor,diode microwave, laser antena radio dan banyak lagi.
 
Tubuh manusia akan tersinari oleh berbagaifrekuensi gelombang magnetic yang kompleks.Tingkat paparan gelombang elektromagnetik dariberbagai frekuensi berubah secara signifikan sejalandengan perkembangan teknologi yang menimbulkankekhawatiran bahwa paparan dari gelombangelektromagnetik ini dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan fisik manusia. Ada kemungkinangangguan tersebut adalah
electrical sensitivity. Electrical sensitivity
adalah gangguan fisiologisdengan tanda dan gejala neurologis maupunkepekaan, berupa berbagai gejala dan keluhan.Gangguan ini umumnya disebabkan oleh radiasielektromagnetik yang berasal dari jaringan listrik tegangan tinggi atau ekstra tinggi, peralatanelektronik di rumah, di kantor maupun industri.Termasuk telepon seluler (ponsel) maupunmicrowave oven, ternyata sangat potensialmenimbulkan berbagai keluhan tersebut.Banyak kalangan mengklaim bahwa gelombangelektromagnetik yang dipancarkan oleh alat-alatlistrik dapat mengganggu kesehatan pengguna danorang-orang yang berdiri di sekitarnya. Anggapan inidibenarkan oleh para ahli bidang telekomunikasi,namun tidak sedikit pula bantahan-bantahan olehbeberapa pihak yang menyangkal sebaliknya.Berdasarkan hal di atas akan dijelaskan secaragaris besar gelombang elektromagnetik sertapengaruhnya terhadap kesehatan manusia.Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, dapat dirumuskan permasalahannya sebagaiberikut: Bagaimanakah pengaruh radiasi gelombangelektromagnetik terhadap kesehatan manusia?Karya Ilmiah ini bertujuan untuk mengetahuisejauh mana pengaruh radiasi gelombangelektromagnetik terhadap kesehatan manusia.
2. HASIL DAN PEMBAHASAN
Ada dua jenis radiasi. Jenis pertama adalahpartikel alpha dan beta yang berasal dari materialradioaktif; dan gelombang elektromagnetik atauphoton adalah jenis yang kedua. Disini radiasi yangmenjadi pokok bahasan hanya pada gelombangelektromagnetik.
 
 Pengaruh Radiasi Gelombang I.B. Alit SwamardikaTeknologi Elektro Vol. 8 No.1 Januari - Juni 2009
107Spektrum gelombang elektromagnetik dibagimenjadi beberapa daerah. Pada spektrum gelombangdengan frekuensi 60 atau 50 Hz terdapat medanelektromagnetik yang dibangkitkan oleh saluran dayalistrik dan beberapa peralatan besar maupun lecil.Pada ujung atas terdapat radiasi nuklir yang terdiridari sinar gamma dan sianr-x. Ditengah-tengahterdapat frekuensi radio (RF) gelombangelektromagnetik yang membawa apa saja dari radioAM dan FM dan siaran televisi, band radio danlainnya. Oleh karena itu peralatan komunikasi yangsering digunakan oleh manusia akan meradiasikanatau membocorkan gelombang elektromagnetik RF.Gelombang elektromagnetik energi sangattinggi, seperti sinar gamma atau sinar-x, disebut jugaradiasi ionisasi karena mereka mengionisasi molekulpada jalur yang dilalui. Pemaparan gelombang yangtidak terkendali dari radiasi ionisasi dalam jumlahbesar diketahui sebagai penyebab penyakit danbahkan kematian pada manusia.Efek biologis gelombang elektromagnetik RFnon-ionisasi tidak diketahui dengan baik pada saatini, walaupun telah dilakukan beberapa penelitian.Belum ditemukan bukti bahwa pemaparan terhadapgelombang elektromagnetik frekuensi rendah darisaluran transmisi akan menyebabkan beberapapenyakit.
2.1 Aplikasi Gelombang Elektromagnetik sertaDampak terhadap Kesehatan Manusia.
Manusia telah menemukan peralatan yangmenghasilkan energi elektromagnetik untuk komunikasi, sensor dan deteksi, serta keperluan lain.Apapun tujuannya, sebuah sistem harusmenstransmisikan energi tersebut dalam cara yangdiinginkan. Beberapa cara mentransmisikan adalahmelalui saluran transmisi, dengan mengirimkannyamelalui udara, atau dengan cara microwave titik ketitik.Kemajuan teknologi komunikasi akan diikutioleh tingkat kehidupan yang lebih baik, yang akanmenuju ke tingkat kemudahan-kemudahan dalamberkomunikasi, dengan diciptakannya telepon seluler(ponsel). Ponsel merupakan alat komunikasi dua arahdengan menggunakan gelombang radio yang jugadikenal dengan radio frequency (RF), dimanapunAnda melakukan panggilan, suara akan ditulis dalamsebuah kode tertentu ke dalam gelombang radio danselanjutnya diteruskan melalui antena ponsel menujuke
base station
terdekat dimana anda melakukanpanggilan. Gelombang radio inilah yangmenimbulkan radiasi dan banyak kontroversi dariberbagai kalangan tentang keamanan dalammenggunakan ponsel.Secara garis besar, radiasi total yang diserap olehtubuh manusia adalah tergantung pada beberapa hal:1.
 
