Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
40Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Apakah UU No 30 Tahun 1999 Sudah Memenuhi Standard Arbitrase Internasional

Apakah UU No 30 Tahun 1999 Sudah Memenuhi Standard Arbitrase Internasional

Ratings:

3.0

(1)
|Views: 6,816|Likes:
Published by dina juliani
UU ARBITRASE NO 30/1999 dibandingkan dengan peraturan arbitrase internasional
UU ARBITRASE NO 30/1999 dibandingkan dengan peraturan arbitrase internasional

More info:

Categories:Business/Law, Finance
Published by: dina juliani on Nov 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/13/2012

pdf

text

original

 
PAPERAPAKAH UU NO.30 TAHUN 1999SUDAH MEMENUHI STANDARDPERATURAN ARBITRASEINTERNASIONAL?
OLEH :DINA JULIANISTAFF DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM RIJAKARTA, 2009
1
 
BAB IPENDAHULUANA.LATAR BELAKANG
Dahulu boleh dikatakan orang lebih mengenal peradilan sebagai pranata yang berfungsiuntuk menyelesaikan sengketa yang terjadi diantara para pihak yang berselisih. Namunsesungguhnya jika kita buka lagi lembaran sejarah hukum di Indonesia, akan kita temui bahwaada alternatif penyelesaian sengketa yang sesungguhnya telah dikenal sejak jaman pemerintahan Hindia Belanda, tepatnya dalam
 Reglement op de Burgerlijke Rechtvordering 
atau disingkat
 Rv
. Ketentuan mengenai penyelesaian sengketa alternatif ini diatur dalam pasal615 sampai dengan 651 Rv tersebut.
1
Sekarang ini kita mengenal adanya penyelesaian sengketa di luar lembaga peradilan formal,yakni Penyelesaian Sengketa Alternatif yang didasarkan pada kesepakatan para pihak yang bersengketa sebagai bentuk perjanjian kesepakatan yang telah dicapai oleh para pihak untuk menyelesaikan sengketa melalui forum di luar pengadilan harus ditaati oleh para pihak.Arbitrase adalah cara penyelesaian sengketa perdata di luar peradilan umum yangmendasarkan pada perjanjian arbitrase yang dibuat secara tertulis oleh para pihak yang bersengketa. Sengketa yang bisa dibawa ke arbitrase adalah sengketa perdata yang bersifathukum perdata dan hukum dagang.
1
Pasal 615 ayat (1) Rv. menguraikan, “Adalah diperkenankan kepada siapa saja, yang terlibat dalam suatusengketa yang mengenai hak-hak yang berada dalam kekuasaannya untuk melepaskannya, untuk menyerahkan pemutusan sengketa tersebut kepada seorang atau beberapa wasit.”Pasal 615 ayat (3) Rv. menguraikan, “Bahkan adalah diperkenankan mengikatkan diri satu sama lain, untuk menyerahkan sengketa-sengketa yang mungkin timbul di kemudian hari, kepada pemutusan seorang atau beberapa wasit.”
2
 
Kegunaan menerapkan perjanjian arbitrase secara paksa pada umumnya timbul ketika salahsatu pihak mencoba untuk menghambat proses arbitrase. Perlawanan yang tersedia bagi pihak lain adalah meminta kepada arbiter untuk memberikan putusannya tentang keabsahan perjanjian arbitrase tersebut.Dalam banyak hal, beberapa ketentuan positif yang mengatur pranata penyelesaiansengketa di luar peradilan ada yang tidak singkron dan tidak sejalan dengan Undang-Undang Nomor 30 tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa (untuk selanjutnya disebut dengan UU Arbitrase).Dengan tidak mengurangi adagium hukum yang mengatakan bahwa senantiasa ada asas lexspecialis derograt lex generalis (sebagaimana diatur dalam UU Arbitrase) namun secaraesensi, beberapa ketentuan khusus menyatakan bahwa salah satu pihak dapat setiap saatmenyatakan diri keluar dari forum atau proses penyelesaian sengketa alternatif jelas bertentangan dengan jiwa pengakuan akan keberadaan pranata alternatif penyelesaiansengketa itu sendiri.
B.PERUMUSAN MASALAH
Berangkat dari fenomena-fenomena pelanggaran pelaksanaan hukum acara arbitrase ini,maka penulis akan mengkaji lebih lanjut tentang:
Apakah UU No.30 tahun 1999 sudah memenuhi standard peraturanArbitrase Internasional?
Hal ini penting dipertanyakan karena ternyata masih ada praktek arbitrase yang masihdipertanyakan keberadaannya dan UU No. 30 tahun 1999 tidak bisa menaungi keputusanarbitrase tersebut. Hal ini disebabkan karena tidak dilaksanakannya putusan arbitrase secara3

Activity (40)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Muhammad Capank liked this
Adi Putra liked this
bennq08 liked this
jesh50 liked this
Dwi Nugrahaeny liked this
adhindraw liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->