Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tantangan Lembaga Pendidikan Islam Dalam Transformasi Budaya

Tantangan Lembaga Pendidikan Islam Dalam Transformasi Budaya

Ratings: (0)|Views: 1,371 |Likes:
Published by Yulia Rasyid

More info:

Published by: Yulia Rasyid on Nov 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2012

pdf

text

original

 
Tantangan lembaga pendidikan Islam dalam Transformasi BudayaFatma Yulia, MA
Transformasi sosial budaya berarti modifikasi dalam setiap aspek proses sosial budaya, pola sosial budaya, bentuk-bentuk sosial budaya. Perubahan ini bersifat progresif dan regresif, berencana atau tidak, permanen atau sementara,
undirectional 
atau
multidirectional 
,menguntungkan atau merugikan. Menurut Gillin, perubahan sosial adalah perubahan bentuk- bentuk kehidupan yang telah ada yang terjadi karena kondisi geografis, alat-alat atau perlengkapan hidup manusia, komposisi pendidik dan ideologi (Vembriarto, 1988:8-9). Bentuk- bentuk transformasi sosial budaya dibedakan menjadi tiga bagian yaitu:1.evolusi sosial (
 sosial evolution
), perkembangan gradual yaitu, perkembangan wajar karena adanya kerja sama yang harmonis antara manusia dengan lingkungannya.Perubahan ini dibedakan atas:a.Evolusi kosmis (
cosmis evolution
), perubahan alami yang tumbuh berkembang, mundur lalu pudar. b.Evolusi organis (
organic evolution
), perubahan untuk mempertahankan diri darikebutuhannya dalam lingkungan yang berkembang.c.Evolusi mental (
mental evolution
), suatu yang menyangkut perubahan pandangan dansikap hidup.2.Gerakan sosial (
 social mobility
) yaitu suatu keinginan akan perubahan yangdiorganisasikan karena dorongan masyarakat ingin hidup dalam keadaan yang lebih baik dan lebih cocok dengan keinginannya.3.Revolusi sosial (
 social revolution
) yaitu suatu perubahan paksaan yang umumnyadidahului oleh ketidakpuasan yang menumpuk tanpa pemecahan dan analisis, sehingga jurang antara harapan dan pemenuhan kebutuhan menjadi semakin lebar tak terjembatani.Transformasi sosial budaya tidak hanya bersifat materil, seperti pembangunan gedung, tetapi juga bersifat moril seperti: perubahan gagasan, ide, pemikiran, cita-cita dan sebagainya.Dalam kristal-kristal pemikiran Islam , terjadi tiga perubahan konsep utama, yaitu:1.Konsep westernisasi (
mafhum at-taghribi
), yaitu konsep yang menginginkan penyesuaianIslam dengan pemikiran dan peradaban Barat dalam berbagai aspeknya, mulai darimasalah akidah, sistem politik, ekonomi, sampai masalah moral. Gerakan Islamisasi ala1
 
