Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bantahan+Terhadap+Situs+Dan+Blog+Penentang+Manhaj+Salafy+Ahlussunnah+Bag+8

Bantahan+Terhadap+Situs+Dan+Blog+Penentang+Manhaj+Salafy+Ahlussunnah+Bag+8

Ratings: (0)|Views: 27|Likes:
Published by sofyan
KETINGGIAN ALLAH DI ATAS ‘ARSY, Tulisan ini juga merupakan bantahan terhadap tulisan di blog penentang dakwah Ahlussunnah, yang berjudul “Membantah fitnah wahhaby 3-a : Allah ada tanpa tempat bukan di arsy/langit/arah atas”. Tulisan di blog penentang Ahlussunnah tersebut membahas banyak sisi yang bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah. Tegas sekali penulis dalam blog tersebut menentang keyakinan bahwa Allah berada di atas ‘Arsy, di atas langit, di atas seluruh makhlukNya. Dalam tulisan ini kami belum membantah semua sisi yang ada di tulisan blog tersebut, namun khusus membahas dalil-dalil tentang ketinggian Dzat Allah yang ditentang oleh kelompok Jahmiyyah dan al-Asya’iroh. Akan dikemukakan dalil-dalil dari AlQur’an dan AsSunnah yang shahihah yang juga disertai pemahaman para Sahabat Nabi ridlwaanullaahi ‘alaihim ‘ajmaiin.
KETINGGIAN ALLAH DI ATAS ‘ARSY, Tulisan ini juga merupakan bantahan terhadap tulisan di blog penentang dakwah Ahlussunnah, yang berjudul “Membantah fitnah wahhaby 3-a : Allah ada tanpa tempat bukan di arsy/langit/arah atas”. Tulisan di blog penentang Ahlussunnah tersebut membahas banyak sisi yang bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah. Tegas sekali penulis dalam blog tersebut menentang keyakinan bahwa Allah berada di atas ‘Arsy, di atas langit, di atas seluruh makhlukNya. Dalam tulisan ini kami belum membantah semua sisi yang ada di tulisan blog tersebut, namun khusus membahas dalil-dalil tentang ketinggian Dzat Allah yang ditentang oleh kelompok Jahmiyyah dan al-Asya’iroh. Akan dikemukakan dalil-dalil dari AlQur’an dan AsSunnah yang shahihah yang juga disertai pemahaman para Sahabat Nabi ridlwaanullaahi ‘alaihim ‘ajmaiin.

More info:

Published by: sofyan on Nov 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2010

pdf

text

original

 
BANTAHAN TERHADAP SITUS DAN BLOGPENENTANG MANHAJ SALAFY AHLUSSUNNAH(BAGIAN VIII )KETINGGIAN ALLAH DI ATAS ‘ARSYAlhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhaanahu Wa Ta’ala Yang Maha Tinggi lagi MahaAgung. Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada teladan mulya, manusiapaling bertaqwa, Rasulullah Muhammad Shollallaahu ‘alaihi wasallam, keluarga, para Sahabat,serta orang-orang yang senantiasa mengikuti Sunnahnya dengan baik.Saudaraku kaum muslimin, semoga rahmat Allah senantiasa menyertai langkah kehidupankita…Tulisan kali ini akan mengupas salah satu aqidah Ahlussunnah yang memang diajarkan olehNabi Muhammad Shollallaahu ‘alaihi wasallam, dipahami oleh para Sahabatnya –ridlwaanullahi ‘alaihim ajma’iin-, dan diwarisi oleh para Ulama’ Ahlussunnah untukdisampaikan pada umat. Aqidah tersebut adalah keyakinan bahwa Allah adalah Yang Maha Tinggi di atas ‘Arsy, di atas langit, di atas seluruh makhlukNya. Dialah Allah yang Maha Tinggidalam seluruh makna ketinggian: tinggi dalam Dzat, Sifat, Kekuasaan, dan seluruh maknaketinggian dan kesempurnaan. Tulisan ini juga merupakan bantahan terhadap tulisan di blog penentang dakwahAhlussunnah, yang berjudul : “Membantah fitnah wahhaby 3-a : Allah ada tanpa tempat bukandi arsy/langit/arah atas”. Tulisan di blog penentang Ahlussunnah tersebut membahas banyaksisi yang bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah. Tegas sekali penulis dalam blog tersebutmenentang keyakinan bahwa Allah berada di atas ‘Arsy, di atas langit, di atas seluruhmakhlukNya. Dalam tulisan ini kami belum membantah semua sisi yang ada di tulisan blogtersebut, namun khusus membahas dalil-dalil tentang ketinggian Dzat Allah yang ditentangoleh kelompok Jahmiyyah dan al-Asya’iroh. Akan dikemukakan dalil-dalil dari AlQur’an danAsSunnah yang shahihah yang juga disertai pemahaman para Sahabat Nabi ridlwaanullaahi‘alaihim ‘ajmaiin.Insya Allah pada tulisan-tulisan mendatang akan tersingkaplah semua syubhat yang ada padatulisan : Membantah fitnah wahhaby 3-a : Allah ada tanpa tempat bukan diarsy/langit/arah atas. Hanya kepada Allahlah kita bertawakkal, Dialah sebaik-baik tempatberserah diri dan memohon pertolongan. Kami juga berharap agar penulis blog-blogpenentang dakwah Ahlussunnah tersebut diberi taufiq oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’ala untukkembali pada aqidah Ahlussunnah, sebagaimana yang diyakini para Salaful Ummah.Barangsiapa yang Allah beri hidayah (taufiq) tidak akan ada yang menyesatkannya, danbarangsiapa yang Allah sesatkan, tidak akan ada yang bisa memberikan petunjuk kepadanya.DALIL-DALIL YANG MENUNJUKKAN DZAT ALLAH BERADA DI ATASSangat banyak dalil dari al-Qur’an dan AsSunnah yang shahihah yang menunjukkan bahwaAllah berada di atas ‘Arsy, di atas langit, di atas seluruh makhlukNya. Demikian banyaknyadalil itu sehingga tidak terhitung jumlahnya. Imam al-Alusiy menjelaskan:
 
