Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KOMPETENSI PENDIDIK

KOMPETENSI PENDIDIK

Ratings: (0)|Views: 1,379 |Likes:
Published by Yulia Rasyid

More info:

Published by: Yulia Rasyid on Nov 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2012

pdf

text

original

 
KOMPETENSI PENDIDIK DALAM KONTEKS PENDIDIKAN ISLAMFatma Yulia, MAA.Pendidik Dalam Konteks Pendidikan Islam
Dalam konteks pendidikan Islam, pendidik diistilahkan dengan sebutan
murobbi,mu’alim, mu’addib
yang ketiga term tersebut mempunyai penggunaan tersendiri menurut peristilahan yang dipakai dalam pendidikan dalam konteks Islam. Disamping itu , istilah pendidik kadangkala disebut melalui gelarnya seperti
 syaikh
dan ustaz. Pendidik juga berarti orang dewasa yang bertanggung jawab memberi pertolongan pada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya, agar mencapai tingkat kedewasaan, mampu berdirisendiri dan memenuhi tugasnya sebagai hamba dan khalifah Allah dan mampu menjadimakhluk sosial dan makhluk individu yang mandiri (Suryosubrata:1983). Menurut Al-Ghazali, tugas pendidik yang utama adalah menyempurnakan, membersihkan, menyucikanserta membawakan hati manusia untuk bertaqarrub kepada Allah SWT, hal tersebut karena pendidikan adalah upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah.Seorang pendidik dituntut mampu memainkan peranan dan fungsinya dalammenjalankan tugas keguruannya, sehingga dapat menempatkan kepentingan sebagaiindividu, anggota masyarakat, warga negara dan pendidik sendiri. Antara satu peran dan peran lainnya harus ditempatkan secara proporsional. Kadangkala seorang pendidik menganggap bahwa tugas sesungguhnya adalah memberikan dan memindahkan ilmu pengetahuan (
transfer of knowedge
) saja, namun selain itu pendidik juga bertanggung jawab atas pengelolaan (
manager of learning 
), pengarah (
director of learning 
), fasilitator dan perencana (
the plannerr of future society
) (Depag RI:1984).
B.Kompetensi Pendidik dalam Persfektif Islam
Untuk menjadi pendidik yang profesional sesungguhnya bukanlah hal yang mudahkarena harus memiliki kompetensi yang handal. Kompetensi dasar (
basic competency
) bagi pendidik ditentukan oleh tingkat kepekaannya dari bobot potensi dasar dan kecenderunganyang dimilikinya. Hal tersebut karena potensi itu merupakan tempat dan bahan untuk memproses semua pandangan dan juga sebagai bahan untuk menjawab semua rangsanganyang datang darinya. Potensi dasar ini adalah milik individu sebagai hasil dari proses yangtumbuh karena adanya inayah Allah SWT, dan situasi yang mempengaruhinya bai1
 
