Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
18941286-null

18941286-null

Ratings: (0)|Views: 200 |Likes:
Published by adi suryawan
enzim lipase
enzim lipase

More info:

Published by: adi suryawan on Nov 15, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/20/2014

pdf

text

original

 
Akta Kimindo Vol. 2 No. 2 Oktober 2007: 109-112
 
109
© Kimia ITS – HKI Jatim
 
 Akta Kimindo Vol. 2 No. 2 April 2007: 109 – 112
AKTA KIMIA
INDONESIA
 
Isolasi Enzim Lipase Termostabil Dari Bakteri Termofilik Isolat Air PanasBanyuwedang Kecamatan Gerogak, Buleleng Bali
 
I Nyoman Tika
1,*
, I W Redhana
1
dan Ni Putu Ristiati
2
 
1
 Jurusan Pendidikan Kimia,FPMIPA, IKIP Negeri Singaraja, Jl. Udayana, Singaraja
2
 Jurusan Pendidikan Biologi, FPMIPA, IKIP Negeri Singaraja, Jl. Udayana, Singaraja
ABSTRAK
Isolasi enzim lipase termostabil dari bakteri termofilik dari sumber air panas Banyuwedang Kecamatan Gerogak Buleleng Bali telah dilakukan. Seleksi bakteri termofilik penghasil lipase denganmenggunakan media
 sensitive plate assay 
mengandung Rhodamin B
 
ditemukan 4 koloni bakteri yang berpendar (BYW1, BYW2, BYW3 dan BYW4). Isolat lokal Banyuwedang ditumbuhkan dalam media cair ½LB (Lauria Bertani) pada suhu 50ºC. Aktivitas spesifik ekstrak enzim kasar masing-masing isolat BYW1,BYW2, BYW3 dan BYW4 Banyuwedang berturut-turut sebesar 0,87 unit/mg; 1,12 unit/mg; 0,55 unit/mg;dan 0,35 Unit/mg.
Kata kunci
: Bakteri termofilik, enzim lipase, air panas Banyuwedang 
ABSTRACT
Isolation of thermostable lipase enzym from thermophillic bacteria isolated from hot spring Banyuwedang Kecamatan Gerogak Buleleng was carried out. Thermophilic bacteria were selected using Rhodamin B media sensitive plate assay. It was found four colonie flourecence bacteria (BYW1, BYW2,BYW3 and BYW4). Isolated bacteria from Banyuwedang were grown in Lauria Bertani (LB) media at temperature 50
o
C. The specific activity of lipase crude enzymes isolated from Banyuwedang : (BYW1,BYW2, BYW3 and BYW4) were 0.87 unit/mg; 1.12 unit/mg; 0.55 unit/mg and 0.35 Unit/mg, respectively.
Keywords
:
-
 