frekuensi dan panjang gelombang medanelektromagnetik 2.
 
polarisasi medan elektromagnetik 3.
 
 jarak antara badan dan sumber radiasielektromagnetik dalam hal ini handphone4.
 
keadaan paparan radiasi, seperti adanya bendalain disekitar sumber radiasi5.
 
sifat-sifat elektrik tubuh. Hal ini sangattergantung pada kadar air didalam tubuh, radiasiakan lebih banyak diserap pada media dengankonstan dielektri tinggi seperti otak, otot dan jaringan lainnya dengan kadar air tinggiMenurut
The National Radiological Protection Board 
(NPRB) UK, Inggris. Efek yang ditimbulkanoleh radiasi gelombang elektromagnetik dari teleponseluler dibagi menjadi dua yaitu :1.
 
Efek fisiologisEfek fisiologis merupakan efek yangditimbulkan oleh radiasi gelombangelektromagnetik tersebut yang mengakibatkangangguan pada organ-organ tubuh manusiaberupa, kangker otak dan pendengaran, tumor,perubahan pada jaringan mata, termasuk retinadan lensa mata, gangguan pada reproduksi,hilang ingatan, kepala pening.2.
 
Efek psikologisMerupakan efek kejiwaan yang ditimbulkan olehradiasi tersebut misalnya timbulnya stress danketaknyamanan karena penyinaran radiasiberulang-ulang.
2.2 Radiasi Elektromagnetik Dari Telepon Seluler
Telepon seluler (ponsel) mentransmisikan danmenerima sinyal dari dan ke substasiun yangditempatkan di tengah kota. Substasiun yangmenerima sinyal paling jernih dari telepon selulermemberikan pesan ke jaringan telepon local jarak  jauh. Jaringan Personal Communication Services(PCS) mirip dengan system telepon seluler. PCSmenyediakan komunikasi suara dan data didesainuntuk menjangkau daerah yang luas. Pita frekuensi800 sampai dengan 3000 MHz telah dijatahkan untuk peralatan komunikasi ini (Kobb,1993)Karena telepon seluler atau unit PCS harusberhubungan dengan substasiun yang diletakkanbeberapa kilometer jauhnya, pancaran dari peralatanini harus cukup kuat untuk memastikan sinyalnyabagus. Peralatan ini memancarkan daya sekitar 0,1sampai dengan 1,0 W. Tingkat daya dari antena iniaman untuk kesehatan kepala (Fischetti, 1993).Kerapatan daya puncak dari antena pada teleponseluler ini memdekati 4,8 W/m
2
atau 0,48 mW/cm
2
 (IEEE C 95.1-1991).Penelitian mengenai pengaruh gelombang mikroterhadap tubuh manusia menyatakan bahwa untuk daya sampai dengan 10 mW/cm
2
masih termasuk dalam nilai ambang batas aman (Wardhana,2000)Para ahli mengungkapkan radiasi yangditimbulkan ponsel tidak seratus persen bisamenyebabkan gangguan kesehatan terhadap manusia,mengingat masih banyak orang yang masih setiamenggunakan piranti
wireless
ini untuk memudahkan
 
 Pengaruh Radiasi Gelombang I.B. Alit SwamardikaTeknologi Elektro Vol. 8 No.1 Januari - Juni 2009
108aktifitasnya dan tidak terjadi suatu hal apapun bahkanboleh dibilang masih aman-aman saja. Namun kita juga tidak bisa mengabaikan atas permasalahan ini,paling tidak sudah dibuktikan oleh salah satu negarayang memiliki jumlah pengguna ponsel terbanyak dunia. Peraturan tersebut bisa dibilang sangat ketatapalagi mengenai efek samping dari radiasi ponsel.Dengan menetapkan aturan ambang batas toleransiradiasi ponsel, tentunya peraturan ini menimbulkanbanyak perdebatan di kalangan produsen denganpemerintah setempat.Paling tidak kedepan dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 220 juta jiwa dan baru 25 jutapelanggan saja yang sudah menggunakan teleponseluler (ponsel). Hal ini menunjukkan bahwa industriseluler ditanah air semakin maju. Seiring semakinpopulernya telepon genggam ini banyak orang sudahmulai mempertanyakan sebenarnya seberapa besarpengaruh radiasi ponsel kepada kesehatan manusia?Banyak pengguna ponsel yang mungkin tidak tahu bahwa ponsel yang mereka gunakan dapatmengirimkan gelombang elektromagnetik ke dalamtubuh mereka. Sesungguhnya setiap ponsel memilikispesifikasi ukuran banyaknya energi gelombangmikro yang dapat menembus ke dalam bagian tubuhseseorang tergantung pada seberapa dekat ponseldengan kepala. Paling tidak kurang lebih sebanyak 60persen dari radiasi gelombang mikro yang diserapdan menembus daerah sekitar kepala.Pengukuran kadar radiasi sebuah ponselumumnya disebut dengan
Specific Absorption Rate
 (SAR). Pengukur energi radio frekuensi atau RF yangdiserap oleh jaringan tubuh pengguna ponsel bisadinyatakan sebagai units of watts perkilogram(W/kg). Batas SAR yang ditetapkan oleh ICNIRPadalah 2.0W/kg (watts per kilogram). Sementara
The Institute of Electrical and Electronics Engineers
 (IEEE) juga telah menetapkan sebuah standart baruyang digunakan oleh negara Amerika dan negara laintermasuk Indonesia adalah dengan menggunakanbatas 1.6W/kg.Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO,dampak gelombang elektromagnetik tegangan tinggiatau ponsel tidak berbahaya asal pancarannya kecil
 