langsung maupun tidak. Berhubungan dengan kompetensi W. Robert Houstonmendefenisikan pengertian kompetensi dengan
Competence ordinarily is defined asadequacy for a task or possesi on of require knowledge,skill and abilities”
. (kompetensiadalah suatu tugas yang memadai atau pemilikan pengetahuan, keterampilan dankemampuan yang dituntut oleh jabatan seseorang) (Roestoyah:1982).Dalam pendidikan Islam seorang pendidik itu haruslah memiliki pengetahuan dankemampuan lebih dan mampu mengimplisitkan nilai relevan (dalam ilmu pengetahuan itu),yakni sebagai penganut Islam yang patut dicontoh dalam ajaran Islam yang diajarkan dan bersedia mentransfer pengetahuan Islam serta nilai-nilai pendidikan yang diajarkan. Namundemikian untuk menjadi pendidik yang profesional masih diperlukan persyaratan yanglebih dari itu.Untuk mewujudkan pendidik yang profesional sekaligus yang berkompeten dalam pendidikan Islam, didasari dari tuntunan Nabi SAW karena beliau satu-satunya pendidik yang paling berhasil dalam rentang waktu yang singkat, sehingga diharapkan dapatmendekatkan realitas pendidik dengan yang ideal (Nabi SAW). Keberhasilan Nabi SAW,sebagai pendidik didahului oleh bekal kepribadian (
 personality
) yang berkualitas unggul iniditandai dengan kepribadian Rasul yang dijuluki
al-Amin
yakni orang yang sangat jujur dandapat dipercaya, kepedulian Nabi terhadap masalah-masalah sosial religius, serta semangatdan ketajamannya dalam
iqro’ bismirobbik 
. Kemudian beliau mampu mempertahankan danmengembangkan kualitas iman dan amal saleh, berjuang dan bekerja sama menegakkankebenaran. Berikut ini adalah kompetensi pendidik dalam pendidikan Islam:
1.Kompetensi Personal- Religius
Kemampuan dasar (kompetensi) yang pertama bagi pendidik adalah menyangkutkepribadian agamis, artinya pada dirinya melekat nilai-nilai lebih yang akandinternalisasikan kepada peserta didiknya. Misalnya nilai kejujuran, musyawarah,kebersihan, keindahan, kedisiplinan, ketertiban dan sebagainya. Nilai tersebut perludimiliki pendidik sehingga akan terjadi transinternalisasi (pemindahan penghayatan nilai-nilai) antara pendidik dan anak didik baik langsung maupun tidak langsung atau setidak-tidaknya terjadi transaksi (alih tindakan) antara keduanya.
2. Kompetensi Sosial –Religius
2
 
Kemampuan dasar kedua bagi pendidik adalah menyangkut kepeduliannya terhadapmasalah-masalah sosial selaras dengan ajaran Islam. Sikap gotong –royong, tolong-menolong, egalitarian (persamaan derajat antara sesama manusia), sikap toleransi dansebagainya juga perlu dimiliki oleh pendidik untuk selanjutnya diciptakan dalam suasana pendidikan Islam dalam rangka transinternalisasi sosial atau transaksi sosial antara pendidik dan anak didik.
3- Kompetensi Profesional-Religius
Kemampuan dasar yang ketiga ini menyangkut kemampuan untuk menjalankantugasnya secara profesional dalam arti mampu membuat keputusan keahlian atas beragamnya kasus serta mampu mempertanggungjawabkan berdasarkan teori dan wawasankeahliannyaa dalam perspektif Islam.Kompetensi di atas dapat dijabarkan dalam kompetensi-kompetensi sebagai berikut:1.Mengetahui hal-hal yang perlu diajarkan, sehingga ia harus belajar danmencari informasi tentang materi yang diajarkan2.Menguasai keseluruhan bahan materi yang akan disampaikan pada anadidiknya.3.Mempunyai kemampuan menganalisis materi yang diajarkan danmenghubungkannya dengan konteks komponen-komponen secarakeseluruhan melalui pola yang diberikan Islam tentang bagaimana cara berpikir (
way of thinking 
) dan cara hidup (
way of life
) yang perludikembangkan melalui proses edukasi.4.Mengamalkan terlebih dahulu informasi yang telah di dapat sebelum disajikan pada anak didiknya.(QS,61:2-3)5.Mengevaluasi proses dan hasil pendidikan yang sedang dan sudahdilaksanakan.(QS,2:31)6.Memberi hadiah (
tabsyir/reward 
) dan hukuman (
tanzir/punishment 
) sesuaidengan usaha dan upaya yang dicapai anak didik dalam rangka memberikan persuasi dan motivasi dalam proses belajar(QS, 2:119)7.Memberikan
uswatun hasanah
dan meningkatkan kualitas dankeprofesionalannya yang mengacu pada futuristik tanpa melupakan peningkatan kesejahteraannya, misalnya: gaji, pangkat, kesehatan, perumahan3

Activity (0)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Agus Showab liked this
dhialeybi liked this
amirulhaq_07 liked this
abe5277 liked this
Nasihin Amin liked this
Wangi Ardana liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->