Kamal attaturk , seperti adzan diganti dengan bahasa Turki adalah salah satu bentuk model ini. Fikrah pertama ini menurut Dr. Muhammad M.Husein menjadikan konflik  pemikiran antar sesama umat Islam untuk membedakan mana sebenarnya antara yangIslami dan yang
wetern
(barat).2.Konsep modrenisasi (
mafhum at-tajdii
), yaitu konsep yang ingin mengadakan pembaharuan-pembaharuan dalam pemahaman, penafsiran dan perumusan masalah-masalah keislaman, dengan pretensi ingin mengaktualisasikan Islam dalam kehidupanmodern. Isu yang paling banyak dikemukakan adalah membuka kembali ijtihad selebar-lebarnya dan menggunakan potensi akal sebesar-besarnya. Liberalisme ijtihad ini semakin parah dan sampai menjalar kepada orang-orang tidak banyak mengerti tentang agama,tetapi berminat untuk ijtihad, sehingga ijtihad menjadi suatu mode tanpa standardisasi dandisiplin tertentu.3.Konsep reformasi (
mafhum al-islahi
). Konsep ini ingin memperbaharui Islam denganIslam. Pemikiran model ini banyak macamnya dari yang paling kaku dan ekstrim sepertiIbnu Taimiyyah sampai yng moderat dan progresif seperti Muhammad Abduh (TolchahHasan, 1987: 103).Fenomena-fenomena sosial tersebut selanjutnya menjadi tantangan bagi lembaga pendidikanterutama pendidikan formal. Bentuk tantangan yang dihadapi dalam pendidikan Islamadalah :a.Politik: kehidupan politik khususnya politik negara banyak berkaitan dengan masalahcara negara itu membimbing, mengarahkan dan mengembangkan kehidupan bangsa jangka panjang. Pengarahan tersebut didasarkan atas falsafah negara yang mengikatsemua sektor. Pendidikan yang terdapat pada wilayah merupakan sektor kehidupan budaya bangsa yang mengikat (
comitted 
) dengan tujuan perjuangan nasional yang berdasarkan falsafah negara. Suatu lembaga pendidikan yang tidak bersedia mengikuti politik negara, akan mendapatkan tekanan (
 pressure
) terhadap cita-cita kelembagaan dari politik tersebut. Tantangan ini perlu segera dijawab secara politis fundamental. b.Kebudayaan : suatu perkembangan kebudayaan dalam abad modren saat ini tidak dapatterhindar dari pengaruh kebudayaan bangsa lain. Kondisi semacam ini menyebabkan proses akulturasi, yaitu faktor nilai yang mendasari kebudayaannya sendiri sangatmenentukan ke-eksistensian kebudayaan tersebut. Nilai-nilai kultural bangsa melemah2
 
karena berbagai sebab, bangsa akan mudah terperangkap oleh budaya lain , baik melalui jalan damai (
 penetration facific
) maupun jalan kekerasan dan paksaan (
imperatif  provokatif 
). Dalam menghadapi hal yang tidak diinginkan, dibutuhkan sikap kreatif danwawasan pengetahuan yang dapat menjangkau masa depan bagi eksistensi kebudayaandan kehidupannya.c.Ilmu pengetahuan dan teknologi : teknologi sebagai ilmu terapan merupakan hasilkemajuan kebudayaan manusia yang banyak bergantung pada manusia yangmenggunakanya. Apabila teknologi tersebut tidak diimbangi dengan nilai-nilaikemanusiaan, teknologi tersebut akan berdampak negatif bagi kehidupan manusia.Tantangan seperti ini menuntut agar lembaga pendidikan kita mampu mendasari teknologitersebut dengan norma-norma agama sehingga hasil teknologi manusia berdampak positif  bagi kehidupan.d.Ekonomi : ekonomi merupakan tulang punggung kehidupan bangsa yang dapatmenentukan maju mundurnya, lemah-kuatnya, cepat atau lambatnya suatu proses pembudayaan bangsa. Perkembangan ekonomi banyak diwarnai oleh sistem pendidikan.Demikian juga sebaliknya, disini pendidikan dituntut untuk memenuhi kebutuhanekonomi masyarakat, sehingga diadakan “ ekonomi pendidikan” sebagai perencanaan pendidikam dalam sektor ekonomi.e.Masyarakat dan perubahan sosial : perubahan yang terjadi dalam sistem kehidupan sosialseringkali mengalami ketidakpastian tujuan serta tak terarah tujuan yang disepakati.Disinilah pendidikan sebagai pengarah yang rasional dan konstruktif, sehingga problem- problem sosial dapat dipecahkan mengingat lembaga pendidikan Islam sebagai lembagakemasyarakatan yang berfungsi sebagai
agent of social change.
f.Sistem nilai : sistem nilai juga dijadikan sebagai tolok ukur bagi tingkah laku manusiadalam masyarakat yang mengandung potensi pengendali , mengatur dan mengarahkan perkembangan masyarakat, bahkan mengandung potensi rohaniah yang melestarikaneksistensi masyarakat. Akan tetapi , kini perubahan masyarakat cenderung untuk menghilangkan nilai tradisi yang ada. Apakah karena naluri manusia ingin mengharapkanhal-hal yang baru ataukah karena kekuatan yang mendesak (
 pressure power 
)? Hal iniyang menjadi titik sentral problema yang melahirkan tantangan terhadap lembaga3

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nitha Adhe liked this
Anaya AyatUllah liked this
Syaif Al Buntoki liked this
Chandra Giman liked this
Ahmad Faisal liked this
19101986 liked this
Edo Ekarizky liked this
Abdul Kadir liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->