Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
36Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
al-Ghazali vs. John Locke

al-Ghazali vs. John Locke

Ratings: (0)|Views: 1,408 |Likes:
al-Ghazali mewakili dunia timur (Islam) dan John Locke mewakili dunia Barat. Meski al-Ghazali lebih dahulu hidup akan tetapi John Locke dengan tabularasa-nya berhawil menyamarkan karya orisnal al-Ghazali.
al-Ghazali mewakili dunia timur (Islam) dan John Locke mewakili dunia Barat. Meski al-Ghazali lebih dahulu hidup akan tetapi John Locke dengan tabularasa-nya berhawil menyamarkan karya orisnal al-Ghazali.

More info:

Published by: Fairruz 'Ainun Na'im on Nov 15, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/20/2013

pdf

text

original

 
PENDIDIKAN ANAKMENURUT AL-GHAZALI DAN JOHN LOCKEOLEH;SUTEJAANGKATAN IIIPROGRAM PASCARAJANAINSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)SUNAN AMPEL SURABAYA2000 M.BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahUsia tujuh tahun sampai duabelas tahun bagi seorang anak manusia, menurutKhonstamn, merupakan fase intelek dimana anak sangat membutuhkan bantuan bagipenyempurnaan akal atau fikirannya. Pada masa itu cara berfikir anak masihbersifat persepsional, ia hanya dapat memahami hal-hal yang bersifat indrawi. Cirilain yang menonjol dari anak adalah dimilikinya daya ingat yang kuat dan kemampuanmenghafal memoratif . Bantuan yang dibutuhkan berupa bantuan dan bimbingan untukmelatih dan membina kemampuan berfikir abstraks, tidak berfikir konkrit.Perhatian anak sudah meluas kepada hal-hal yang ada diluar dirinya. Namundemikian, perhatian itu lebih terpusat kepada hal-hal atau maslah-masalah indrawidan memandang sesuatu secara apa adanya. Kecenderungan terhadap benda-bendatersebut sebenarnya memiliki hubungan erat dan saling mempengaruhi dengankecenderungan fisik jasmaniah yang dinamis dan aktif. Maka, sangat tepatlah bilapendidikan memberikan bantuan melatih dan membiasakan pertumbuhan fisik secaraharmonis, sesuai dengan kecenderungan untuk bergerak aktif.Dalam kehidupan sehari-hari anak lebih di pengaruhi oleh kecenderungan meniru yangkuat. Pendidikan bertugas memberikan warna terhadap perilaku dan tindakan anak.Pendidikan bertugas memberikan warna terhadap perilaku dan tindakan anak. Cirianak yang dinamis, mudah meniru dan modal berfikir persepsional tidak dapatdibiarkan dengan sendirinya agar tidak tersesat jalan dan konteks moral condact(istilah brameld). Pendidukan bertugas mencegah jangan sampai anak dimasukipikiran-pikiran buruk yang melandasi perbuatannya, dan terbiasa melakukantindakan moral yang baik dan terpuji. Dengan memperhatikan ciri-ciri kepribadiantersebut, pendidikan bertugas membantu perkembangan seluruh aspek kepribadian anaksecara wajar dan harmonis.Terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia tersebut, baik ahli didik
 
