Alamak, Websiteku di Ban mbah Google! (Bagian 1)
Oleh: Mas Keke⋅ December 18, 2007 ⋅Email This Post⋅Print this post ⋅Posting
komentar Pagi-pagi bangun tidur ngecek posisi rangking di Google, tiba-tiba dikejutkan adahalaman web saya yang menghilang dari mbah Google index. Benar-benar mimpiburuk bagi yang mengandalkan search engine marketing, kalau sampai website Andakena ban Google. Google menghapus website dari Index-nya dan tiba-tiba trafficterjun bebas. Seperti yang dialami web teman kita iklan.web.id Siapa yang akan
bakalan menyusul di ban?Kondisi seperti ini bisa terjadi pada siapa saja, mungkin hanya beberapa halaman siteyang hilang dari Google, ada juga yang hilang semua halaman di websitenya. Terkadang Google lebih halus dalam mem-band suatu site. Halaman site masih tetapada di database Google, tapi ada di halaman yang sangat jauh untuk semuarelevancy search query, katakanlah halaman 500. Jika rangking site sebelumnya sangat bagus, hal seperti jarang disebabkan olehkemarahan search engine paling tangguh di dunia (Google). Banyak orang yang tidakmengetahui alasan Google ( atau Yahoo!, MSN dan search engine besar lainnya)memutuskan untuk memberlakukan ban atas suatu website.Apa yang perlu dilakukan?
Alasan Teknisnya:
Pertama, cek dulu apakah hilangnya website disebabkan oleh sebab natural. Contoh:ada orang yang telah merubah file robots.txt yang mengakibatkan search enginespider menghentikan kunjungannya ke website. Atau bisa jadi ada orang yang tidakbenar menuliskan meta tag sehingga tidak ada robot (NOINDEX).Bisa juga disebabkan lamanya downtime dari web server. Jika ini masalahnya,segeralah untuk ganti webhosting ke yang memiliki server lebih baru dan lebih stabil.
Copy Site
Selain alasan-alasan teknis dari dalam, ban dapat saja terjadi karena kecerobohanorang lain. Contoh: ada orang yang telah mengcopy suatu website, kemudian Googlemenemukan adanya identical pages dan memutuskan untuk memenangkan websitepesaing yang melakukan copy tersebut. Jika kasusnya seperti ini, perlu dilakukan pencarian melalui Google atas bentanganteks yang unik dari website dan temukan si tukang copy itu. Hubungi si pemilikwebsite yang telah meng-copy isi website kita (kalau tidak bisa langsung kepemiliknya - bisa hubungi webhostingnya) untuk menghapus site yang mengganggu,selain itu informasikan ke Google atas kejadian ini.
SPAM
Namun demikian, terkadang si pemilik website/web desainer-nya secara langsungatau tidak langsung telah melanggar aturan tertulis maupun tidak tertulis dariperaturan anti-spam Google. Artinya: ada sesuatu dalam site yang membuat Googlemeyakini jika telah ada usaha untuk mempengaruhi rangking di search engine.Kondisi ini memang cukup kritis. Dimana Google membolehkan pemilik website untukmengoptimasi website mereka agar dapat rangking lebih baik di search engine, tapisangat sulit untuk memutuskan apakah usaha-usaha yang dilakukan itu halal atautidak.Meskipun demikian, Google punya garis pedoman yang sangat jelas mengenai apayang menurut mereka tidak boleh dilakukan.Google mengatakan bahwa kita harus membuat page harus “untuk” user, bukanuntuk search engine; “Jangan mencurangi atau membohongi user, ataumenghadirkan content yang lebih diarahkan ke search engine dari pada ke userAnda.” Berikut daftar beberapa saran dari mereka agar tidak di ban1.Hindari hidden text atau hidden link.2.Jangan gunakan cloaking atau redirect yang tidak jelas.3.Jangan kirim automated queries ke Google.4.Jangan isi website dengan bahasa yang tidak ada hubungannya dengan intiwebsite.5.Jangan gunakan multiple page, subdomain, atau domain dengan duplikatcontent6.Hindari memakai halaman “doorway” yang sengaja dibuat untuk searchengine, atau memakai pendekatan “cookie cutter” seperti program affiliasiyang minim atau tanpa content original.
Google juga menyampaikan:
“Hindari trik-trik curang untuk meningkatkan rangking search engine. Aturan terbaikmeningkatkan rangking adalah ketika kita merasa nyaman menyampaikan maksudkita atas apa yang telah kita lakukan kepada website pesaing. Pertanyaan terbaikyang dapat membantu adalah, ‘Apakah ini dapat membantu user saya? Apakah sayaakan melakukan hal ini bila search engine itu tidak ada?”Sebenarnya, saran seperti diatas tidak cukup membantu memenuhi apa maunyaGoogle. Kenyataanya adalah Google tidak akan menghukum mereka yang melakukan“organic search engine optimization”, sepanjang halaman yang disajikan cukup bagusuntuk dibaca oleh manusia (bukan robot saja). Google tidak akan melakukan banwebsite jika menyebarkan frasa-frasa kata kunci di sepanjang teks, sepanjangsusunannya masih bisa di baca sebagai teks normal oleh manusia.Mari kita kaji satu persatu daftar saran dari Google tadi, harap diingat, meskipun kitamerasa tidak melanggar aturan mereka, tapi Google bisa saja menganggap kitaspammer. Untuk itu sangat perlu di runut semua orang yang telah terlibat ataswebsite tersebut sebelumnya (desainer atau pemilik website sebelumnya) mungkinsaja mereka yang telah melakukan kesalahan tersebut.
1. Hindari hidden text
Hidden text adalah cara kuno dalam sejarah search engine optimization. Diawal jaman Jurassic – sekitar pertengahan 90an, para webmaster kala itu menemukan
1
Leave a Comment
maksh sobh.. <a href="http://egaage.blogspot.com/2010/03/ne..."> negeriAds.com solusi berpromosi</a> | <a href="http://egaage.blogspot.com/2010/03/ne..."> negeriAds.com solusi berpromosi</a>
thanks banget karena informasi ini . http://diemovies.blogspot.com
thanks banget http://rhztech.blogspot.com
bingung nyari yang diperluin!!!
Makasih banyak Boss!!!!!!!!!
makasi yo,kapan2 aq ambil lg!
matur nuwun
semoga dibalas amalan kebaikanya berlimat ganda amin....semoga ini jadi contoh yang mau amal ilmu.