 thermophilic bacteria, lipase enzyme, hot spring Banyuwedang 
 
PENDAHULUAN
Enzim lipase termostabil atau asilgliserolhidrolase (E.C 3.1.1.3) merupakan enzim yang dapat menghidrolisis rantai panjang trigliserida.Enzim ini memiliki potensi untuk digunakanmemproduksi asam lemak, yang merupakanprekursor berbagai industri kimia. Produksi asamlemak secara industri menggunakan katalis kimiamenghasilkan efek samping bagi lingkungan.Selain itu enzim lipase telah banyak dikenalmemiliki cakupan aplikasi yang amat luas dalambidang bioteknologi, seperti biomedikal, pestisida,pengolahan limbah, industri makanan, biosensor,detergen, untuk industri kulit dan industrioleokimia (memproduksi asam lemak dan turunannya) (Macrae,A.R.,1983).Enzim lipase termostabil dari bakteri termofilik merupakan enzim yang sangatpotensial untuk mengatasi kendala teknisindustri, namun masih ditemukannya kendalalain, dalam hal perolehan hasil (
 yield)
enzimlipase termostabil dari mkroorganisme termofilikyang sangat rendah. Untuk mengatasi kendala itubeberapa pendekatan ditempuh sebagai berikut :pertama pencarian sumber baru enzim lipase termostabil dari mikroorganisme termofilik yang  tumbuh dari habitat yang unik. Kedua, suhufermentasi yang sesuai untuk menghasilkanlipase termostabil. Dan ketiga, rekayasa genetikauntuk menghasilkan enzim lipase termostabildengan ekspresi tinggi.Pendekatan dengan mencari sumber-sumber enzim baru dari mikroorganisme termofilik yang diisolasi dari lingkungan unikmerupakan langkah yang paling memungkinkandilakukan, karena Indonesia memiliki banyaksumber air panas yang potensial dan unik.Sumber air panas yang ada di Bali sudahdikembangkan sebagai obyek wisata namun
‡ Makalah ini disajikan pada Seminar Nasional Kimia VIII,di Surabaya 8 Agustus 2006* Corresponding author. Tel. : 0362-25072-; Fax : 0362-25735 ; e-mail : nyomantika@yahoo.com
 
Nyoman, Redhana dan Ristiati - Isolasi Enzim Lipase Termostabil Dari Bakteri Termofilik Isolat Air Panas Banyuwedang
110
 
© Kimia ITS – HKI Jatim
belum digali sebagai sumber mikroorganisme termofilik.Penelitian mikroorganisme termofiliksumber air panas masih belum banyakdilakukan. Beberapa diantaranya telah ditelitiisolasi bakteri termofilik untuk menghasilkanenzim DNA polimerase ( Akhmaloka, dkk., 2000,Suharto dkk, 2002. Tika dkk., 2003) Pendekatanini merupakan langkah yang menarik untukmengungkap biodiversitas komunitasmikroorganisme termofilik Indonesia.
 
Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalahuntuk mendapatkan isolat-isolat bakteri termofilikdari sumber air panas, dan khususnya isolat-isolatbakteri termofilik yang dapat menghasilkan enzimlipase termostabil dari sumber air panas diPropinsi Bali.
ALAT DAN BAHANBahan–Bahan yang digunakan
Rhodamin B untuk
 sensitive plate assay 
,
phytagel
.
Substrat yang digunakan adalah minyakolive dan bahan kimia lain dengan derajatproanalisis.
PROSEDUR PENELITIANIdentifikasi bakteri termofilik dan isolasi enzimlipase
Identifikasi bakteri termofilik isolat lokal(Bali) penghasil lipase meliputi uji enzim lipase,morfologi dan pewarnaan gram. Uji aktivitasdilakukan menurut
Sensitive Plate Assay 
(Koukerand Jaeger, 1987) dan titrasi. Koloni tunggalyang tumbuh pada media padat LB ditumbuhkanpada media yang mengandung Rhodamin B.Diinkubasi selama 2 x 24 jam pada suhu 50
o
C.Selanjutnya disinari dengan sinar UV dan diukurhalo yang terbentuk.
Uji aktivitas lipase termostabil
Aktivitas enzim lipase termostabilmenggunakan metode yang dikembangkan olehKwon
et al.,
1986. Ada tiga tahap, pertama, filtratkultur (1 mL) dikocok dengan emulsi 2,5 mL(1:1,v/v) minyak olive (70% residu oleate). Kedua20 µL CaCl
2
0,02 M yang dikocok 200 rpm dalam
water bath.
Emulsi yang terbentuk dicampurminyak olive dan 50 mL bufer posfat. Diinkubasipada suhu 50°C. Reaksi dihentikan denganpenambahan 6 N HCl (1 mL) dan isooktan 5 mL,lalu cairan ditambah isooktan 4 mL dipindahkanke tabung analisis, ditambahkan reagen Cu(tembaga) dan larutan tembaga II asetat 1-hidratpH 6,1 yang mengandung piridin. Larutan padalapisan atas tabung diukur pada panjang gelombang 715 nm.
Penentuan Kadar Protein
Kadar protein larutan enzim ditentukandengan menggunakan metode Bradford, (Braford,1976) dengan reagen dari
Bio-Rad Protein Assay 
,dengan menggunakan
bovin serum albumin
(BSA)sebagai standar.
HASIL DAN PEMBAHASANHASIL Penelitian
Lokasi Banyuwedeng air panas 60-70derajat Celsius, dan sering berubah karenabercampur dengan sumber air tawar yang jugadigunakan oleh penduduk, serta adanyarembesan air payau dari pantai. Hal yang sama juga terjadi untuk sumber air panas ToyaBungkah, resapan air danau menyebabkan suhurelatif tidak tinggi.Gambar 1. Isolat bakteri termofilik Banyuwedang pada media Rhodamin B , suhu 65
o
C, sedangkan
E.coli 
tidak ditemukan
 
