Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
48Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BUDAYA ORGANISASI

BUDAYA ORGANISASI

Ratings: (0)|Views: 3,913 |Likes:
Published by manik cinderano

More info:

Published by: manik cinderano on Nov 12, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2013

pdf

text

original

 
DISUSUN OLEH MANIK CINDERANOTIPOLOGI BUDAYAINTI SARI
Budaya yang terkait dengan penelitian bisnis akan memerlukan kerangka kerja yang jelas untuk aplikasi dan analisis dari fenomena kompleks ini. Penelitian bisnis telahsangat mengandalkan dan mengaplikasikan dimensi Hofstede terhadap permasalahankultural. Paper ini akan mengkaji dan membahas alternatif lain (TrompenaarsTriandis dan Fiske ) untuk klasifikasi Hofstede. Selain itu, paper ini akanmengidentifikasi kriteria yang jelas untuk mengukur klasifikasi ini danmengevaluasi setiap klasifikasi sesuai dengan kriteria ini. Kriteria yang telahdiidentifikasi yaitu:
 simplisitas atau kesederhanaan, kemampuan untumentransendenkan level analisis, kemampuan untuk “meminjamkan dirinya”kepada metode penelitian yang berbeda-beda, menambah kekayaan dalamidentifikasi tema, dan memungkinkan pemahaman yang lebih beragam atas perubahan kultural.
Selain menawarkan alternatif yang layak untuk klasifikasi Hofstede, paper inimenyarankan kepada para peneliti budaya untuk mengadopsi suatu kerangka kerjayang didasarkan kepada tujuan penelitian mereka, kriteria ke depan untuk membentuk dan mengarahkan penelitian budaya, dan menyediakan kepada para peneliti suatukerangka kerja untuk mengembangkan tipologi yang lebih jelas.
Pengantar
Konsiderasi utama untuk studi ini adalah hampir sepenuhnya didasarkan kepadaliteratur bisnis tentang klasifikasi Hofstede atas budaya nasional dan klasifikasi dari peneliti lain dalam area ini. Dimensi nilai Hofstede telah semakin banyak mendapatkan kritikan karena kemampuannya yang terbatas dalam memperluas nilaidominan sekarang dalam suatu negara untuk merepresentasikan nilai budaya dari
 
sebuah negara (Hunt 1983), ketepatan yang tidak memadai dari definisi lintaskategori (Chow dkk 1999), dan lingkup yang terbatas dalam metodologi dan pengukuran (Yeh 1988).Berdasarkan kepada besarnya kritik atas kerangka-kerja Hofstede, maka semakindipandang penting bagi para peneliti untuk mengkaji klasifikasi yang lainnya.Literatur bisnis juga kekurangan sintesis yang bermakna (meaningful) atas klasifikasi budaya. Bagaimanapun, budaya akan tetap menjadi area penelitian yang menarik.Vista baru dalam penelitian budaya mencakup: budaya dengan strategi kepemilikandan usaha patungan atau joint venture (Kogut and Singh 1988), gaya kogniti(Abramson dkk 1993), budaya dengan manajemen informasi global (Myer and Tan2002). Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji klasifikasialternatif dari budaya, mengidentifikasi kriteria untuk evaluasi klasifikasi, danmenganalisis kerangka-kerja ini sepanjang kriteria yang diidentifikasi. Bagian berikutnya akan mempertentangkan pandangan budaya berbasis nilai yang lebihmapan dengan pandangan ontologis.
Konsep dan manifestasi budaya
Satu definisi awal dari budaya adalah
keseluruhan kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni dan moral hukum adat istiadat dan kapabilitaslainnya dan kebiasaan yang diperoleh oleh manusia sebagai anggota masyarakat 
(Tylor 1871). Para pakar lainnya telah mengidentifikasi 164 definisi dari budaya(Kroeber 1952) yang secara umum akan memandang budaya sebagai suatu propertidari kebanyakan warga negara atau modal personalitas (Inkeles 1969). Budaya akandapat dipelajari, didapatkan, dan diwariskan. Budaya akan merefleksikan pola pemikiran, perasaan, dan perilaku (Harris 1987) dan aksi dan reaksi (Kluckhohn1951) dan ide, nilai, dan sistem makna simbolis lainnya (Kroeber dkk 1958).Tema yang mendasari adalah
bahwa budaya adalah abstraksi dari perilaku kongkrit 
tetapi bukan perilaku itu sendiri. Budaya akan ditransmisikan terutama oleh simbolyang menyusun prestasi distinktif dari kelompok manusia, termasuk yangterkandung dalam artefak. Transmisi ini telah dipandang sebagai suatu pemrograman
 
kolektif dari pikiran yang akan membedakan anggota dari satu kelompok manusiadengan kelompok yang lainnya (Hofstede 1980). Hofstede mengakui bahwa ini bukanlah definisi yang lengkap dari budaya. Tetapi ia secara sederhana telahmencakup apa yang dapat diukur. Hofstede menekankan nilai sebagai tonggak  budaya, yang mana penekanan ini konsisten dengan peneliti lainnya. Nilai akan diprogram sejak usia dini dan akan menentukan definisi subyektif darirasionalitas. Nilai akan dimanifestasikan pada level individu dan kolektif (Parson1951) dan akan dianggap sebagai keadaan akhir atau tujuan akhir dan bukannyasebagai sarana (Bem 1970). Perbedaan sarana (nilai instrumental) dan tujuan (nilaiakhir atau nilai terminal) ini juga telah diakui oleh para ahli filsafat (Lovejoy 1950)dan para pakar antropologi (Kluckhohn 1951) serta para pakar psikologi (Englishand English 1958). Nilai akan dapat dianggap sebagai
nilai yang diterima secaratidak sadar atau kepercayaan pada level nol dan nilai yang diperoleh secaralangsung sebagai kepercayaan yang datang pertama kali.
Hofstede (1980) mengikuti definisi nilai intensitas dan modalitas dari Kluckhohn(1951) dan mendefinisikannya secara cukup sederhana sebagai tendensi umum untuk menyukai atau memilih keadaan tertentu di atas keadaan yang lainnya. Hofstedemengklaim bahwa
nilai akan mempunyai arah dan intensitas atau dengan kata lainnilai akan mempunyai tanda dan ukuran
. Nilai haruslah dibedakan antara
nilai yang diharapkan dengan yang tidak diharapkan:
apa yang manusia benar-benar harapkandan apa yang mereka anggap pantas diharapkan. Mempersamakan keinginan denganharapan adalah
 positifistic fallacy,
tetapi Hofstede memilih untuk mengadopsi suatu pandangan pragmatis untuk membantu pengukuran nilai. Nilai yang didasarkan kepada literatur ini (atau nilai laten ini) telah dihadapkankepada banyak kritik dari sudut pandang kognitif dan ontologis. Debat ini secarakritis akan dievaluasi sebagai berikut
Budaya: pandangan berbasis nilai vs pandangan berbasis ontologis
Pandangan ontologis didasarkan kepada pendapat (ide) kognitivisme budaya yangmenyatakan bahwa
budaya akan dapat dipahami secara lebih baik dalam istilah

Activity (48)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Irma Yuniar liked this
Hansen Santoso liked this
Muhamad Syafiq liked this
Noliza Saidin liked this
Almansyah Rundu liked this
Rian Oase liked this
An Sar liked this
Xiu Fong liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->