Timur maupun Barat telah memberikan formulasi yang baik setidaknya sebagai sebuahkarya yang khas untuk masa dan generasinya. Diantara tokoh dan ahli didik yangakan di jadikan pokok penelitian ialah al-Ghazali (1058-1011 M), mewakili tokohTimur, John Locke (1632-1704 M), mewakili tokoh Barat. Kedua tokoh itu, padadasarnya, mengakui pengaruh lingkungan sebagai faktor yang menentukan pertumbuhandan perkembangan kepribadian anak.Al-Ghazali, melalui karya-karyanya, seperti Ihya’ ‘Ulum al-Din (ditulis diDamaskus antara 941 H. sampai Dhu al-Hijjah 499 H/9 Desember 1097 sampai Juli1106), Bidayat al-Hidayah, Ayyuha al-Walad dan Mizan al-‘Amal, memberikanperhatian terhadap pendidikan anak dengan corak dan warna tasawwufnya. Pendidikanyang di kehendaki al-Ghazali pendidikan yang berorientasi kepada pencegahan anakdari pengaruh lingkungan dan pergaulan yang buruk. Kurikulum pendidikanmenitikberatkan penguasaan ilmu-ilmu yang dapat mendekatkan diri kepada Tuhan dandapat menghantarkan kepada kebahagiaan abadi. Sebagai tokoh yang secara langsungterlibat dalam kegiatan pendidikan, al-Ghazali memberikan perhatian terhadapmateri-materi yang mesti di berikan bagi usaha membantu pertumbuhan fisikjasmaniah, walaupun sebatas kepada jenis permainan yang berfungsi sebagai selingandan olah raga yang tidak melanggar norma-norma agama, serta tidak menyebabkankelelahan dan tidak mendatangkan kemalasan.John Locke, dengan karya-karyanya seperti Essay Concerning Human Understanding( 1689-1690), Tought Concerning Education (1693), Conduct to Undarstanding andThought on Education (1695), di kenal sebagai tokoh pendidikan empirisme yangmemadukan pengetahuan denga pengalaman dan keseimbangan jasmani dan mentalspiritual. Locke menghendaki pendidikan yang dapat menyediakan ide-ide baik,kebijaksanaan dan lingkungan serta pengalaman bagi anak. Sebagai tokoh pendidikanLocke dikenal sebagai ahli didik yang mengutamakaan faktor lingkungan alam dansosial dalam rangka pembentukan kepribadian anak. Reformasi lembaga sekolah harusdiarahkan kepada terciptanya lembaga yang mampu menyediakan lingkungan, realitas,situasi praktis dan kesempatan bekerja. Locke mencanagkan sekolah dan lembagapendidikan pada umumnya dapat beradaptasi dengan kepentingan anak sebagai anggotamasyarakat yang hidup dalam realitas yang selalu berubah dan berkembang.Bagi Locke, pendidikan harus memperhatikan empat hal pokok yaitu; kebajikan,kealiman, kesusilaan dan pengetahuan. Kebajikan adalah kemampuan memilih baik dariburuk dan dapat mengendalikan hawa nafsu serta dapat mengikuti petunjuk akal.Kealiman dan kesusilaan merupakan sesuatu yang harus dicapai dalam menciptakanindividu yang dapat berkiprah dalam masyarakat. Sedangkan pengetahuan dirumuskansebagai sarana untuk dapat menemukan jati diri dan sarana dalam menentukan sikaphidup beragama.Muatan kurikulum pendidikan al-Ghazali dan Locke sepintas tampak sebagaikurirkulum ideal yang memuat tiga muatan pokok yaitu, nilai, pengetahuan danketerampilan. Konsep pendidikan untuk kedua tokoh pada zamannya memiliki kehendaksama dimana keduanya mengakui peranan dan pengaruh lingkungan sebagai faktorpembentuk kepribadian. Namun demikian, disisi lain al-Ghazali lebih berorientasikepada kehidupan ukhrawi dan Locke lebih memerankan pendidikan sebagai sebuahproses yang membantu menciptakan generasi yang siap hadir dalam bermasyarakatdengan bekal dan keterampilan khusus. Orientasi itulah, setidaknya bagi penulis,yang menimbulkan pertanyaan kebenaran kedua konsep sebagai yang memiliki orientasiyang berbeda secara esensial. Dimanakah letak perbedaan dan titik temu keduakonsep tersebut?B. Rumusan dan Pembatasan Masalah1.Bagaimanakah konsep pendidikan anak menurut al-Ghazali?2.Bagaimanakah konsep pendidikan anak menurut John Locke?3.dimanakah titik temu kedua konsep pendidikan tersebut?4.dimanakah letek perbedaan kedua konsep pendidikan tersebut?Beberapa pertanyaan tersebut pada dasarnya dapat dibatasi menjadi beberapa halsebagai fokus penelitian. Fokus penelitian itu ialah perbedaan dan titik temukonsep pendidikn anak al-Ghazali dan John Locke.
 
C. Tujuan dan Signifikasi PendidikanPenelitian ini bertujuan untuk memeperoleh data tentang :1.Konsep pendidikan anak menurut al-Ghazali.2.Konsep pendidikan anak menurut John Locke.3.Titik temu dan perbedaan konsep pendidikan anak menurut al-Ghazali dan JohnLocke.Dengan mengetahui bebrapa hal tersebut diharapkan penelitian ini memberikangambaran umum tentang pendidikan anak yang ideal di masa depan. Denganmemperhatikan perbedaan-perbedaan konsep tersebut serta aspek-aspek kepribadiananak secara integral, diharapkan dapat memberikan solusi terhadap ketidaktepatanpenyelenggaraan pendidikan yang cenderung memihak atau mengabaikan aspekkepribadian tertentu.D. Metodologi PenelitianPenelitian ini pada dasarnya mempergunakan metode studi dokumentasi dan studikepustakaan dimana penelitian dilakukan dengan menelaah referen atau bahan bacaanyang berkaitan dengn masalah penelitian. Langkah-langkah yang ditempuh adalahsebagai berikut:1.Mengidentifikasi data tentang pemikiran al-Ghazali dan John Locke pendidikananak.2.mengkategorisasikan data yang telah diidentifikasikan3.Menganalisis data yang telah dikategorisasikan dengan mencari kesamaan,perbedaan dan titik temu ide-ide al-Ghazali dan John Locke tentang pendidikananak, serta kesesuaian ide-ide dimaksud dengan konsep al-Qur’an Hadith.E. Sistematika PenulisanDengan mengacu pada pedoman penulisan tesis Pascasarjana IAIN Sunan AmpelSurabaya, tesis ini berisikan enam bab yang terdiri dari:1. Bab I Pendahuluan, terdiri dari:a.Latar Belakang Masalahb.Rumusan dan Pembatasan Masalahc.Tujuan dan Signifikasi Penelitiand.Metodologi Penelitiane.Sistematika Penulisanf.Penegasan Judul1.Bab II Gambaran Umum tentang Komponen pendidikan, didalamnya dipaparkan hal-hal yang menjadi stressing pendidikan yaitu:a.Pendidikan Intelekb.Pendidikan Keimananc.Pendidikan Akhlakd.Pendidikan Jasmani dan Keterampilan2.Bab III Pemikiran al-Ghazali tentang pendidikan anak dan analisis penulis.3.Bab IV Pemikiran John Locke tentang Pendidikan Anak. Bab ini memaparkan ide-ide John Locke tentang pendidikan anak dan analisis penulis.4.Bab V Perbedaan dan Titik Temu Konsep al-Ghazali dan John Locke tentangpendidikan Anak.5.Bab VI Kesimpulan.F. Pengesahan JudulBeberapa kata didalam buku yang perlu diperjelas ialah pendidikan dan anak.Pendidikan yang dimaksud adalah anak manusia yang berusia antara tujuh tahunsampai duabelas tahun.

Activity (36)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Usaila Md Jori liked this
Etry Backry liked this
Mawar Putih liked this
Nia Kurniawati liked this
Ahmad Gazali liked this
Ahmad Gazali liked this
Bilqis Rochmi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->