Tabel.1. Aktivitas masing masing biakan terhadap uji SPA (Media Rhodamin B)No.Isolat dari Sumberair panasJumlah koloniyang aktif Uji SPAJumlah
Isolat
koloni aktif  terhadap Uji SPA.Indeks(Halo) (mm)BYW1 0,8BYW2 0,9BYW3 0,51. Banyuwedang 4BYW4 0,3Keterangan:SPA =
Sensitive Plate Assay 
 
Akta Kimindo Vol. 2 No. 2 Oktober 2007: 109-112
 
111
© Kimia ITS – HKI Jatim
 
Tabel 2. Aktivitas enzim ekstraseluler crude enzim lipase isolat lokal (Bali)No. Isolat Volume(mL)ProteinTotal(mg)Aktivitas(unit/mL)AktivitasTotal(unit)Aktivitasspesifik(Unit/mg)1. BYW1 24 4,37 1,6 x 10
-4
3,84 x 10
-3
0,872. BYW2 25 4,90 2,2 x 10
-4
5,50 x 10
-3
1,123. BYW3 25 9,10 2,0 x 10
-4
5,00 x 10
-3
0,554. BYW4 22 5,66 0,9 x 10
-4
1,98 x 10
-3
0,35
Satu unit aktivitas lipase didefinisikan sebagai aktivitas enzim lipase yang dapat membebaskan 1 µmol asam lemakper menit.
Gambar 2. Perbandingan aktvitas enzim ekstrak kasar lipase bakteri termofilik hasil isolasi dari sumber airpanas Banyuwedang).
1 2 3 4 5
Gambar 3. Elektroforegram SDS-Page ekstrak enzim kasar isolat Banyuwedang (1) Standar : Ekstrak kasarlajur (2) BYW4, (3) BYW3, (4) (BYW2, (5) BYW1.Dalam teori BM lipase berkisar antara 30-60 Kda, pita tebal pada lajur 4 diduga adalahlipase termostabil, hal ini sesuai dengan Haloyang ditunjukkan terbesar pada isolat BYW2.
Pembahasan
Mikroorganisme penghasil lipase tersebarluas di alam, termasuk sumber air panas, karena telah ditemukan beberapa bakteri yang memilikisifat termostabil. Ketahanan beberapa jenisbakteri pada suhu tinggi karena mampumembentuk spora (endospora) (Madigan,et al.,1997; Breithaupt, 2001) Endospora genus
Bacillus
memunculkan dugaan bahwa
Bacillus
  termasuk salah satu kelompok mikroorganismesel purba, karena sebarannya amat luas di muka
BYW1BYW2BYW3BYW40255075100
Isolat Banyuwedang
   A   k   t   i  v   i   t  a  s  r  e   l  a   t   i   f   (   %   )
KDa946740302414

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Rizky Alfarizy liked this
ZulFa Pink liked this
putrilala32 liked this
rinda78 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->