فلأ وحنب كلذل اولدتسا ، هريغ حطلا ما يع ص  ىل ل ةيقولا ثإ فلا ذ أ  أيل“ Dan engkau mengetahui bahwa madzhabus Salaf menetapkan ketinggian Allah Ta’alasebagaimana disebutkan oleh al-Imam AtThohawy dan yang selainnya, mereka berdalildengan sekitar 1000 dalil” (Lihat Tafsir Ruuhul Ma’aaniy fii Tafsiiril Qur’aanil ‘Adzhiim wasSab’il Matsaaniy juz 5 halaman 263).Karena demikian banyaknya dalil tersebut, tidak mungkin bisa dikemukakan semua. Padatulisan ini hanya sedikit dalil yang bisa dikemukakan. Kami sarikan dari penjelasan Ibnu Abil‘Izz al-Hanafy dalam Syarh al-‘Aqiidah atThohaawiyyah halaman 267-269 dan juga tulisanberjudul al-Kalimaatul Hisaan fii Bayaani Uluwwir Rahmaan yang ditulis Abdul Hadi bin Hasan.Semoga Allah memberikan taufiq…Dalil-dalil tentang ketinggian Dzat Allah di atas ‘Arsy, di atas langit, di atas seluruhmakhlukNya terbagi dalam berbagai sisi pendalilan. Pada tiap sisi pendalilan terdapat banyakdalil. Sisi-sisi pendalilan tersebut di antaranya:Pertama: Penyebutan ‘alFauqiyyah (ketinggian) Allah dengan kata penghubung ‘min’. Sepertidalam firman Allah:َ و ُ  َ  ْَ َ ْ  ِ قِ و ْ َ ْ ِ ْ  ُ بّ ََ وُخ َ َ() َ ر ُ  ِ  ْ ت َ  ْ ََ ْ ُ َة ُ  َ ئِ َ  َ لْاَة ٍ بّاَ ْ ِضِ ْ ْَا ِَ َِاَ َ  ّ لا ِَد ُ ج ُ  ْ َ ِ  ّ لِ َ َ ر ُ َ ؤ ْ ُَ “ dan milik Allah sajalah segala yang ada di langit dan di bumi berupa makhluk melata danpara Malaikat, dalam keadaan mereka tidaklah sombong. Mereka takut terhadap Rabbmereka yang berada di atas mereka, dan mereka mengerjakan apa yang diperintahkan” (Q.SAnNahl:49-50).Ibnu Khuzaimah –rahimahullah- meyatakan:ن َ  َ عْأَ  ،ة ٍ بّاَ ْ ِضِ ا   ِا ّ لا   َ و ، ِ تئ َ و نبّ  ّأ ة ِ ا هِذ  ع  ّ   ُ يجلا ن َ عْقو ذلا بّ  َ وخ  ُ ت َ ئ ّأ“Maka Allah Yang Maha Mulya dan Maha Tinggi memberitahukan kepada kita dalam ayat inibahwa Rabb kita berada di atas para MalaikatNya, dan berada di atas segala yang ada dilangit dan di bumi berupa makhluk melata, dan (Allah) mengkhabarkan kepada kita bahwapara Malaikat takut terhadap Rabb mereka yang berada di atas mereka” (Lihat Kitaabut Tauhid karya Ibnu Khuzaimah halaman 111).Perhatikanlah, Ibnu Khuzaimah memahami ayat tersebut bahwa memang Allah Ta’alaberada di atas seluruh makhlukNya. Siapakah Ibnu Khuzaimah sehingga kita perlu mengambilrujukan (tentang Ketinggian Allah ini) darinya? Ibnu Khuzaimah adalah salah seorang ulama’bermadzhab Asy-Syafi’i. Beliau merupakan salah satu murid al-Bukhari. Al-Bukhari dan Muslim juga mengambil ilmu (hadits) darinya, namun tidak dikeluarkan dalam As-Shahihain. IbnuKhuzaimah adalah guru Ibnu Hibban al-Busty, sedangkan Ibnu Hibban adalah guru al-Haakim.Al-Hafidz Adz-Dzahaby menyatakan tentang Ibnu Khuzaimah: رب وبأ ،ةئا مإ ،مسا يش ،يلا ةجحلا ظحلا .رب ب ل ب ريلا ب ةز ب حسإ ب دحلا وبينلا لا
 
“ Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah bin alMughirah bin Sholih bin Bakr. (Beliau) adalah al-Hafidz, al-Hujjah, alFaqiih, Syaikhul Islam, Imamnya para Imam. Abu Bakr As-SulamyanNaisabuury Asy-Syaafi’i (bermadzhab Asy-Syafi’i)(Lihat Siyaar A’laamin Nubalaa’ juz 14halaman 365).Sisi pendalilan yang pertama ini juga sebagaiman disebutkan dalam hadits Nabi, bahwaRasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam menyatakan kepada Sa’ad bin Mu’adz ketika Sa’admemberi keputusan terhadap Bani Quraidzhah:ٍاس  ِ س ِ و  ْ ِ ِ ب  َ َذلا  ِ لا  ِ  ْ ح ُ ب مَ ويلا  ُ ي  َ  َ َد ْ ل“ Sungguh engkau telah menetapkan hukum (pada hari ini) dengan hukum Allah yang telahAllah tetapkan dengannya dari atas tujuh langit” (diriwayatkan oleh anNasaa-i dalamManaaqibul Kubraa, Ibnu Sa’ad dalam atThobaqoot, atThohaawy dalam Syarh al-Maa’niy, al-Haakim dalam al-Mustadrak. Al-Hafidz Ibnu Hajar menghasankan hadits ini dalam TakhriijulMukhtashor. Silakan dilihat penjelasan Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albaany dalamSilsilah al-Ahaadits Asshohiihah juz 6/556).Kedua: Penyebutan al-fauqiyyah (ketinggian) tanpa diikuti kata penghubung apapun. Sepertidalam firman Allah:هِِ َ عِَ و ْ َر ُ ِ َلْا و َ ُ َ“ dan Dialah Yang Maha Menundukkan di atas hamba-hambaNya”(Q.S al-An’aam:18).Ketiga: Penjelasan adanya sesuatu yang naik (Malaikat, amal sholih) menuju Allah. Lafadz‘naik’ yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan al-Hadits bisa berupa al-‘uruuj atau as-Shu’uud.Seperti dalam firman Allah::لا] { ِ ي ْ لَإِُ ر  لاَة ُ  َ ئِ َ  َ لْا ُ ر ُ  ْ َ* ِ ِ َ  َ لْا ِ ِ  ّ لا  َ ِ3-4]“ dari Allah yang memiliki al-Ma’aarij. Malaaikat dan Ar-Ruuh naik menuju Ia “(Q.S al-Ma’aarij:3-4).Mujahid (murid Sahabat Nabi Ibnu Abbas) menafsirkan: (yang dimaksud) dzil Ma’aarij adalahpara Malaikat naik menuju Allah (Lihat dalam Shahih al-Bukhari).Dalam hadits disebutkan: ْ  ُ يِاوُبَ َ ذ ِ لّا ُ ر ُ  ْ َ ّ ثُ،ر ِ ج ْ  َلْا ِ َ َ َر ِ  ْ  َ لْا ِ َ َِَ و ُ  ِ ت َ ج ْ َ َ،ِ َ ن ّ لبِة ٌ  َ ئِ َ َ َ ِ ي ْ  ّ لبِة ٌ  َ ئِ َ َ ْ  ُ يِَ و ُ قَ َ ت َ َ َ و   َ ُ ْ ُ َ ْ ُن َ ي ْ َأَ َ،َ و   َ ُ ْ ُ َ ْ ُن َ ْ ر َ َ:َ ولُ و ُي َ َ؟ِ َ عِ ْ ت ُ ْ ر َ َف َ ي ْ َ:ُ و ُي َ َ-  ِ بِ ُ  َ عْأَو َ ُ َ-  ْ  ُ لُ َ  ْ ي َ َ“ Bergantian menjaga kalian Malaikat malam dan Malaikat siang. Mereka berkumpul padasholat ‘Ashr dan Sholat fajr. Kemudian naiklah malaikat yang bermalam bersama kalian,sehingga Allah bertanya kepada mereka –dalam keadaan Dia Maha Mengetahui- Allahberfirman: Bagaimana kalian tinggalkan hambaKu? Malaikat tersebut berkata: “Kamitinggalkan mereka dalam keadaan sholat, dan kami tinggalkan mereka dalam keadaansholat” (H.R Al-Bukhari dan Muslim).Ibnu Khuzaimah menyatakan: “ Di dalam khabar (hadits) telah jelas dan shahih bahwasanyaAllah ‘Azza Wa Jalla di atas langit dan bahwasanya para Malaikat naik menujuNya dari bumi. Tidak seperti persangkaan orang-orang Jahmiyyah dan Mu’aththilah (penolak Sifat Allah)(Lihat Kitabut Tauhid karya Ibnu Khuzaimah halaman 381)Seperti juga firman Allah:

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->