Pendidikan kecakapan atau pendidikan intelek ialah pendidikan yang bermaksudmengembangkan daya-daya pikir (kecerdasan) anak-anak dan menambah pengetahuananak-anak.Pendidikan kecakapan itu tidak hanya menambah pengetahuan anak-anak saja.Pendidikan kecakapan juga merupakan syarat atau dasar untuk melaksanakan macam-macam atau segi-segi pendidikan yang lain, seperti pendidikan ketuhanan,pendidikan kesusilaan, pendidikan keindahan, dan pendidikan kemasyarakatan.Pendidikan kecakapan terutama bermaksud mengembangkan kecerdasan anak-anak danmenambah pengetahuannya. Dengan demikian pedidikan kecerdasan mempunyai dua tugasyang penting, yaitu:1. Pembentukan FungsionalYang dimaksud dengan pendidikan fungsional atau pembentukan formal ialahmengembangkan fungsi-fungsi jiwa, seperti pengamatan, ingatan, fantasi, berpikir,kemauan, dan sebagainya.Dalam pendidikan intelek dikatakan pembentukan formal jika yang diutamakan ialahmengembangkan fungsi-fungsi jiwa. Fungsi-fungsi jiwa anak itu dapat dilatih dandikembangkan, umpamanya dengan membiasakan anak-anak memusatkan perhatian kepadasuatu pelajaran, belajar mengamati dengan baik dan teliti, melatih ingatan danfantasinya dan yang terpenting ialah melatih fungsi berpikirnya.2. Pembentukan MaterialPendidikan intelek disebut pembentukan material jika di dalamnya bermaksudmenambah ilmu pengetahuan atau bahan-bahan (materi) yang dibutuhkan di dalamkehidupan manusia seperti tanggapan-tanggapan, pengertian-pengertian, pengetahuan-pengetahuan siap, dan keterampilan-keterampilan yang penting bagi kehidupan.Pembentukan material dapat kita bagi menjadi dua bagian yaitu:a. Menambah pengetahuan: seperti dalam mengajarkan sejarah, ilmu bumi, ilmu hayat,bahasa, matematika, fisika, dan sebagainya.b. Melatih keterampilan: seperti dalam pelajaran membaca, menulis, menggambar,pekerjaan tangan, dan lain sebagainya.Kerja fikir sangat dipengaruhi oleh kerja indra. Kerja akal sangat memungkinkanbagi adanya pelurusan konklusi hasil pengamatan. Aturan-aturan alam yang berjalansecara cermat dan teratur serta menakjubkan sangat memungkinan ketelitian dankonsistensi kerja akal dalam melakukan pengamatan dan menganalisa.Rangkaian kegiatan mulai dari observasi dan pengukuran yang dilakukan dalamsurvey, dan penggunaan akal serta fikiran untuk menganalisa data untuk sampaikepada kesimpulan yang rasional adalah kegiatan utama pengembangan ilmupengetahuan dalam rangkaian pembinaan intelek.Ungkapan-ungkapan al-Quran dan juga al-Sunnah mengenai pembinaan aspek intelekmengandung hal-hal pokok yang menjadi sasaran. Pertama, sebagai sarana pengenalanjati diri manusia melalui proses pengamatan, perenungan, dan pengkajian terhadapalam. Metode yang digunakan sama sekali tidak mengandung unsur pemaksanaan.Allah, dalam hal ini, mengkondisikan sistem berfikir yang liberal denganmendorong manusia melakukan perenungan-perenungan hal-hal metafisik. Dan,terakhir Allah mengajak manusia melakukan penyimpulan (natijah, conclusion)tentang keesaan dan kemahakuasaan-Nya.Kedua, terciptanya pola hidup manusia secara perseorangan sebagai penciptakemaslahatan. Metode yang digunakan adalah penanaman pengertian dan pemahaman yanglurus, sesuai kadar dan tingkatan berfikir manusia. Allah memberlakukan azaskebebasan berbuat tanpa rasa takut atau tekanan. Untuk itulah Allah mengajakmanusia melakukan pengamatan, peneyelidikan dan pengkajian terhadap alam semestaciptaan-Nya.B.TINJAUAN EPSITEMOLOGIS ILMUManusia memiliki ruh, jiwa (nafs), hati (qalb), dan intelek (‘aql). Olehkarena itu, manusia di satu sisi disebut al-Nafs al-Bahimiyyah dan di sisi laindisebut al-Hayawan al-Nathiqah. Ruh, ketika bergelut dengan sesuatu yangberkaitan dengan intelektual dan pemahaman, ia disebut jiwa (nafs). Ketikasedang mengalami pencerahan intuisi, ia disebut hati (qalb). Ketika kembali ke
Leave a Comment
aa