(UKDWNet Club). Para peneliti the KraeftensBekaempelse mewawancarai 427 warga Denmark yang menderita kanker otak dan 822 orang yang tidak menderita tumor kepala tentang penggunaan ponsel.Hasil studi jelas menunjukkan penggunaan ponselsama sekali tidak meningkatkan risiko kanker otak.
2.3 Radiasi Elektromagnetik dari SaluranTransmisi Tenaga Listrik (PT. PLN, 2006)
Dalam pembangunan sarana ketenagalistrikan,dimanapun akan selalu mempunyai dampak langsungdan tidak langsung. Dampak tidak langsung saranatransmisi yang aman, dituangkan dalam UU No.15tahun 1985 tentang kenagalistrikan, PeraturanMenteri Pertambangan dan Energi No.01.P/47/MPE/1992 Tentang Ruang Bebas SUTT danSUTET Untuk Penyaluran Tenaga Listrik danKeputusan Menteri Pertambangan dan Energi No.975 K/47/MPE/1999 Tentang Perubahan PeraturanMenteri Pertambangan dan Energi No.01.P/47/M.PE/1992 Tentang Ruang Bebas SUTT danSUTET Untuk Penyaluran Tenaga Listrik. Selain itu,pembangunan SUTET 500 kV juga sudahmempunyai Standar Nasional Indonesia (SNI) yaituSNI 04.6918-2002 tentang ruang bebas dan jarak bebas minimum SUTT dan SUTET dan SNI04.6950-2003 tentang Nilai Ambang Batas MedanListrik dan Medan Magnet SUTT dan SUTET.Peraturan tersebut menunjukkan jarak atau ruangyang aman dari pengaruh medan listrik dan medanmagnet. Jadi masyarakat mengetahui daerah yangaman untuk beraktivitas. Jarak aman ini diukurberdasarkan tingginya tegangan listrik, Untuk  jaringan tegangan menengah dan rendah (JTM/JTR)di daerah tersebut dapat digunakan rumus sederhana,yaitu 1 kV = 1 cm. Artinya jika tegangan di kawat jaringan sebesar 20 kV maka jarak amanya adalah 20cm atau 0,2 m. Untuk transmisi SUTT dan SUTETaturan jarak aman vertical (C) adalah untuk tegangan70 kV adalah 4,5 m, untuk 150 kV adalah 5,5 m,untuk 275 kV adalah 7,5 m dan untuk 500 kV adalah9,5 m. Sedangkan jarak aman horizontal darias/sumbu menara (D) adalah untuk tegangan 70 kVadalah 7 m, untuk 150 kV adalah 10 m, untuk 275 kVadalah 13 m dan 500 kV adalah 17 m.PLN sendiri telah membuat pagar pembatasuntuk menjaga ruang bebas dan jarak aman sertasecara periodik melakukan pengukuran kuat medanlistrik dengan menggunakan alat
 ElektromagneticField Meter 
. Menurut WHO (World HealthOrganization) ambang batas kekuatan medan listrik dan medan magnet yang tidak membahayakan tubuhmanusia sebesar 5 kV/m untuk medan listrik dan 0,1m Tesla untuk medan magnet. Dari hasil pengukuranyang dilakukan PLN sampai saat ini, kekuatan medanlistrik dan magnet di berbagai daerah SUTT danSUTET di Indonesia masih dibawah ambang batastersebut. Selain pengukuran berkala, PLN jugamemberikan penyuluhan tentang aturan jarak amankepada masyarakat. Penyuluhan ini bertujuanmemberikan pengertian yang benar tentang pengaruhmedan listrik dan medan magnet sehinggamasyarakat yang bermikim di sekitar sarana transmisiini, Memiliki persepsi yang benar dan rasa amantinggal di sekitarnya. Penyuluhan ini biasanyadiberikan PLN pada saat awal pengoperasian SUTTdan SUTET, Tetapi penyuluhan ini dapat jugadiberikan pada kesempatan lain jika masyarakatmembutuhkanya.Hingga saat ini, belum ada kesepakatan dari paraahli kesehatan dunia mengenai efek SUTET terhadapkesehatan, termasuk kanker dan tumor pada anak danorang dewasa. Karena penelitian yang dilakukan diseluruh dunia, tidak ada yang bersifat eksperimental

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nona Salassa liked this
Nona Salassa liked this
'dhiaen Choor liked this
humpz liked this
Yana Satun liked this
iinnddaa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->